16.11.09

HOLLAND INDONESIA FESTIVAL 2009


Konon katanya ini adalah festival budaya Belanda pertama di Bogor. Festival ini diselenggarakan atas kerjasama Fined( organisasi pemerhati budaya Belanda), Bogor Hotel Institute, Dinas Kepariwisataan Bogor, Neso, Kedutaan Besar Belanda, dan Hotel Salak. Acara ini hanya digelar sehari. Sebagi info akan ada acara Japan Indonesia Festival ditempat yang sama tanggal 26 Desember 2009.

Pada acara ini ditampilkan berabagai kebudayaan Belanda dan Indonesia (khususnya Bogor). Bebera penampilana kebudayaan Belanda adalah pemutaran Film tentang negeri Belanda yang berjudul Say Cheese, penampilan paduan suara yang membawakan lagu Ik Hou Van Holland, Jazz Performed dll. Sementara penampilan budaya Bogor adalah Tari Jaipong, Merak, penampilan wayang dll.

Juga ada Pameran foto kota Bogor zaman Belanda dulu kala. Seperti kita tau, Bogor tidak lepas dari sejarah dan akar budaya Belanda. Nama Bogor sendiri berasal dari kata Belanda " Buitenzorg" yang artinya tanpa kecemasan atau aman tenteram. KarenaKesejukan udaranya kota ini dijadikan sebagai tempat peristirahatan dan pusat penelitian Botani dan pertanian. Itulah sebabnya sampai saat ini sebagian besar pusat penelitian Botani dan pertanian berada di Bogor.


Pada acara ini pun terdapat bazar makanan Belanda seperti Poffertjes, Bitterballen, Crogquettes,Onbijtkoek, dll. Disamping bazar makanan ada juga bazar berbagai kerajinan khas bogor seperti batik dan wayang.
read more “HOLLAND INDONESIA FESTIVAL 2009”

15.11.09

Holland Education Fair 2009


Dua hari bernuansa Belanda, itulah pengisi libur week end ku minggu ini. Sabtu 14 November menemani si eza dan Nani ke Holland Education Fair di Hotel Mulia dan Minggu 15 November 2009 bersama anak kosan ke Holland Indonesian Festifal di Hotel Salak Bogor. Dua acara tentang Holland dengan tema dan bentuk acara yang berbeda.

Holland Education Fair
Pameran pendidikan Belanda yang diselenggarakan Oleh NESO Indonesia ini diikuti oleh beberapa Universitas Belanda. Diantaranya bisa dilihat Pict dibawah. Tapi sayang Universitas tempat aku berencana akan short course tidak ikutserta dalam acara ini.Dari kesemuanya itu hanya stand ITC, Uthcret University, Waganingen dan Groningen yang sempat kusinggahi. Karena memang ini Universitas yang dari dulu sudah masuk listku. . Meskipun saat ini aku sedang menjalani proses seleksi di salah satu scholarship untuk other country, but Netherland still be My Dream he....



International Institut For Geo-Information Science and Earth Observation (ITC)

Ini adalah stand pertama yang kukunjungi. aku sempat menanyakan beberapa hal yang selama ini mengganjal dihatiku tentang ITC. Mr. Thom menjelaskan semuanya dengan jelas. eh tampa sengaja aku melihat pict yang dipajang di wallnya. eh ternyata disitu ada foto mba Seta. Mba Seta adalah peneliti Deptan yang baru kembali dari masternya di ITC dan beberapa bulan ini aku bekerjsama dengan beliau dalam satu project. Dan kebetulan semasa di belanda Mr. Thom ssangat dekat dengan Mba seta. Jadilah kami bercerita tentang mba Seta. Finally Mr Thom mengatakan" I believe U will joint with my Institute" lalu aku hanya berkata amin...he...
Mr. Thom
Mba Seta yang pake kerudung berbaju merah

Utcreth University
Kota Utchret adalah kota Pendidikan di Belanda. karena memang di daerah ini jumlah uniersitas sangat banyak. Di stand ini aku betanya banyak hal sama Miss Bebeca. Dan ketika aku mengatakan aku berencana awal 2010 ikut short course di Unesco IHe, miss ini pun langsung menyerahkan alamatnya dan emailnya. Huh...senangnya diriku he...karena tau kenarsisan ku miss Bebeca menawarkan dirinya untuk mengambil foto untukku di wall standnya. he...jadi malu
Miss Bebeca
Foto hasil Jepretan Miss Bebeca..he...

