10.8.16

Melirik Real Time Control untuk mengatasi banjir di Kota-Kota Besar Indonesia


Banjir adalah salah satu bencana alam yang sangat akrab dengan masyarakat  Indonesia  saat ini. Frekwensi dan intensitas kejadiannya pun terus meningkat. Intensitas curah hujan yang tinggi dalam waktu yang singkat serta semakin berkurangnya daerah resapan air disinyalir sebagai penyebab banjir  terutama yang terjadi di kota-kota besar. Konversi lahan-lahan terbuka hijau sebagai tuntunan peradaban manusia  adalah fakta yang memang sangat sulit dicegah.
Perubahan pola dan intensitas curah hujan adalah salah satu dampak perubahan iklim yang menjadi isu paling hangat bagi para pemerhati lingkungan beberapa dasawarsa belakangan ini.  Daerah-daerah perkotaan yang curah hujannya diproyeksikan akan meningkat, memiliki peluang ancaman banjir  yang semakin besar pula. Oleh karenanya perlu berbagai upaya  untuk mengurangi  peluang kejadian serta dampak resiko banjir tersebut.
Salah satu solusi untuk mengurangi peluang kejadian banjir di kota-kota besar seperti  Jakarta adalah pembangunan penampungan air bawah tanah yang dibangun dengan sistem otomatis ( Real time control). Bangunan bawah tanah yang saat ini telah banyak digunakan sebagai lapangan parkir bisa digunakan untuk mengembangkan sistem ini.  Secara sederhana konsep penampungan ini adalah dengan membangun beberapa lapis ruangan di bawah tanah.  Lapisan paling bawah adalah lapisan utama untuk penampungan air, kita sebut lapisan ini lapisan pertama pertama, lapisan kedua dan lapisan ketiga bisa digunakan untuk parkir kendaraan atau untuk kepentingan lainnya.
Konsep Real Time Control untuk mengurangi banjir di kota-kota besar
Pada saat  hujan besar  terjadi, air masuk dalam penampungan melalui pintu utama menuju  lapisan pertama. Pada penampungan pertama ini dibangun real time control  berdasarkan tinggi muka air. Jika air sudah sampai pada nilai ambang (threshold) tertentu, sistem kontrol akan memberikan sinyal bahwa penampungan akan segera penuh terisi air.  Penampungan kedua yang pada keadaan normal bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lain (misal untuk parkir) sudah harus dipersiapkan dan dikosongkan untuk menampung air. Ketika penampung pertama sudah penuh, maka secara otomatis pintu tampungan kedua akan terbuka dan air akan mengalir pada tampungan kedua ini. Jika genangan semakin besar, pada keadaan yang sangat ekstrim dan dadurat, penampungan ketiga yang merupakan tempat parkir kendaraan bisa digunakan dengan sistem kerja yang sama. Air-air yang ada pada sistem tampungan ini akan dilepaskan secara otomatsi pula menuju saluran-saluran buangan seperti muara sungai atau untuk pemanfaatan lainnya. 
Pembangunan sistem ini, dalam pandangan saya,  di kota-kota besar seperti Jakarta sudah harus mulai dipertimbangkan pengaplikasiannya. Jakarta adalah pusat ekonomi dan pusat pemerintahan Indonesia.  Hampir 70% ekonomi Indonesia ada di Jakarta. Lumpuhnya Jakarta akibat banjir, artinya juga kelumpuhan ekonomi Bangsa Indonesia. Disamping itu sistem ini juga perlu diaplikasikan di pusat-pusat pemerintahan utama seperti pusat pemerintahan. Sungguh ironis sekali  jika istana kepresidenan harus tergenang banjir seperti yang pernah terjadi di Indonesia. Terakhir yang tak kalah penting juga adalah di pusat-pusat cagar budaya karena tempat itu adalah tempat bersemayamnya beribu nilai historis yang tidak akan tergantikan oleh nilai yang lain.

12.3.15

Welcome Back Dresden... Dan Perjuangan ini akan saya selesaikan di kota ini

Dan perjuangan akhir dimulai
Dan hari ini saya kembali menulis dari Dresden, kota diperbatasan German dan Republik Ceko. 1,5 tahun yang lalu perjuangan saya mulai di kota ini, dan In Sha Allah perjuangan ini pun akan diakhiri dengan manis di kota ini. Tak terasa sudah sebulan disini. Saya kembali ke kota ini, setelah keputusan akhir concortium meeting di program FRM menyatakan saya harus melakukan master thesis saya di Technical University of Dresden. Walau pada awalnya sedikit kecewa dengan keputusan ini, karen tidak mendapatkan pilihan pertama  untuk topik thesis, tapi ya sudahlah saya tak punya pilihan lain  and  just said : welcome back Dresden.  Semoga ini menjadi jalan terbaik untuk jalan hidup saya selanjutnya.  Yaps rencana Allah maha indah dari rencana kita. 

Karena sudah pernah tinggal dan hidup enam bulan di kota ini, jadi datang kembali ke Dresden sudah tidak menjadi masalah besar buat saya. Satu yang saya garis bawahi, dari petualangan saya tinggal di beberapa negara, ikatakan kekeluargaan Indonesia di Dresden adalah yang paling kuat. So hal ini pulalah yang memantapkan hati saya kembali ke kota ini.

