 |
| Puncak Mahameru dan Sunsetnya |
Bangga, dan kembali saya berbangga menjadi manusia yang pernah menginjakkan kaki di atap pulau jawa. Yap akhirnya dengan perjuangan tertatih kaki lemahku pun menginjak puncak mahameru, negerinya para dewa versi dewa 19. Ketertarikan untuk menaklukkan mahameru berawal ketika membaca novel 5 cm. bagi yang pernah membaca novel ini pasti punya keinginan yang sama dengan saya he..he.. dan tak hanya itu secara tak sengaja beberapa tahun yang lalu saya pun mendengarkan sair lagu Mahameru dewa 19 yang baik-bainya cukup menggugah.. secara sempurna mampu menggambarkan keindahan mahamaeru dan perjuangan menempuhnya. Dan Thanks God, akhirnya awal Juni 2011 keinginan itu terwujud. Bahkan seorang teman mengatakan "jangan berani mengaku sebagai pencinta gunung, apalagi pencinta alam jika belum menginjakkan kaki ke puncak gunung ini..." (kompor meledug..he..he..)
 |
| romantisnya Ranukumbolo |
Mahameru by Dewa 19
Mendaki melintas bukit
Berjalan letih menahan menahan berat beban
Bertahan didalam dingin
Berselimut kabut `Ranu Kumbolo`
Menatap jalan setapak
Bertanya-tanya sampai kapankah berakhir
Mereguk nikmat coklat susu
Menjalin persahabatan dalam hangatnya tenda
Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta
Mahameru berikan damainya
Didalam beku `Arcapada`
Mahameru sebuah legenda tersisa
Puncak abadi para dewa
Masihkah terbersit asa
Anak cucuku mencumbui pasirnya
Disana nyalimu teruji
Oleh ganas cengkraman hutan rimba
Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta
Mahameru berikan damainya
Didalam beku `Arcapada`
Mahameru sebuah legenda tersisa
Puncak abadi para dewa
Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta
Mahameru berikan damainya
Didalam beku `Arcapada`
Mahameru sebuah legenda tersisa
Puncak abadi para dewa
Mahameru berikan damainya
Didalam beku `Arcapada`
Mahameru sampaikan sejuk embun hati
Mahameru basahi jiwaku yang kering
Mahameru sadarkan angkuhnya manusia
Puncak abadi para dewa
Actually, ini adalah unplanned trip. Bingung dengan jadwal cuti bersama yang mendadak., tiba-tiba ada sebuah pesan di Blackberry messenger dari dheva, salah satu teman membolang saya, mengajak ke semeru. Pucuk dicinta ulam pun tiba, akhirnya ajakan itu jelas saya sambut. dengan bahagia. Sayang petualangan kali ini tidak bersama anak-anak share traveller (tim menggunung biasanya). But it is not big problem. Senang, akan berpetualang dengan teman-teman baru. yap petualangan kali ini bersama anak-anak stapala (Pencinta alam stand)..Awalnya sempat berkata" oh no mahasiswa", berasa sudah tua sekali...he..he..but it just first response. Yaps teman saya, dheva mendapatkan ajakan dari 8 orang anak stapala ini dari kaskus. dan dalam perjalanannya kami mendapatkan satu orang lagi dari kaskus juga yaitu mba ipeh. Setelah ngobrol panjang lebar, mba ipeh ternyata adalah sahabat dari salah satu sahabat menggunungku juga..*tepuk jidat ternyata dunia memang sempit ya.. Dan akhirnya tim kali ini berjumlah 11 orang.
Cerita bermula dari matarremaja
Perjalanan dimulai dari stasiun senen. kereta ekonomi matarremaja menjadi sahabat yang akan menghantarkan kami menuju malang selama lebih kurang 18 jam. Kereta ekonomi kedua saya setelah ekonomi progo (dalam perjalanan menuju slamet). Alhamdulilah kami dapat tempat duduk walau harus duduk 18 jam tanpa bisa bergerak kemana-kemana karena lorong kereta pun penuh berisi manusia dengan berbagai gayanya. Benar-benar membuat tubuh ini mencapai titik terlelahnya. Keringat mengalir deras sampai bisa diperas. Pedagang hilir mudik dengan gembolan barang dagangannya dan yang membuat sangat mengganggu adalah sauaranya merdu teriakan daganganya . Tidur nyenyak menjadi barang mahal . Potret kemiskinan bangsa tergambar jelas di kereta matarremaja ini.
Jam 6 pagi kereta kami sampai di Stasiun Kota Baru, Malang. Dan demi mengejar waktu , perjalanan dilanjutkan menunju Pasar Tumpang Malang. Dari pasar tumpang, kami harus naik mobil artop (Jip) menuju Ranu Pani, Lumajang. Ini adalah pos pendaftaran bagi mereka yang akan menuju mahameru. Di ranu Pani ini kembali Me Re-Packing seluruh logistik dan akomodasi yang akan kami bawa nanti.