Waganingen University

Universitas ini adalah universitas, dimana teman kosanku uni Asma Sembiring akan melanjutkan ilmunya (bocoran beliau adik kandungnya Tiffatul Sembiring, menkominfo, nga nyangka bisa punya teman dekat adiknya menteri he.. halah..penting nga sih?). Kebanyakan peneliti di Badan Litbang Pertanian yang mengambil master di belanda berada di Universitas ini.
tidak banyak yang kutanyakan distand ini karena info tentang universitas ini sudah banyak kudapaktkn dari senior di litbang pertanian
Groningen University

Stand ini stand yang paling sebentar kukunjungi. Karena bidang yang kulirik di universitas ini, syaratnya terlalu tinggi untukku. dan aku merasa kemampuanku tak sampai untuk itu. bahkan pada seorang Mr disana aku mengatakan sepertinya seumur hidu aku tak akan pernah sanggup memenuhi persyaratannya. lalu sang Mr pun tersenyum padaku

Presentasi Neso dan Erasmus Mundus
Yang pertama kali menyampaikan presentasinya adalah Neso. disini dijelaskan sekilas tentang dunia research dan pendidikan di belanda, tentang Scholarship dan tedikit tahap-tahap yang harus dilakukan para scholarship hunter, yang menginginkan Belanda sebagai tempat studynya

Presentasi Erasmus Mundus disampaikan oleh alumninya bukan dari perwakilan Erasmus Mundusnya. Sehingga jawaban dari mereka sedikit tidak memuskan beberapa orang yang bertanya. Oh ya si Eza pada sesi ini mendapatkan door prize sebuah kaos. kaosnya lucu juga...
read more “Holland Education Fair 2009”

SEMINAR NASIONAL BUAH NUSANTARA



Kebangkitan Buah Nusantara Untuk Memperkuat Pasar Domestik dan Meningkatkan Ekspor Buah, itulah tema dari seminar nasional Buah Nusantara yang kuikuti tanggal 28-29 Oktober 2009 lalu. Seminar ini diikuti oleh hampir 200 orang peserta, mereka terdiri dari peneliti dari seluruh Indonesia, para pemerhati buah dan pihak swasta yang bergerak dalam usaha buah. Acara Seminar ini terdiri dari seminar panel, sidang kelompok dan pameran poster. Dan Keynote Speech pada acara ini adalah Menteri Pertanian dengan membawakan tema: Buah-Buah Nusantara, Harapan dan Tumpuan Perekonomian Nasional untuk Kesejahteraan Petani.

Diskusi Panel

Diskusi panel pada seminar ini dibawakan oleh Dirjen Hortikultura Deptan, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Depdag, Ahli Buah dari India, dan salah seorang pengusaha yang bergerak dalam bidang distribusi buah.

Dari apa yang disampaikan para pemakalah utama ada beberapa informasi penting:
1. Jumlah impor buah Indonesia lebih tinggi dari jumlah ekspor. Ini menunjukkan, bahwa peluang Indonesia masih sangat besar dalam pengembangan buah khususnya buah Tropika.

2. Kontribusi buah indonesia di Pasar dunia menurut data WHO tahun 2007 masih sangat kecil.
berikut beberapa data tersebut:

a. Jambu biji/Mangga/ Manggis kontribusinya 0.105 %
b. Nenas Segar Kontribusinya 0.016 %
c. Nenas Olahan Kontribusinya 7,76%
d. Tenggerine, Manggarin kontribusinya 0.0002 %
E. Pisang 0.013%
f. Pepaya 0.016 %

3. Untuk dapat bersaing dengan buah dari luar maka Pengembangan buah tropika Indonesia harus mengangkat keunggulan lokal. karena keunggulan ini tidak dimiliki oleh Bangsa lain. dan Para konsumen Luar negeri sangat tertarik dengan buah keunggulan lokal tersebut.

4. Tangangan buah Indonesia saat ini adalah Buah yang cepat rusak dan pengolahan pasca panen yang masih sangat kurat. ini tentu menjadi tugas para peneliti di Badan Litbang Pertanian untuk menjawab permasalah diatas.


Yang menarik lagi adalah materi yang disampaikan oleh ketua ASEBSINDO Indonesia beliau menjelaskan tentang sangat perlunya mengangakat buah dengan keunggulan lokal. Dari pemaparan beliau juga dapat diambil kesimpulan bahwa penduduk Indonesia konsumsi buahnya masih sangat rendah. Dan Berbeda sekali dengan negara luar. Beliau mencontohkan Negara Jepang. negara ini adalah negara dengan konsumsi buah yang cukup tinggi. Masyarakat jepang mau membayar berapa pun untuk membeli buah, apalagi untuk buah dengan ciri unik dan mengangkat keunggulan lokal. seperti semangka berbentuk kotak ini dijual dengan harga hampir 16 juta. Waw...fantastis.