Pertama datang kembali ke Kota ini, saya sedikit ragu dan cemas. Karena di German, khususnya di Dresden sedang hangat-hangatnya isu anti Islam. Dan di Dresden ada sebuah gerakan  anti Islam yang mereka menyebut kelompok mereka dengan nama PEGIDA. Hampir tiap minggu mereka mengadakan demonstrasi. Intinya mereka mulai resah dengan banyaknya pendatang muslim di Dresden, dan beberapa sektor ekonomi di kota ini pun mulai dikuasai oleh pendatang muslim terutama dari Turky.  Walau sempat hangat, karena sempat ada pembunuhan satu orang muslim dari Afrika, tapi saat saya menulis ini, semangat dari gerakan ini pun sudah mulai melayu dan menurun. So till now, everything is going fine here.

Untuk masyarakat Indonesia sendiri,  Bapak kedubes  Indonesia di German, Bapak Fauzi Wibowo (ex Gubernur DKI) sengaja datang ke Dresden, bertemu walikota di sini dan tentu juga bertemu dengan penduduk Indonesia di sini. Intinya beliau meyakinkan bahwa segala sesuatunya akan berjalan baik-baik saja. So jangan takut dan panik hanya perlu berhati-hati dan waspada.

yeah kampus saya ditengah hutan 
Sebulan pertama di kota ini, saya memang harus berjibaku dengan proposal master thesis. Butuh waktu hampir tiga minggu buat saya untuk mengerti ini sebenarnya penelitian saya tentang apa. Dan untuk itu saya harus membaca lebih kurang 100 jurnal.  Prestasi pertama dalam hidup saya. Walau sebenarnya ini bukan hal baru bagi saya tapi tetap saja it was very challenging. Alhamdulilah hari ini saya bisa submit proposal saya. Dan akhirnya  punya waktu sejenak untuk bertandang dan bercerita di blog ini. 



Pelajaran pertama yang saya pelajari pada tahap awal thesis,  menjaga semangat merupakan hal yang paling penting dan susah. Memotivasi orang lain ternyata kadang lebih mudah dari pada memotivasi diri sendiri. Maka memang kita harus pandai-pandai mencari jalan agar semangat tetap menyala. Hal yang saya lakukan so far ketika saya benar-benar kehilangan semangat adalah pergi ke slub (perpustakaan). Bukan untuk mencari buku atau apa, hanya untuk melihat orang lain belajar... and somehow itu kembali memotivasi saya. Dan hal lain yang saya lakukan adalah lari atau jogging.. hahaha entah bagaimana hubungannya, tapi itu ampuh untuk kembali menjaga semangat saya. 


detik-detik menjelang submit
Alhamdulilah saya sudah melewati tahap awal thesis saya, dan saya siap menghadapi fase selanjutnya. Mohon doanya ya saudara-saudra. Dan buat teman-teman yang juga sedang berjuang menyelesaikan master thesisnya selamat berjuang kawan, kita tau ini tidak mudah, tapi kita yakin, kita bisa. 








Salam pusing dan rindu 
dari lembah peradaban elbe 




3.1.15

MAROCO, MY FIRST AFRICAN COUNTRY



Yippie, akhirnya saya menginjakkan kaki  untuk pertama kalinya di Benua Hitam, Afrika.  Lagi-Lagi saya tidak pernah menyangka bahwa saya akan sampai di benua ini. Ini adalah benua keempat saya di tahun 2014. Yaps tahun ini saya punya kesempatan yang tergolong banyak untuk traveling bahkan mengelilingi hampir 3/4 bagian dunia. Eropa, Amerika, Asia dan Afrika. Tinggal satu benua sebenarnya, Australia. Sayang satu kesempatan  untuk mengunjungi benua ini terlewatkan. May be next time, hopefully. 

Berhubung pada saat itu saya sedang menempuh pendidikan di UPC Barcelona, kesempatan mengunjugi Maroco tidak saya lewatkan begitu saja. Secara dari Barcelona banyak penerbangan murah menuju negara ini. Saya cukup beruntung saat itu, bisa mendapatkan tiket dengan hanya 34 euro untuk tiket pulang pergi. Kalo dirupiahkan itu tak lebih dari 500  ribu. Disamping itu saya pun tidak perlu mengurus visa untuk masuk negara ini, secara negara ini  memberlakukan bebas visa untuk pemegang pasport Indonesia. Dan beruntung juga saya bisa mengompori  salah satu teman kelas saya dari Armenia untuk menjadi travel mate saya kali ini. Akhirnya sempurna sebuah mimpi besar bisa terwujudkan. At least saya bisa meninggalkan jejak kaki saya untuk pertama kalinya di Afrika.

Datang ke Maroco kita berasa disuguhkan campuran tiga budaya yang bersatu apik, yaps kita bisa melihat budaya Africa, Arab dan sedikit ERopa, secara ini adalah negara di Afrika yang langsung berbatasan dengan Eropa.  Bahasa yang digunakan di negara ini adalah Bahasa Arab dan Prancis. Menguasai dua bahasa ini tentu menjadi keuntungan sendiri untuk mengunjungi negara ini.  Otherwise bahasa isyarat selalu menjadi penyelamat hehehe.

Tiga kota yang kami kunjugi di Maroko ini adalah Rabat, Marakesh dan Fes. Kota pertama yang kami kunjungi adalah Rabat. Ini adalah ibu kota negara Maroko.  Bandara di Rabat cukup ciamik menurut saya. Karena saya sampai di Rabat malam hari, maka demi alasan keamanan saya meminta pemilik hostel yang telah kami booking untuk menjemput kami ke Bandara. walau kami harus membayar tambahan.

