Tampilkan postingan dengan label bali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bali. Tampilkan semua postingan

25.4.11

The beuty of sunrise in sanur beach

Ceritanya mengumpulkan cerita yang terserak...Kelamaan  tidak menuliskan kisah, coba kembali kukumpulkan. yaps Kebetulan dalam kongress ISSAAS, November 2010  saya stay di Inna Grand Beach Hotel, Sanur. thanks to british council yang telah membiayai seluruh biaya perjalanan saya ke Bali kali ini. Sanur memang sangat terkenal dengan keindahan sunrisenya.  


Beruntunglah aku yang  tak perlu berburu karena dari kamarku keindahannya dapat kunikmati.... indah dan sungguh indah ketika pendaran jingga menyatu dengan garis laut lalu perlahan ia bergerak semakin lama semakin berpendar. Kehadirannya ketika perlahan berpisah dari  garis laut sungguh diburu dan dirindu..amazing...amazing... Tak hanya itu menurut cerita dari beberapa orang disana, pantai Sanur pun di anggap sebagai yang sangat sakral. maka jangan heran dipagi hari saat matahari terbit banyak masyarakat Bali melaksanakan ibadah di pinggir pantai dan  meletakka sesajen di pinggir pantai.

ini hanyalah sebagian rekam kamera pendaran jingga mentari di sanur....











16.12.10

DINNER BERSAMA GUBERNUR BALI


Satu hal yang mungkin patut ditiru oleh pemerintahan provinsi lain di indonesia dari pemerintahan Bali adalah cara mereka menyambut dan memuliakan tamu. keramahan, keelokan dan kebaikan mereka menjamu tamu patut diacungi jempol. mungkin itu pulalah salah satu alasan pulau yang satu ini menjadi syurga bagi para wisatawan mancanegara, disamping keindahan alamnya yang memang tak diragukan lagi

Pertengahan November 2010 yang lalu, Bali dipilih sebagai tuan rumah penyelenggaran sebuah kongres international dimana saya hadir sebai salah satu anggotanya. Gubernur Bali Bapak Made Mangku Pastika disamping hadir membuka acara kongress tersebut juga mengundang semua peserta dan komite untuk dinner di kompleks gurbernuran Bali. Pengalaman pertama nih dinner di sebuah komplek gurbernuran dan dengan gubernurnya. kesempatan tak disia-siakan. dengan pakaian Batik kebanggaan Indonesia hadirlah saya dan rekan lain di sana.

 Dinner

Datang disambut dengan keramahan remaja berpakaian tradisional Bali. Tanpa basa-basi semua peserta pun langsung menikmati makanan pembuka. Setelah Menyampaikan ucapan selamat datangnya yang singkat padat dan berisi, gubernur bali langsung menawarkan kami untuk mencicipi hidangan utama yang telah disediakan. Sepanjang dinnerdipanggung utama pun dipertunjukkan berbagai tarian Bali. Luar biasa. Mungkin ini salah satu promosi wisata Bali kepada peserta yang memang berasal dari beberapa negara.
 Performance tarian Bali 

Puas bercengkarama dan berbagai cerita, terakhir kami pun bersalaman dan foto bersama dengan penari tentu dengan pak gubernurnya. terimakasih pak gubernur...nice to meeet u (halah. bseok harinya pun bersiap dinner dengan Walikota Denpasar Bali...

Foto bersama pak gubernur









8.12.10

THE ISSAAS INTERNATIONAL CONGRESS 2010


Kembali ke Bali...yaps jika bulan September lalu sempat ke Bali ala gembel maka kali ini datang dengan cara berbeda dan tentu dengan tujuan berbeda pula. Semuanya bermula atas direkomendasikannya saya oleh Bapak Prof. Las  ke  Indonesian Council For Climate Change (DNPI) untuk mengikuti  sebuah kongress di Inna Grand Beach Hotel, Sanur, Bali tanggal 14-18 November lalu. Kongres ini terselenggara atas kerjasama The International Society Southeast Asian Agriculture Sciences (ISSAAS) dan Society for Agricultural Education‐Research Development Abroad (SAEDA). Terimakasih luar biasa saya ucapkan untuk British Council yang telah membiayai semua biaya perjalanan dan akomodasi saya  mengikuti kongres ini.

Kongres ISSAAS tahun 2010 kali ini diikuti oleh lebih kurang 300 peserta  terdiri dari dosen, peneliti, pemerhati dan praktisis pertanian dalam arti luas dari  enam negara yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Philiphina, Vietnam,  dan Jepang. Kongres yang mengambil tema Agriculture Adaptation in Respon To Climate Change ini dibuka oleh gubernur Bali dan hadir sebagai keynote speaker Menteri Kementrian Lingkungan Hidup Indonesia. Kongres ini terdiri dari rangkaian acara general meeting, plenary session yang dibawakan oleh perwakilan tiap negara yang intinya menyampaikan upaya-upaya yang sedang dan akan dilakukan dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim terutama di sektor pertanian. disamping itu presentasin akademik pun dilaksanakan baik secara oral maupun poster  secara paralel pada empat kelompok.
 