Terakhir beberapa pembicara menyampaikan kepada semuanya agar membeli buah produk Indonesia. karena ini akan membantu para petani Indonesia. Dan tentu dampak besarnya adalah meningkatnya kesejahteraan penduduk Indonesia.
read more “SEMINAR NASIONAL BUAH NUSANTARA”

13.11.09

LIBRARY DAN PUBLISHER EXPO: TERKESAN DENGAN STAND PUSTAKA DAN ARSIP DAERAH PAPUA

Saatnya berburu buku dan ilmu: itulah sloganku hari itu, saat menghadiri hari terakhir Indonesia Library and Publisher Expo 2009. Maklum hari terakhir pemaran buku biasanya akan ada diskon besar-besaran. Bahakan ada yang sampai 80%. Benar saja hari itu hanya dengan uang kurang dari Rp. 200. 000 aku bisa membawa lebih dari empat kantong buku. Tapi sayang sampai hari ini buku itu belum ada yang kubaca. Oh ya sehari setelah Indonesia Library and publisher ini juga ada Indonesian Book Fair.

Library dan Publisher expo ini diikuti oleh pusat pustaka berbagai lembaga pemerintah pusat dan pustaka provinsi di Indonesia, disamping penerbit tentunya. Beberapa Pusat pustaka pemerintah pusat yang yang meramaikan acara ini adalah : Departemen Pertanian (cie..). Departemen Kesehatan, BPK, BPS, Bank Indonesia, Deplu, Pariwisata, dan Depkominfo. Untuk daerah Jabar, Jateng, Jatim, Sumatera Utara, NTB, NTT dan Papua.

Menghabiskan waktu di stand Pustaka dan Arsip daerah Papua.

Mampir di stand Papua, cukup berkesan bagiku. Pun bertemu dengan bapak-bapak lupa menanyakan siapa namannya. Pertemuan dengan si bapak menghasilkan obrolan asyik dan panjang he...Apalagi aku pun menceritakan bahwa aku pernah tinggal di Biak. Lalu sibapak pun berceriita banyak tentang sejarah biak, perlawana rakyat biak dibawah Frans Kaisieopo yang namanya diabadikan menjadi nama Bandara di Biak, tentang pulau OWI yang indah dll.


Buku Jhon Manangsang: Catatan Seorang Dokter Dari Belantara Boven Digul
Banyak arsip-arsip daerah ini yang cukup menarik perhatianku. lalu secara singkat sibapak juga menjelskan tentang arsip dan buku-buku yang menarik perhatianku itu. Sampailah ketika aku membuka buku yang ditulis Jhon Manangsang yang berjudul Catatan Seorang Dokter Dari Belantara Boven Digul. Buku ini kembali membawa memoriku pada akhir tahun 2007. Disaat aku masih bimbang dengan keputusanku untuk ke papua. Disuatu malam seorang sahabat dekatku mengirim sms yang intinya menyuruhku untuk menyaksikan Metrotv segera. Lalu perintah itupun aku lakukan. What ups? ternyata saat itu ada program Kick Andy dengan bintang Tamunya Jhon Manangsang ini. Saat sibapak bercerita tentang segala perjuangan dan perjalanan hidupnya, akupun menangis. cerita sibapak akhirnya meyakinkaku bahwa papua adalah pilihanku.

di stanad ini, aku mencoba membaca buku ini secara kilat. Yang intinya buku ini bercerita tentang perjuangan sang dokter membantu masyarakat dengan keadaan yang sangat terbatas. Yang akhirnya harus bisa memanfaatkan alam untuk bahan dan alat medis. Dan yang menarik lagi bukun Jhon Manangsang yang ada di Perpus dan arsip Papu ini adalah catatan asli, hasil ketikan sang dokter. Meski buku itupun saat ini telah diterbitkan. dan Alhamdulilah hari itu aku pun mendapatkan buku itu. lumayan menjadi pembakit semangat buat ku dan buat seoarang sahabatku yang saat ini harus menjalani hidup di Papua, mengikuti sang suami. salut ia pun meninggalkan segala keglamoran hidupnya di jakarata dan pekerjaannya di sebuah perusahaan bonafit. dan catatan-catatan yang ia kirimkan sunggguh luar biasa....

beberapa koleksi buku lain yang sempat sekilas kubaca


read more “LIBRARY DAN PUBLISHER EXPO: TERKESAN DENGAN STAND PUSTAKA DAN ARSIP DAERAH PAPUA”

12.11.09

ENAM HARI MENCARI DATA....