Di Rabat kami menginap di Hostel Rabat Surfing. Yaps buat anda yang ingin bersurfing ria di Rabat, maka hostel ini menjadi pilihan yang tepat. Karena lokasinya yang memang dekat dengan pantai di Rabat, disamping itu mereka juga menyewakan perlengkapan untuk surfing. Kebanyakan bule-bule eropa datang ke Rabat memang untuk surfing, karena ombak pantainya yang terkenal agak tinggi. Sayang saat kedatangan kami ke kota ini, cuaca lagi tidak mendukung, angin kencang dan hujan gerimis. Sehingga keindahan pantainya tidak kami dapatkan. oh ya kembali ngomongin masalah hostel, hostel surfing ini desainya seperti rumah-rumah tua di Maroko. umumnya rumah-rumah di maroko terdiri beberapa lantai, tapi bagian tengah rumahnya dibiarkan kosong.

Berikut hal yang saya lakukan di Rabat

1. Menyusuri Medina 

Medina adalah hal yang harus anda nikmati di Rabat. Medina adalah kawasan kota tua di Maroko dan ternyata setiap kota di Maroko memiliki medina. Konon katanya Medina di Kota Fes adalah medina tertua se maroko.  Medina itu semacam kawasan yang dibentengi dengan tembok kokoh. Jalan-jalan dalam kawasan ini sangat sempit, mirip gang senggollah kalo di Indonesia.  Dan kadang kita harus berjalan menunduk, karena kadang di atas jalan itu adalah rumah penduduk.  Berjalan di Medina, kita seolah berjalan di dalam labirin. Setiap orang yang datang ke medina ini dipastikan akan tersesat hehehe.

2. Menjambangi Le Toor Hassan and Mausoleum of Mohammad V 

Bangunan ini berlokasi sepanjang sungai Bou Regreg. Dikawasan ini kendaraan tidak diperbolehkan menyalakan klakson. Kawasan ini memang sangat dijaga ketenangannya. Banyak penjaga keamanan semacam polisi yang selalu hilir mudik dan uniknya penjaga keamanannya selalu bertiga. Entah mengapa begitu, sampai sekarang kepenasaran saya belum terjawab.  Pintu gerbang kawasan ini dijaga oleh penjaga berkuda pada kedua sisinya.  Dan setiap pengunjung yang datang ke area ini biasanya menyempatkan diri untuk berfoto dengan para penjaga berkuda putih dan berbaju merah.

Konon ceritanya bangunan ini dibangun pada tahun 1195. Dan pada saat itu mesjid ini tercatat sebagai mesjid terbesar di dunia. Tapi sayang Sultan yang memprakasai bangunan ini meninggal sebelum pembangunannya selesai. Bangunan ini pun porak-poranda kerena gempa pada tahun 1755 sehingga yang tersisa adalah tower dan tiang-tiangnya.

Disalah satu ujung  Le toor hasan ini terdapat The mausoleum. Semacam bangunan agak tinggi di dalamnya terdapat makam Sultan. Bangunan ini pun pada setiap pintu masuk dan sudut ruangannya dijada oleh penjaga tapi kalo disini tanpa kuda.

3. Menyusuri sungai Bou Regreg. 


Bagian lain yang harus dinikmati di kota ini adalah menyusuri sungai Bou Regreg.  Di sepanjang sungai ini terdapat restoran dan juga terdapat tempat bersantai ria. Kita bisa menyaksikan aktivitas nelayan dan kapal-kapal kecil yang lalu lalang. Banyak orang-orang hanya sekedar duduk-duduk santai di sini. Menghirup udara segar. Tempatnya bersih dan nyaman.

4. Sejenak menghirup angin Pantai Rabat 


Yaps Pantai-pantai di rabat memang terkenal dengan ombaknya yang agak besar. maka tak jarang kota ini menjadi tujuan para pelancong untuk bersurfing ria. Jika tidak punya kesempatan untuk bersurfing, maka menyaksikan pantai dari pinggiran jalan kota ini seakan wajib hukumnya. Di salah satu ketinggian di pinggir laut ini terdapat sebuah benteng. Yaps dulu konon katanya bangunan ini dipakai sebagai pusat pertahanan dari bangsa luar yang menyerang terutama bangsa-bangsa dari Eropa seperti Spanyol dan Portugis.

karena waktu yang sangat terbatas beberapa tempat wisata memang tak sempat kami kunjungi.. Dan perjalanan kami lanjutkan ke kota Marakez dengan menggunakan kereta lebih kurang 5 jam perjalanan. Bagaimana cerita di Marakeez akan saya ceritakan dicerita episode berikutnya.. hehehe

1.1.15

2014; Perjalanan Empat Benua


Dannn hari ini 31 December 2014 saudara-saudara. Tak terasa memang waktu berjalan begitu cepat. Menghentakkan kesadaran kita. Yaps banyak orang menjadikan penghujung tahun untuk kembali melihat perjalanan ke belakang. Apa yang sudah dilakukan, apakah target dan rencana hidup setahun  telah tercapai atau tidak  and so on. Hal itu pulalah yang saya lakukan. Saya mencoba untuk menilas balik perjalanan saya satu tahun ini, dan yang tak kalah penting dari itu semua  adalah menyusun langkah hidup saya kedepan. Itulah esensi pergantian tahun bagi saya. Jujur saya tidak pernah menyambut pergantian tahun, saya hanya mengahabiskannya dengan ngetrip heheheeh.. Jadi tolong dicatet ya  ngetrip bukan merayakan pergantian tahun :P 