 |
| Jip dari Pasar Tumapng-RanuPani |
Tepat jam 2 siang kami baru memulai perjalanan menapaki jengkal-demi jengkal tanah negeri para dewa ini melewati perkebunan masyarakat, jalanan mendatar kadang menanjak, dan kadang berbelok dan melipir. . Setelah lelah, keringat dan gerimis hujan bersatu, tepat pukul 7 malam kami sampai di Ranukombulo. Danau yang akan selalu dikenang jika menginjjakkan kaki ke kawasan semeru ini. Karena sudah gelap malam ini kami tak bisa menatap keindahanyya. Tapi esok harinya ketika pagi menjelang dan mentari tersibak keindahannya pun tak terbantahkan. di sisi lain ranukumbolo, kita pun bisa menyaksikan bukit cinta, hai,,hai...entah dari mana orang menamakanyya tapi kata teman kalo diperhartikan bukit tersebut mirip lgambar hati... tapi terus terang saya tidak bisa menemukannya. Great moment,kami bisa menikmati keindahan ranu kumbolo ini dari berbagai di mensi..sunset, sunrise dan bahkan keindahannya dalam hujan..he..he..tak hanya itu kami pun sempat menikmati suhu -4 Derajat, menyaksikan sendiri bongkahan es telah menutupi sebagian tenda kami...
 |
| Ranu Kumbolo dan esnya |
 |
| Padang savana Ranu Kumbolo |
 |
| Menikmati pagi di Ranukumbolo |
 |
| Tenda di Ranu Kumbolo |
 |
| Tanjakan Cinta |
Dan Pagi itu kami habiskan dengan bercengkarama, memasak, bercerita, bernyanyi dan bergiosip ria di pinggir danau ranukumbo. agak siang perjalanan kami lanjutkan dengan tujuan akhir hari kedua adalah tanjakan tajam Arcopodo.
Dari Ranukumbolo kami melewati bukit cinta. tapai gagal memperttahankan satu mitos yang dipercaya sebagian orang yang kesana. konon katanya bagi siapa yang punya kekasih, tidak boleh menioleh ke belakang jika berada di bukit ini. jika menoleh sesuatu yang buruk akan terjadi dalam hubungan percintaannya. Karena saya orang yang tak percaya mitos, larangan itu tidak saya indahkan..luar biasa. oh luar biasa indahnya ketika menatap ranu kumbolo dari bukit ini. Setelah lama tertegun menikmati Maha Besarnya ciptaan tuhan perjalanan di lanjutkan dan kami dihadapkan dengan pemandangan yang maha indah lainnya. ini lah yang namanya oro-oro ombo. hamparan rumput dan bunga berwarna ungu sungguh tertkira... Tuhan terima kasih telah kau ciptakan keindahan ini...damai dan damai batin ini menyaksikan ungu dan hijau silih berganti terpantul dari retina mata.
akhirnya pukul 14,00 kami sampai di kalimati. Sebagian besar pendaki memilih ngecamp di kalimati ini sebelum selanjutnya menuju puncak. tapi kami bersepakat akan menghabiskan malam sebelum summit attact di arcopodo. konsekwensinya adalah harus membawa semua logistik menuju tanjakan-tanjakan tajam yang didominasi oleh akar-akar pepohonan. Arcopodo memang aduhai dahsyatnya. ketika lutut bertemu kepala dan ketika tagan-tangan kami pun harus memegang erat setiap pohon dan rerantingan. pukul 17.00 kami sampai di Arcopodo. memasang tenda dan segera beristirahat karena tengah malam nanti kami akan summit menuju puncak mahameru.
 |
| Kali Mati |
Perjalanan Summit.
Perjalanan summit menuju puncak mahameru kami mulai tepat pukul 12 malam. berbekal headlamp dan logistik secukupnya kami siap menapaki tanjakan paling tajam dengan trek pasir. inilah trek yang paling susah karena ketika kita melangkah, pasirpun turun sehingga perpindahan jarak yang terjadi cukup kecil sekali. belum lagi jalanannnya yang sempit. head lamp pendaki lain menyala dengan indahnya membetuk konfigurasi garis sampai pada ketinggian yang masih sempat ditangkap oleh retina mata kami. dan ujung lampu ini kadang membuat saya berguman, waw ternyata perjuangan masih sangat panjang saudara. Waktu pun berjalan dan samar perlahan tapi pasti batas gariscakrawala pun mulai menampakkan warna kejinggaan. inilah yang disebut fajar. pertanda sebentar lagi subuh akan datang....
 |
| Oro-Oro Obo |
 |
| Oro-Oro Ombo |
 |
| Saya di Oro-Oro Ombo |
|
Langkah demi langkah, keringat demi keringat terus mengalir, dan akhirnya puncak mahameru saya tapaki. tak hanya bersujud syukur disana. lebih dari itu saya pun sholat shubuh di puncak gunung itu. inilah kesempatan pertama saya menikmati sholat di puncak gunung, ketika tak ada satu pun yang menghallangi saya dan Dia. Thanks God..mengharu biru...biru pergilah bersama keharuan ku (lho..????)
seperti biasa kemenangan ini pun kami nikmati. berfoto dan bernarsis ria sambil menungggu sang mentari muncul. sebuah episode yang di nanti. dan akhirnya keindahan sun-rise di puncak mahameru ini menyempurnakan perjuangan kami menuju tanah tertinggi di Pulau Jawa ini...
 |
| Puncak Ei |
 |
| Tim Kami di Puncak Mahameru |
|
Read More......