Enam hari mengitari hampir empat belas kota di jawa tengah sungguh melelahkan. Inilah pejalanan panjang ku mencari data curah hujan. he...kerjaannya nga bakal jauh-jauh dari curah hujan. Dan pencarianku kali ini adalah ke kantor dinas PU Pengairan kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Maklum data curah hujan dari lembaga ini dapat diakses secara gratis. tentu ini berbeda dengan lembaga B***********G yang memang telah diberi mandat khusus oleh negara ini untuk hal tersebut. Setelah mengkalkulasi kebutuhan dangan tarif lembaga tersebut, ternyata kami tak mampu membelinya. yah terpaksa deh enam hari mencari data. Bayangkan untuk penelitian ini, kami membutuhkan data harian dari lebih 300 stasiun hujan untuk periode waktu 24 tahun. Jadi bisa dihitung uang yang harus kami keluarkan untuk membeli data itu... tekor rek...

Ketika bertemu dengan kabag hidrology PU Boyolali, beliau sempat menanyakan kenapa nga minta data ke Staklim B*******G yang disemarang aja mba? kan datanya lengkap. "Kemaren juga ada yang dari lipi, dan tadi pagi juga ada yang dari Undip' tambah sang bapak. dalam hati saya cuma berguman...belum tau si bapak kalo disana bayar he...

Jadi ingat masa-masa skripsi dulu, disaat sangat butuh data. eh malah disuruh bayar 1,5 juta. huh..duit dari mana pak? finally, tidak jadi menggunakan data tersebut. terpaksalah mengumpulkan data dari dinas pengairan. Mungkin bagi sebagaian mahasiswa meteorology yang butuh data akan menaruh rasa yang tidak baik buat lembaga yang saya sebut diatas. ayo mahasiswa meteo pada ngaku? he...Whateverlah....tapi seperti kata pepatah banyak jalan menuju roma.

Perjalanan

inilah kota-kota yang dalam enam hari harus kukunjungi: Pekalongan, kendal, semarang, ungaran, salatiga, boyolali, solo, karanganyar, sragen, purwodady, demak, kudus, jepara, temanggung dan Wonosobo. Kota-kota ini posisinya berada di Barat, tengah, utara dan selatan Jawa tengah. Perjalanan ini kutempuh dengan menyewa sebuah mobil APV di Ungaran Jawa Tengah, Punya seorang kenalan di BPPT Jateng. Maklum nga kebagian mobil kantor, karena memang semuanya digunakan untuk perjalanan dinas para peneliti.

Perjalanan yang nekad juga, maklum aku hanya berangkat bersama sopir yang baru kukenal. dan sebagiaan besar kota yang kutuju adalah kota yang belum pernah kudatangi. Perjalanan benar-benar meraba hanya berbekal alamat kantor dinas PU dan no telpnya. Akhirnya yah...muter..muter. tiap sebentar berhenti bertanya dimana alamat ini, bertanya dimana warung makan padang (maklum, masakan jawa perutku dari dulu tak pernah bisa menerimanya), bertanya hotel dimana. pokoknya benar-benar penuh dengan pertanyaan.

Beberapa objek lain yang terekam kameraku dalam perjalanan ini:
(menikmati es kelapa di Bawen with BPTP Jateng Crew)
Antara Demak-Semarang
Mesjid Agung Demak: Sebuah Mesjid dari kerajaan Demak
Satu sisi kota Jepara: Sebuah Kota yang indah dan rapi penuh dengan ukiran
Wonosobo: Daerah Pertanian, dingin ei....apalagi daerah dieng..

Sempat mampir di kediaman Syehk puji yang Fenomenal: Wuih mantap kekayaanya. Setiap mobil mewahnya ditempatkan pada satu bangunan yang dikellingi kaca. masyarakat setempat menyebutnya aquarium mobil...he...

read more “ENAM HARI MENCARI DATA....”