Malam pergantian tahun baru tiga tahun belakangan ini memang harus saya lewatkan ditiga tempat dan negara berbeda. Yaps Indonesia, Swiss dan saat ini di Slovenia. Rasanya memang baru kemaren saya menyaksikan pesta kembang api di pinggiran danau Geneve dari kamar hostel saya, dan kali ini saya saya sudah harus  menyaksikan semerbak kembang api dari kamar asrama saya di Slovenia. Dan entahlah tahun depan saya akan mengalami malam pergantian tahun baru dimana... rahasia hidup memang tak ada yang pernah tau. Cuma berharap malam pergantian tahun depan sudah saya jalani bersama mu yah bersama mu.. :D 

Tahun 2014 adalah tahun yang luar biasa bagi saya, dimana di tahun ini saya diberikan kesempatan untuk bisa menjelajahi dunia ini. Yaps tak tanggung-tanggung saya diberikan kesempatan untuk menginjakkan kaki di empat benua. Never cross in my mind dah. Europe, Amerika, Asia dan Afrika. 
Dan setelah saya hitung-hitung, 15 negara saya jajaki di tahun ini.  Alhamdulilah terima kasih ya Allah atas kesempatan yang mungkin tak semua orang bisa memilikinya.  Ah keseruan, cerita, pengalaman, kisah-kisah bodoh dan memalukan, gelak-tawa dan tangis semuanya bersatu. What a wonderful year. 

Awal tahun baru 2014 lalu saya mulai di sebuah negara kaya nan maha indah Swiss karena masih bertepatan dengan winter break 2013. Namun, air mata saya harus tumpah di negara ini... hiks hiks . Hati saya luluh lantak, antara percaya dan tak percaya, rasanya entahlah.  Saya memang tak punya kekuatan apa-apa untuk hal yang satu ini. Dalam waktu sekejap, saya harus melepaskan seseorang dalam hidup saya. Harapan dua tahun yang saya bangun harus saya kubur dalam-dalam. Awal tahun berdarah itulah tepatnya. Apalagi yang bisa saya lakukan selain mengadu pada sang pemilik cinta, saya cuma bisa berdoa ya Allah jika kenyataan memang tidak sesuai dengan apa yang saya inginkan, maka lapangkan dada saya menerima semua ini. Hari-hari di Bulan Januari 2014 memang adalah hari-hari terberat buat saya. Namun hidup harus terus berjalan, berbagai cara dan upaya saya lakukan untuk melupakan tragedi ini. Untungnya saya mulai disibukkan dengan persiapan ujian semester saya, perlahan perasaan hancur lebur itu bisa sedikit-sedikit mulai teralihkan. Argg hidup memang berat mamen...  
Februari 2014 saya memang berjibaku dengan persiapan ujian dan ujian semester di Dresden, German. Alhamdulilah saya bisa lulus semua matakuliah dengan nilai sesuai harapan. Akhir bulan februari saya pun sudah harus direpotkan dengan urusan kepindahan ke Delft Netherland. Yaps semester kedua saya harus saya jalanin di kota Delft. 

Maret dan April adalah masa-masa kuliah terberat. Sistem perkuliahan di Belanda memang jauh berbeda dengan di Dresden. Waktu-waktu saya habiskan dengan kuliah yang berjibun dari pagi sampai sore dan tugas-tugas yang banyaknya  Alluhurabbi. Konon katanya perkuliahan di Delft adalah perkuliahan terberat dalam program master ini. Dan Alhamdulilah saya berhasil melewati dan lulus di semua mata kuliah. 

Bulan April bertepatan dengan easter, saya berkesempatan melihat keromantisan kota Paris. Secara kota ini tidak begitu jauh dari Delft. Pengalaman pertama saya menggunakan Bla-bla Car, semacam nebeng.com di Indonesia. Walau penuh tragedi dan drama dalam perjalanannya. 

Bulai Mei,saya mendapatkan kesempatan luar biasa. Uncle Sam I am coming.  Yaps hampir tiga minggu kami mendapatkan pelajaran yang sangat berharga sebagai  Water Ambassadornya UNESCO. Kami diberikan kesempatan belajar di beberapa lembaga ternama di USA tepatnya di Florida. Hal yang paling berkesan bagi saya adalah saya bisa mengujungi NASA. Secara saya selalu takjub dengan cerita-cerita perjalanan manusia menuju ruang angkasa. Dulu, bisa menginjakkan kaki di teropog bitangnya Lembang aja saya takjub, apa lagi diberi ke kesepatan ke NASA. Dan dibulan ini pula the another love story came. Saya dipertemukan dengan seseorang, dan pada saat itu saya memang berharap banyak pada hubungan ini, walau dari awal terlalu banyak yang dipaksakan. And the story goes.... 

Bulan Juni dan Juli saya kembali berjibaku dengan  kuliah dan tugas-tugas yang tak ada ujung.  Saya pun harus menjalani puasa pertama saya di Eropa pada saat summer. Panjang bener waktu puasangaya, 18 jam boo. Tapi tak disangka dan diduga saya pun bisa melewatinya. Alhamdulilah saya bisa menyelesaikan semua modul dengan baik dan akhirnya saya bisa punya kesempatan untuk pulang ke Indonesia, tepat 3 hari sebelum Iedul Fitri. Summer break di Indonesia lumayan lama, hampir 6 minggu. 