My Academic Presentation Team
Bagi saya ini adalah kesempatan tak ternilai. Dari acara ini saya mendapatkan banyak hal terutama strategi dan kebijakan di negara-negara anggota ISSAAS terkait  upaya adaptasi dan mitigasi  perubahan iklim pada  sektor pertanian. Banyak hasil-hasil penelitian teranyar dipublikasikan pada kongres ini. Kembali membuka mata saya dan menyadarkan saya bahwa keilmuan yang saya miliki belum ada apa-apanya. Masih perlu perjuangan panjang dan usaha lebih untuk menjadi seperti mereka.

5.10.10

Fun Rafting di sungai Ayung BALI




Beberapa kali sudah aku menyusun rencana untuk rafting di beberapa sungai di Bogor dan Sukabumi tapi Kesemuanya ternyata tinggal rencana.. NATO (no action Talk Only).  finally keinginan untuk rafting  terkabul  di sebuah sungai di Pulau Dewata.  Hm... Sebagian besar orang-orang yang menikmati liburan di  Bali pasti ingin bercengkrama dengan pantai yang terkenal keelokannya ke seantero tapi tidak dengan kami, kedatangan kami ke Bali kali ini hanya untuk menikmati semburan air sungai bali. Yaps just fun Rafting in Ayung River Bali. Tepatnya di daerah ubud kira-kira 1 jam perjalanan dari Denpasar.





Sampai di  Bahama kami langsung menggunakan pelampung dan memasang atribut yang lain.  Menuju star point kami harus berjalan agak lama dan menyusuri anak tangga yang lumayan panjang. lupa eh ngitung berapa anak tangganya. Sebelum memulai rafting kami dikenalkan dengan pemandu yang akan membimbing dan memimpin rafting kami, selanjutnya kami diberi instruksi cara menggunakan dayung & aba-aba panduan  dalam berbagai rintangan nantinya. Setelah diberi pengarahan, kami bersiap untuk memulai petualangan kami.. Dan inilah rintangan awal, saat memulai dari starting point kami langsung di hadapkan dengan arus sungai yang deras serta undakan batu sungai yang cukup menghujam, wouw… seketika tubuh kami melayang sedikit ke udara. hihihi…seru banget.
 Setelah menempuh anak tangga

kami menempuh sungai ayung ini selama dua jam. Nuansa Bali ternyata tetap terasa kental di sungai ini. Dinding sungai menjadi nilai karya seni yang maha indah setelah di pahat oleh para seniman-seniman Bali. Benar kata orang-orang kebanyakan" orang Bali pantang melihat batu nganggur"..he..yaps tangan mereka gatal untuk terus mengukir.

Berbagai pemandangan bisa kami nikmati sepanjang perjalanan. Kehidupan masyarakat Bali di pinggir sungai, persawahan, dan hotel-hotel bali yang memilih sungai sebagai nilai lebihnya. di samping di beberapa bagian terdapat sungai dengan aliran yang cukup tenang kami bisa turun dan berenang di sana. Air terjung dengan ketinggian sampai 30 meter pun tersedia di sungai ini. Huh guide kami pun membiarkan kami berlama-lama di bawah air terjun. Luar biasa merasakan cipratan air terjun di tubuh. Berasa di Pijit.pijit.
 Bercengkarama dengan penduduk di pinggir sungai yang sedang membuat tempat sesajen

Sialnya kami, kami mendapatkan Guide yang senangnya jailin orang. Beberapa kali kami dibenturkan ke batu-batu, air pun langsung menjiprat tubuh dan bahkan sampai  terjungkir balik. Teriakan membahana dan sang guide tertawa dengan puasnya. Tapi di bawah bimbingannya kami  benar-benar menikmati rafting kali ini. Kami mampu melewati titik berbahaya di jalur sungai ayung ini. Dan yang paling mengasyikkan adalah kami selalu berhasil menyalip setiap perahu di depan kami dan berhasil memenangkan perperangan air. he...

Puasssssssssssssssss, tapi sayang sekali ukiran batu dan tembok sungai ayung yang bernilai seni tidak bisa kami abadikan. Beberapa air terjun pun tak terekam kamera. but nevermind lah, Yang terpenting memori kami telah merekam keindahan sunagi ini.
 Rafting di Bali ini menjadi rangkain akhir perjalanan sepuluh hari menempuh lombok dan mampir sebentar di Bali. Liburan yang sangat menyenangkan tentunya.. satu paket komplit. wisata Gunung, Danau, Budaya, Laut dan pantai, wisata belanja dan terakhir menikmati wisata Sungai. Great Experience... untuk semua rekan trimakasih telah menjadi teman perjalanan yang mengasyikkan. mari kita susun rencana berikutnya dan yang terpenting adalah mari jaga alam ini.....