6.11.09

BOCAH TAK BERBAJU



(seorang bocah kecil tak berbaju, yang terekam kamera ku di kawasan Gambir, Jakpus)


Beh...hari gini masih ada manusia tak berbaju di kota metropolitan Jakarta???. Si bocah berjalan dengan santainya sambil menghampiri orang-orang dan menadahkan tangannya. Alasan kenapa sibocah tak berbaju pun tak jelas. Mungkin saja, benar-benar tak memiliki selembar pakaian pun atau mungkin juga sebagai sebuah trik untuk mendapat uang lebih banyak dalam usahanya mengemis.

Kejadian datangnya bocah tak berbaju ini, sontan menjadi sorotan orang-orang disekitarnya. termasuk aku yang reflleksnya, mengeluarkan kamera digitalku dari dalam tas. lalu berusaha memotretnya. lumayan susah juga karena nih sibocah jalannya kencang banget. Ketika mengambil pict ini, eh malah aku yang dijadikan pusat perhatian sambil mereka mengeluarkan candaan. akhirnya dengan cueknya aku pun berlalu......
read more “BOCAH TAK BERBAJU”

5.11.09

LAMA TAK BERBAGI: I MISS UUUUUUU

My Blog Long time no see with you. Lama Tak berbagi denganmu, dan lama tak dengar kabar tentangmu....Lalu Pict dibawah ini mewakili perasaanku untuk mu...(he...)


Banyak hal yang ingin kuceritakan pada mu. Tentang kesibukan ku akhir-akhir ini, hingga aku pun tak sempat berbagi denganmu. Tentang perjalanan panjangku mengitari 14 kota di Jawa tengah, tentang kegiatan penelitiannku di Indramaya, tentang lokakarya di jatiluhur, tentang berbagai seminar yang kuikuti beberapa minggu terakhir ini, tentang perjuanganku yang selangkah lagi menuju mimpiku untuk segera menempuh pendidikan masterku di tahun 2010, tentang keberengkatan short courseku Ke Belanda yang harus tertunda sampai bulan Maret 2010, tentang persiapanku, mengambil cuty mengunjungi beberapa negara di kawasan Asia Tenggara dan banyak lagi....intinya aku sudah tak sabar lagi ingin berbagi dengan mu, sekali lagi I MISSSSS UUUUUUUUUUUUUUUUU
read more “LAMA TAK BERBAGI: I MISS UUUUUUU”

4.11.09

JAKARTA CITY TOUR SESSION 2



Beberapa minggu yang lalu tepatnya tanggal 18 Oktober 2009, bersama teman-teman Komunitas Backpacker Murah, aku kembali menyusuri sudut-sudut Sejarah kota Jakarta yang mungkin mulai tersisihkan oleh peradaban. Trip yang diberi nama Jakarta City Session 2 ini, menempuh rute museum Bank Indonesia-Jembatan Kota Intan-Klenteng Glodok- dan terakhir Pelabuhan Sunda Kelapa. Museum Fatahillah dijadikan sebagai star point perjalanan .Dengan seragam kaos putih, jam 8 pagi trip ini kami mulai.
Rata Penuh

Museum Bank Indonesia
Museum Bank Indonesia adalah tujuan pertama kami. Nuansa Museum ini, sungguh jauh berbeda dengan nuansa museum kebanyakan di Indonesia. Museum ini dikelola dengan sistem High technology. Memasuki ruang museum kita akan menemui ruang gelap dan dipandu oleh seorang guide. Lorong pertama, kami disuguhi dengan permainan menangkap uang. Pada layar akan tampil gambar-gambar uang kertas lalu kita menagkapnya dengan cara tepuk tangan sejajar dengan gambar tersebut. Ruang selanjutnya adalah ruang theater, disinilah kamin disuguhi film sejarah Bank dan uang di Indonesia. Lorong-lorong selanjutnya, kami dapat menyaksikan rekam sejarah uang dan Bank di Indonesia. Pun dapat menyaksikan Koleksi Berbagai Mata uang indonesia sejak zaman dulu kala, dan tak hanya itu, dimuseum yang baru diresmikan bulan Juli 2009 ini terdapat koleksi mata uang berbagai negara di dunia.


Jembatan Kota Intan
inilah salah satu jembatan ibukota yang usianya sudah sangat tua dan saat ini jembatan ini tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Kini ia telah menjadi peninggalan sejarah kota Jakarta. Tapi miris, peninggalan sejarah ini kni, dibawahnya mengalir sungai dengan warna yang sangat pekat dan bau yang menyengat...