Bulan Agustus saya menikmati hari-hari libur saya dengan orang-orang yang saya cintai, Saya habiskan waktu saya di Bogor-Jakarta dan Padang. Saya pun memutuskan untuk siap menikah dengan seseorang. Walau dengan proses yang sangat cepat. Bagi saya itu memang lebih baik dan saya percaya, karena pada saat itu niat saya benar-benar untuk menyempurnakan agama saya. Dan Lagi-lagi, rencana manusia memang kita tak pernah tau, melalui hal sepele yang entahlah, saya pun harus memutuskan hubungan saya dengan seseorang itu. Semuanya memang secepat kilat.  Yaps tumpahan air mata lagi.. Tapi ya Sudahlah, mungkin ini cara Allah memberitahukan saya bahwa dia bukan seseorang yang terbaik buat saya. Semua rencana indah dan bunga-bunga yang terbayang dalam benak saya  akhirnya harus gugur lagi. 

September, perjuangan kuliah harus saya lanjutkan. Yaps tepat 7 September saya terbang menuju Spanyol, tepatnya Barcelona, Negara ketiga saya. Kembali saya harus melewati masa-masa yang berat, mengobati luka hati yang menganga dalam dan tentu menjalani perkuliahan di UPC yang sedikit agak santai dibandingkan dengan di Delft. 

Bulan Oktober Untuk menghibur dari saya, mungkin boleh dibilang trip patah hati, saya kembali bertrip ria. yaps beberapa trip saya jalani, walau sepat harus mengorbankan beberapa kelas alis ngebolos. Salah satu keinginan besar saya mengunjungi Eropa adalah menelusuri sejarah kebesaran Islam seperti dalam Novel dan Film 99 Cahaya di Langit Eropa. the dream came true.. Andalusia akhirnya saya taklukkan Seville-Cordoba dan Granada. Dan saat itu saya pun berkesempatan menjambangi Madrid dan Porto, Portugal. 

Bulan November, memanfaatkan tiket promo dari sebuah maskapai, akhirnya saya mengunjugi salah satu kota dipingiran di laut mediterenia yaitu Nice Prancis dan sekaligus bisa mengunjungi negara Monaco yang memang berdekatan.  Seminggu kemudian saya kembali mengerip dan kali ini ke Afrika, tepatnya Maroco. Yaps it is my First African Country. Dan ini benua ke empat saya. Ini trip yang luar biasa menurut saya. Dan saat itu saya benar-benar kembali menemukan semangat yang sempat hilang.. Yaps hidup ini harus saya lanjutkan, with you or without you. 

Awal bulan December, saya menjalani beberapa ujian dan menyelesaikan beberapa mata kuliah di Barcelona. Sampai saat ini saya belum tau hasil dari ujian tersebut. Besar harapan, saya lulus. Tepat tangal 5 December saya harus meninggalkan Barcelona, menuju negarara tujuan study saya berikutnya, Slovenia. Namun sebelun ke Slovenia saya ke Belanda dulu, untuk mengambil beberapa barang yang memang saya tinggalkan di sana. Baru dua minggu di Slovenia, saya pun kembali diberi kesempatan untuk menjelajahi sisi lain negeri eropa ini. Kali ini arah perjalanan saya adalah ke Utara yaps Scandinavian Country. Namun karena mencari alternative tiket murah, rute perjalanan saya agak sedikit beribet Slovenia-Venice ITaly- Brussel( Belgia)-Norway, sweden dan Finlandia. 
Ah perjalanan yang luar bisa memang. 

Thanks 2014. I made it, four continents, 15 countries: German-Belanda-Prancis-USA-Indonesia-Spanyol-Portugis-Monaco-Maroco(Africa)-Slovenia-Italy-Belgia-Norway-Sweden-and Finlandia. 


Lalu bagaimana dengan 2015? 

Ho..Ho..Ho... Of course time for new things in 2015


Untuk urusan akademik, hal terbesar yang harus saya hadapi adalah menyelesaikan thesis saya, Graduation day diminggu pertama September 2015 menanti. Dan ditahun ini saya juga harus mempublikasikan beberapa paper saya di Journal dan dibeberapa conference, salah satunya conference terdekat adalah di Vienna Austria, pada bulan April 2015. Untuk masalah PHD sepertinya saya postpone dulu, sesuai janji saya kepada orang tua saya, saya akan melanjutkan PHD saya setelah saya menikah. 

Untuk urusan setengah dien; jika masih boleh saya berharap, saya ingin menunaikan setengah Dien saya ya Allah di tahun 2015, Demi tunainya sebuah janji saya pada kedua orang tua saya.  Maka pertemukanlah saya dengan jodoh saya... hiks..hiks.. Jika memang belum saatnya bagi saya, maka berikan ketabahan dan kesabaran sebesar-besarnya. Saya tidak ingin lagi ada euforia sesaat, sudah bukan masanya, karena saya tidak ingin lagi ada yang tersakiti. amin..

Untuk urusan jalan-jalan, masih ada tiga list negara Europe yang ingin saya kunjugi Turkey- Yunani and UK. Tapi hal utama yang ingin saya lakukan adalah saya ingin umroh, Baitullah I wanna see you. 