Konon katanya jembatan ini pertama kali dibangun pada tahun 1628 dengan nama "Engelse Brug". Pada tahun 1955 jembatan ini diberi nama baru oleh VOC menjadi" Het Middlepunt Brug" atau masyarakat jakarta lebih mengenalnya dengan sebutan jembatan ayam. Tahun 1938 jembatan ini pun berganti nama menjadi Jembatan Juliana (Ratu Belanda pada saat itu), dan sekaligus pada tersebut jembatan ini diperbaiki. Tapi sejak Indoonesia Merdeka jembatan ini berganti nama menjadi " Jembatan Kota Intan". Jembatan ini juga dikenal dengan sebutan jembatan jungkit, sebab jembatan ini dapat diangkat jika ada kapal yang ingin melintas.


Klenteng dikawasan Glodok
Klenteng ini Berada dikawasan padat di daerah glodok. ini merupakan salah sau pusat pemukimamn warga Tioghoa di Jakarta. Tapi sayang Pada hari itu kami tidak bisa masuk kedalam klenteng ini karena sedang digunakan untukkegiatan ibadah. Nama persis kegiatannya aku kurang tau, tapi yang pasti acara ini hanya diadakan sekali lima tahun. Wow...Fantastis,akhirnya dengan senang hati kami pun menyaksikan ritual ini dan juga menikmati pergelaran Barongsai dan arak-arakan berbagai ornamen Tionghoa. Seru...dan rame. Nga Nyangka bisa mendapatkan moment tersebut.


Pelabuhan Sunda Kelapa




Pelabuhan ini konon katanya telah menjadi pusat bongkar muat sejak abad ke 12... Pada masa itu pelabuhan ini dikenal sebagai milik kerajaan hindu Sunda terakhir di Jabar. Para pedagang dari berbagai daerah dan negara seperti India, Cina dan Arab banyak bertransaksi dipelabuhan ini.


Bangsa Eropa pertama asal Portugis di bawah pimpinan de Alvin tiba pertama kali di Sunda Kelapa dengan armada empat buah kapal pada tahun 1513, sekitar dua tahun setelah menaklukkan kota Malaka. Mereka datang untuk mencari peluang perdagangan rempah-rempah dengan dunia barat. Karena dari Malaka mereka mendengar kabar bahwa Sunda Kalapa merupakan pelabuhan lada yang utama di kawasan ini. Menurut catatan perjalanan Tome Pires pada masa itu Sunda Kalapa merupakan pelabuhan yang sibuk namun diatur dengan baik.

Beberapa tahun kemudian Portugis datang kembali dibawah pimpinan Enrique Leme dengan membawa hadiah bagi Raja Sunda Pajajaran. Mereka diterima dengan baik dan pada tanggal 21 Agustus 1522 ditandatangani perjanjian antara Portugis dan Kerajaan Sunda Pajajaran. Perjanjian diabadikan pada prasasti batu Padrao yang kini dapat dilihat di Museum Nasional. Dengan perjanjian tersebut Portugis berhak membangun pos dagang dan benteng di Sunda Kalapa. Pajajaran berharap Portugis dapat membantu menghadapi serangan kerajaan-kerajaan Islam seperti Demak dan Cirebon seiring dengan menguatnya pengaruh Islam di Pulau Jawa yang mengancam keberadaan kerajaan Hindu Sunda Pajajaran.

Pada tahun 1527 saat armada kapal Portugis kembali di bawah pimpinan Francesco de Sa dengan persiapan untuk membangun benteng di Sunda Kalapa, ternyata gabungan kekuatan Muslim Cirebon dan Demak berjumlah 1.452 prajurit di bawah pimpinan Fatahillah, sudah menguasai Sunda Kelapa. Sehingga pada saat berlabuh Portugis diserang dan berhasil dikalahkan. Atas kemenangannya terhadap Kerajaan Sunda Pajajaran dan Portugis, pada tanggal 22 Juni 1527 Fatahillah mengganti nama kota pelabuhan Sunda Kalapa menjadi Jayakarta yang berarti “kemenangan yang nyata”.

Armada kapal asal Belanda dibawah pimpinan Cornelis de Houtman tiba pertama kali di Sunda Kalapa (Jayakarta) pada 13 November 1596 dengan tujuan yang sama, mencari rempah-rempah. Rempah-rempah pada saat itu menjadi komoditas unggulan di Belanda karena berbagai khasiatnya seperti obat, penghangat badan, dan bahan wangi-wangian.

Sunda Kelapa Saat ini

sekarang pelabuhan ini dijadikan sebagai pusat bongkar muat barang baik dari dan ke Jakarta. Kapal-kapal disini mememiliki bentuk yang khas dengan bentuk meruncing. Jejeran kapal dengan bentuk meruncing ini menjadi pemandangan yang sangat unik. dan akan semakin indah jika datang pada malam hari. karena kemilau warna lampu kapal memberikan daya tarik tersendiri.


read more “JAKARTA CITY TOUR SESSION 2”

31.10.09

17 Oktober, Pada Sebuah Exhibition


“Mba yeli ada acara nga hari ini”, itulah pertanyaan yang diajukan sri dan sari teman kosanku pada suatu pagi di hari sabtu. “ada nanti jam dua, acara greenpeace” jawabku. Pagi itu aku memang lagi nyantai full, baru sorenya aku akan meghadiri undangan greenpeace di kawasan tugu proklamasi Jakarta. Lalu dengan semangatnya dua cemcareman ini mengajakku untuk ikut bersama mereka ke festifal Korea di Jakarta. Maklum dua manusia ini adalah penggemar hebat film-film dan budaya korea, bahkan mereka pun bisa sedikit berkomunikasi dengan bahasa korea. Finally,aku berangkat bersama mereka.

Panas terik dikawasan monas tidak mengalahkan semangat Sari dan Sri untuk mengitari kawasan ini, dan tak malu-malu pula mereka menanyakan dimana festifal korea berlangsung kepada beberapa orang dikawasan itu. Karena si Sari taunya acara festifal hari itu dilaksanakan di kawasan monas, sama seperti seminggu sebelumnya juga ada festifal jepang disana. Tapi pencarian kami hari itu gagal, setelah bertanya kepada beberapa petugas di monas, mereka mengatakan tidak ada festifal korea hari ini. Lalu dengan muka sangat kecewa, sari dan sri berguman” yah…gimana nih?”. Apa lagi si sari yang merasa bersalah full. Lalu tanpa sepengertahuan mereka aku coba Online dari Hpku mencarai info tentang festifal korea hari itu. Ternyata benar ada festifal korea hari itu tapi tidak di monument nasional tapi di museum nasional…oh My God salah informasi…tapi untunglah dari Monas ke museum nasioanal hanya berjalan kaki.

Festifal di Museum nasioanal ini adalah rangkaian dari seluruh kegiatan festifal korea yang telah dimulai beberapa hari sebelumnya. Rangkaian acara ini dilaksanakan dibeberapa kawasan berbeda dengan kegiatan berbeda pula. Pameran dan seminar pendidikan korea dilaksanakan di UI, Festifal dan pemutaran film korea dilaksanakan di Balai kartiini dan dimuseum nasional ini dilaksanakan pemeran sulam korea.

Wuih…sari dan sri senang sekali, setelah melihat berbagai kerajinan tangan beberapa ibu dari korea. Mereka pun bela-belain berdesakan dengan peserta lain untuk bisa berdialog dengan seorang penyulam dari korea, tentu dengan bahasa korea mereka yang masih sangat terbata.



read more “17 Oktober, Pada Sebuah Exhibition”

15.10.09

"NEGERI KITA, NEGERI GEMPA NAK"!


“Negeri kita, negeri gempa nak”, Itulah kalimat yang pernah disampaikan ibuku ketika kecilku. Gempa bukanlah hal yang asing bagiku. Bahkan saking seringnya gempa, dirumahku terdapat alat patokan untuk memastikan apa yang terjadi itu gempa atau tidak. Jika perasaan kami mengatakan ada gempa, maka kami akan memastikan pada patokan tersebut. Jika patokan tersebut bergoyang maka benar itu gempa. Finally, dari kalimat ibuku yang mengatakan “negeri kita negeri gempa nak”, aku mencoba membahas struktur geologi daerahku. Menjelaskan dan memahaminya secara ilmiah. Tulisan ini disarikan dari berbagai sumber termasuk salah satunya dari catatan kuliah yang pernah kudapatkan. Kebetulan pernah mendapatkan matakuliah pengantar geosains.


Indonesia secara umum adalah daerah rawan gempa. Setiap menit, seismograf mencatat terjadinya gempa di Indonesia. Tetapi tidak dirasakan oleh manusia, lantaran kekuatannya relatif kecil. Namun, bila berada di atas 4 skala richter baru bisa dirasakan getarannya. Bila berbicara tentang Sumatra Barat, sudah pasti jawabannya adalah salah satu daerah rawan gempa di Indonesia. Itu terjadi akibat, Pulau Sumatera berada di atas patahan besar Sumatra atau patahan semangko. Daerah di Sumatera Barat yang menjadi episentrum dan yang menjadi patahan utama. Seperti mulai dari Muara Sipongi-Panti-Lubuk Sikaping-Ngaraik Sianok-Pinggiran Danau Singkarak-Gunung Talang-Danau Di Atas dan Di Bawah-Air Dingin-Muaro Labuh-Gunung Kerinci. Oleh sebab itu, masyarakat yang berada dalam kawasan tersebut harus berhati-hati dan tetap waspada setiap saat.