Hal lain yang  ingin saya wujudkan adalah  mimpi besar saya membukukan tulisan-tulisan saya. Alhamdulilah di tahun 2014 saya sudah menemukan titik terang untuk hal ini. Doakan ya pemirsah tahun 2015 buku saya sudah ada ditangan anda.. hehehehe 

And Now, I am ready to welcome you 2015. Biarlah 2014 menjadi sejarah dan history hidup saya. Life is too short for crying anything.  Smile...smile.. happy happy and happy 


Happy New Year 2015, Wish it will be our year

sebuh renungan dan harapan
Slovenia, lembah peradaban Alpen, 5 jam sebelum 2015



28.12.14

SLOVENIA ITU DIMANA?


Slovenia???? wah  dimana itu? itulah pertanyaan pertama yang keluar dimulut saya ketika pertama kali  tau bahwa saya akan menjalani satu episode pendidikan di negara ini. Nama negara ini terdengar aneh diantara tiga negara lain; German, Belanda dan Spain. Tiga negara terakhir  memang tidak diragukan lagi telah menjadi negara tujuan study bagi banyak mahasiswa dari seantaro dunia.  Reaksi yang sama mungkin juga ditunjukkan banyak orang dan mungkin juga anda  ketika saya mulai bercerita tentang negara yang satu ini. Tak banyak memang yang tau tentang Slovenia. To be honest, ada sedikit keraguan memang  akan tinggal dinegara ini dibandingkan dengan tiga negara lainya. Tapi kepenasaran saya memang jauh lebih besar dari keraguan saya. Yaps saya selalu penasaran mengunjungi negara-negara yang tak banyak diketahui orang, anti mainstream ceritanya :p 

slovenia with sunny day but -6, freezing 
Daaannn hari ini saya telah berada di kota Ljubljana, Ibukota negara Slovenia. Tiga minggu yang lalu tepatnya. Ini tulisan pertama saya dari kota ini. Tak terasa saya sudah  memasuki episode ke empat dari program master saya. Yaps inilah universitas ke empat sayaLjubljana University, Slovenia. Setidaknya saya akan menjalani pendidikan saya di kota ini selama lebih kurang 2,5 bulan (setengah semester). And glad to say this city is cushioned 

Slovenia adalah satu negara di kawasan Eropa Timur, merupakan pecahan negara Yugoslavia. Negara ini berada diantara Kroasia, Austria, Italy dan Hungaria. Mungkin sebagian anda pasti familiar dengan Venice, Italy,  the city of love, yang sudah terkenal sejagad raya,  nah dari Venice hanya butuh 2 jam perjalanan dengan bus menuju Ljulbjana. Cara terbaik  untuk mengunjungi negara ini memang mengambil penerbangan melalui Venice kemudian melanjutkan dengan bus. Karena penerbangan ke Venice dilayani oleh lebih banyak maskapai penerbangan termasuk penerbangan murah Ryan air dan Easy jet sedangkan penerbangan langsung ke Slovenia hanya dilayani oleh penerbangan milik negara setempat yaitu Adria. Sudah bisa ditebak  harganya memang agak selangit. 

Sekedar info, program master Erasmus Mundus yang dikembangkan oleh Uni Eropa memang bertujuan untuk mengenalkan universitas dan negara-negara dalam kawasan Uni Eropa. So program ini merupakan program consorsium beberapa universitas. Pada umumnya dalam satu program master mereka mengcombine universitas kualitas tinggi dan universitas dengan level biasa-biasa saja. Yah tujuan mereka tentu untuk menjadikan yang biasa-biasa saja ini menjadi naik level or at least bisa dikenal oleh mahasiswa yang tergabung dalam program ini yang notabene datang dari seluruh pelosok dunia pula. Bagi saya sungguh ini pengalaman yang tak ternilai harganya. Walaupun harus tunggang-tunggik  dan rempong tingkat dewa dengan urusan pindah-pindah tapi banyak pelajaran hidup yang saya dapatkan. Saya bisa melihat betapa memang sangat beragamnya manusia di muka bumi ini. Mempelajari human behavior selalu menarik bagi saya. I love it... 

Kesan Pertama ketika menginjakkan kaki kekota ini, kota ini cukup menggoda. Kota ini menghadirkan suasana Eropa yang lain. Kota Ljulbjana menyuguhkan pemandangan yang menakjubkan karena berada di kaki pegunungan Alpen. Pagi hari ketika membuka jendela kamar, saya dihadiahi pemandadang pengunungan Alpen dengan puncak-puncak es nya. Keinginan saiya untuk tinggal di negara Swiss kerena keingdahan pegunungan Alpennya setidaknya tergantikan dengan tinggal di negara ini. Yah sama-sama pegunungan Alpen lah :p Dari sisi sarana dan prasarana menurut saya kota ini pun tidak kalah dengan kota-kota Eropa lainnya. Sistem transportasi di negara ini pun sudah sangat maju dengan ketepatan waktu yang patut diacungi jempol. Kota ini tidak terlalu ramai  seperti Barcelona dan tidak terlalu sepi seperti Delft. Kota ini terasa mirip dengan Dresden, German. yaps mungkin karena dua kota ini sudah termasuk dalam kawasan eropa tengah dan timur yang konon katanya memiliki budaya dan culture mirip sekali karena pernah menjadi bagian dari kekuasaan Rusia. 

Goole Translate save our life :D 
Lalu bagaimana dengan sistem pendidikan di kota ini? Ljulbjana University sebagai salah satu universitas utama di negara ini punya sistem pendidikan yang bagus menurut saya. Semua sistem sudah terkomputerisasi dengan baik, dengan para pengajar yang juga telah punya reputasi baik di kawasan uni eropa.  Namun memang belum banyak international program yang dikembangkan oleh universitas ini, so jumlah mahasiswa asing memang sangat terbatas. Lagi-lagi bahasa menjadis sedikit  kendala bagi mahasiswa asing yang belajar di negara ini. Meskipun sistem perkuliahan dirancang dalam bahasa Inggris, tapi semua pendukung lainnya masih dalam bahasa Slovenia yang katanya hampir mirip dengan bahasa Rusia. Lagi-lagi saya lier, berbagai macam bahasa bercampur centang prenang  dalam kepala saya. Mulai dari Bahasa German, Belanda, Spanyol dan sekarang bahasa Slovenia. Belum lagi sistem komputernya... keempat nengara  ini punya sistem komputer yang berbeda di laboratoriumnya. Lap keringat dah kalo sudah begitu.. 



Hal yang paling saya suka dari negara ini, status mahasiswa sangat dihargai dan mungking boleh dikatakan mahasiswa adalah pejuang. You know what pemerintah negara ini memberikan subsidi makan untuk mahasiswanya, mereka menyebutnya dengan studenski boni. Itu semacama potongan harga bagi mahasiswa, amazing,  ini tidak hanya berlaku di kampus tapi juga hampir di seluruh restoran di Ljulbjana. Mereka sudah punya list restoran-restoran dimana studenski boni berlaku. Aplikasinya simple, dalam bentuk free calling dari hand phone kita. Potongan harganya nga tangung-tanggung, paket makanan lengkap yang harga normalnya 5 euro maka dengan subsidi ini kita cukup membayar 2 euro atau 1,5 euro. Makananny lengkap dengan karbohidrad, lauk, desert, juice dan salad. Sebagai perbandingan, menurut pengalama saya makanan dengan model begitu di Delft kita harus membanyar sekitar 10 euroan, di Dresden dan Barcelona sekitra 7 euroan. Fantastic bukan?
Pemerintah di sini juga mensubsidi transportasi untuk mahasiswa. Cukup dengan membayar 20 euro perbulan, mahasiswa sudah mendapatkan paket unlimited transport. Ini memang hanya saya temui di negara ini. So kesimpulan singkat saya, Negara ini sangat ramah pada mahasiwa. Ayo di Indonesia kapan kayak gini? someday may be... 

Tentu masih banyak cerita-cerita lain yang akan saya temui. Masih terbentang waktu dua bulan dihadapan saya.  lagi-lagi saya bersyukur atas kesempatan yang saya miliki. Semoga dua bulan ke depan saya bisa menggali banyak cerita dari negara ini, sekaligus bisa menyelesaikan 2 matakuliah yang saya ambil di sini sebelum memasuki masa perjuangan sesungguhnya; thesisssssss.... so stay tuned please hehehee 
slovenia pagi ini, 28 December 2014 

Salam salju  dari slovenia
Today is snowy day with -2 derajat celcius...
Tarik selimut lagi.. masih winter break heheeh 

11.9.14

BUENOS DIAS BARCELONA!!!

Elprat Airport 

yeayyyyyy.... safely landed at Elprat airport Barcelona.

Demi apa saiya  di Barcelona?kalo kata teman saiya itu pertanyaan semacam songong. But whatever it is,  akhirnya  saiya menginjakkan kaki di tanah Andalusia ini. Satu dari sekian banyak tanah impian. And you know what,  jauh sebelum menginjakkan kaki ke Eropa ini, trip and itenary perjalanan menjalajahi negeri Spanyol ini sudah bercokol di kepala saiya. Manusia yang terlalu optimis dan kegedean mimpi :p . And as usual semuanya terinspirasi oleh buku dan novel. And let see, may be next year my books  will  inspire you all (another crazy dream) hehehe.


Time flies rather fast,  tak terasa sudah semester tiga saja dan itu harus dijalani di kota Barcelona nan romantis ini. It is such a crazy semester. Can you imagine we will spend our 3rd semester in two universities and two countries? hehehhe.... anda cukup bayangin saja, biar eike yang menjalani babak belurnya.  Berbeda dengan 2 university and 2 negara sebelumnya, dimana kami benar-benar dituntun bahkan disediakan seorang tutor untuk mempersiapkan tetek bengek perkuliahan kami, maka di Spanyol ini kami dilepas begitu saja. Mungkin mereka menganggap pengalaman satu tahun di Eropa dirasa sudah cukup untuk mengatur sendiri kehidupan akademik kami disini.