Daerah yang berbold hitam tersebeut adalah daerah ku. Cukup unik memang. Jika terjadi gempa tektonik dan vulkanik di dearah kerinci jambi, maka daerahkupun bergetar, jika dari muko-muko Bengkulu, daerahku juga ikut bergetar, jika dari kota padang daearahku juga ikut bergetar. Dan jika kota solok gempa vulkanik akibat gunung talangnya maka daearahku juga bergetar.


Patahan ini sudah lama terjadi, sebelum Sumatra ini terbentuk. Terjadinya patahan akibat dari patahan/sesar transform (geser) yang bersumber dari dasar laut. Patahan semangko itu dimulai dari Teluk Semangko di ujung Sumatra sampai ke Teluk Andaman di Pulau Nicobar. Sampai di teluk tersebut, spreading (pemekaran). Dari sinilah, sumber terjadinya pergerakan lempeng kulit bumi karena adanya magma yang keluar ke permukaan.


Terdapat pertemuan dua lempeng besar di Pulau Sumatera, lempeng Samudra-Hindia-Australia dan lempeng Eurasia atau disebut juga lempeng benua. Ketika magma bergerak memberikan tekanan ke lempeng Samudra Hindia-Australia dan tekanan itu semakin lama semakin kuat. Sementara lempeng Eurasia cenderung bersifat pasif. Karena tekanan yang terus semakin kuat, sehingga terjadi beberapa patahan. Akibat patahan tersebut terlepaslah energi yang selama ini tersimpan dan menghasilkan gempa. Patahan itulah yang menjadi episentrum gempa.


Patahan ini ada di daratan maupun di lautan. Bila terjadi gempa akibat dari patahan di darat maka akan menimbulkan akibat kerusakan yang amat parah. Apalagi episentrumnya, sangat dekat atau beberapa kilometer kedalamannya. Dan ini, tak menyebabkan terjadinya tsunami. Lain hal, bila gempa terjadi akibat patahan di laut bisa berpotensi tsunami. Tapi tidak selalu, tergantung kepada kondisi atau bentuk patahan yang terjadi. Bila patahan itu turun alias terjadinya penurunan pada dasar laut yang cukup jauh, maka akan terjadi tsunami yang cukup hebat. Tetapi, bila patahan itu dalam bentuk pergeseran saja maka itu tak apa-apa, tak ada terjadi tsunami kecuali gelombang pasang yang cukup besar 1-2 meter.


Banyak penyebab tsunami selain patahan. Contohnya, letusan gunung berapi baik yang muncul maupun di dasar lautan. Di samping itu, longsor besar di dasar laut. Besarnya gelombang laut yang dihasilkan, hampir sama saja tergantung besarnya kekuatan masing-masing yang terjadi.
Wallahu a’lam, tak satu pun alat canggih yang bisa memprediksi kapan itu terjadi. Atau ilmu manusia pun, tak sanggup untuk mengetahuinya. Semuanya. bisa terjadi kapan saja sesuai kehendak yang Maha Kuasa. Tinggal dari kitanya saja menyikapi dengan baik. Bila berbuat yang baik, sesuai dengan perintah Tuhan mungkin musibah atau bencana itu bisa ditunda atau tak bakal terjadi. Lain hal, bila manusia sudah merusak dan berbuat maksiat serta keingkaran di muka bumi, maka sesuatu yang menakutkan itu pasti bakal terjadi.


Lempeng Samudra Hindia-Australia telah mengalami pergeseran hingga 11 sentimeter setahun. Sementara, lempeng benua di sekitar pulau-pulau Mentawai mengalami pergeseran 2-3 sentimeter setahun. Jadi yang paling ditakuti saat ini, bila terjadi patahan hebat pertemuan dua lempeng besar di palung Mentawai tersebut antara lempeng Erusia dan lempeng Samudra Hindia Australia.

Peta Gempa Sumatera Barat, 30 September 2009

read more “"NEGERI KITA, NEGERI GEMPA NAK"!”

Photobucket

blogger templates | Make Money Online