Hal yang paling sulit untuk menetap sebagai mahasiswa di Barcelona adalah Mencari tempat tinggal. Disini tidak ada asrama yang dikelola oleh university. Jadi kami harus mencari melalui beberapa agency. Dan itupun tidak mudah  dan sangat rawan penipuan. Tapi sebuah "keajaiban", yah bisa dibilang begitu,  terjadi dalam hidup saiya. Tiga minggu sebelum keberangkatan ini, seorang pembaca blog saiya  meng-invite saiya di facebook karena beliau ingin tau lebih banyak tentang salah satu tulisan di blog saiya ini. Akhirnya kami komunikasi via facebook dan usut punya usut ternyata beliau adalah warga malaysia yang pernah menempuh pendidikan doktoralnya di Spanyol. Kesempatan ini tentu tidak saiya sia-siakan untuk menanyakan masalah tempat tinggal di Barcelona. Dan akhirnya lewat perantara beliaulah dan dibantu oleh salah satu orang teman, saiya mendapatkan flat. Saya jadi meriding sendiri, tidak pernah menduga, saiya akan mendapatkan asrama dari orang yang tak pernah saya kenal wujudnya. Tak pernah terpikirkan bahwa tulisan-tulisan di blog yang saiya anggap "junk" dan sampah, pada akhirnya menjadi penyelamat hidup saiya. Inilah yang pada akhirnya membuat saya terus mencoba untuk menulis di blog ini. Yah Mudah-mudahan ini menjadi investasi dunia dan akhirat saiya. amin..

ini kamar saiya..


Another silly thing sebelum menuju kota ini, saiya hampir ketinggalan pesawat karena salah membaca jadwal penerbangan. Awalnya saya kira, saya berangkat minggu malam, eh ternyata Sabtu malam dan baru menyadarinya hari jumat malam. Padahal minggu paginya saya sudah berjanji untuk presentasi tentang emundus di IPB. Apa jadinya saya kalo ketinggalan pesawat... hehehe, Alhamdulilah lagi-lagi saya selamat. walau sempat agak rempong dan merasa nga enak juga sama du desri, perwakilan UniEropa di Indonesia, mencancel janji karena kebodohan-kebodohan yang nga penting.


Efeknya adalah semuanya harus dipersiapkan dengan krasak-krusuk. Dan Sehari sebelum berangkat tiba-tiba rasa takut menyelimuti. Saiya akan  berangkat ke negeri antah barantah seorang diri dan tidak ada orang yang dikenal disini. Menemukan orang Indonesia disini memang sedikit agak susah. Berbagai ketakukan dan perasaan aneh  berkecamuk. Bermodal Bismilah dan perasaan acak kadut  perjalanan ini mulai.  Dan untuk pertama kalinya dalam sejarah hidup,  saiya  nangis-nangis bombai nga jelas di Bandara. Ah perjalanan ini penuh air mata ternyata. 



living room, kamar mandi dan dapur


Perjalanan saya ke Barcelona ini benar-benar hanya bermodal kepercayaan. Percaya pada martha, my landlord. Benar adanya martha menjemput saya di airport sesuai apa yang dia janjikan. Ah saya terharu.. Malamnya saya pun sudah boleh langsung tinggal di flatnya. Kondisi flatnya benar-benar sesuai dengan foto-foto yang dikirimkannya.Sebelum istirahat, martha pun menyempatkan memasak buat saya. Lalu kami dinner bareng sambil ngalar- ngidul sebentar. Huhuhu lagi-lagi saya terharu. Tak hanya itu lokasi flat ini benar-benar sangat strategis, di pusat kota. Semuanya pun sudah disediakan dengan harga yang cukup murah. Yang paling penting adalah saya tidak perlu membayar komisi agen yang biasanya harus dibayar jika mendapatkan tempat tinggal dari agen.  Keinginan saya untuk tinggal dengan penduduk asli spanyol pun kesampain. Kesempatan langka dan berharga yang tak boleh disia-siakan untuk belajar bahasa dan budaya Spanyol. Perfect bukan? Ahhhhhh Lalu nikmat tuhan yang mana lagikah yang saya dustakan?



Perjalanan kecil ini memang membuat saya berfikir dalam. Apakah ini hanya kebetulan?
Dan pada akhirnya saya yakin bahwa pertolongan Allah itu ada lewat tangan-tangan yang  tak pernah kita duga. Selama kita yakin... yaps when we believe. Semakin jauh saya berjalan, semakin saya menyadari bahwa memang Allah itu selalu bersama hambaNya yang percaya.
Dan apa jadinya saiya tanpa pertolongan-pertolongan ini.
Lalu masih adakah seribu alasan buat kita membantu orang lain?

Kita memang tak pernah tau petualangan besar dalam hidup kita dimulai dititik mana

kita hanya punya kaki-kaki kecil untuk terus melangkah.
Maka teruslah melangkahlah kawan...
Allah bersama kita
Buenos Dias Barcelona... 

2.6.14

SALAM DARI FLORIDA

The next generation for better future :P
Tak pernah terlintas dalam bayangan, bisa sampai di ujung selatan negeri  Paman Sam ini alias  Florida. Perjalanan antar benua yang membuat saya sedikit tercengong-cengong antara percaya dan tak percaya.  Dan hari ini pun saya sempatkan menulis di blog ini, biar punya kenangan gitu pernah ngeblog di Florida hehhee.. *alay lebay dah... walau sebenarnya mood nulisnya entah lagi ngebolang kemana. 

Perjalanan ini adalah rangkaian fieldtrip dari UNesco IHE dan juga merupakan bagian dari kegiatan water ambassadornya UNesco dan Florida Earth Foundation. Sekedar info, fieldtrip ini adalah modul 9 di UNesco IHE. Jadi selama 3 minggu semua program study melakukan international fieldtrip ke berbagai negara dan tiap program study memilih negara yang  berbeda. Lucky me, Hydroinformatics memilih florida sebagai negara tujuannya.  Dan konon katanya ini adalah fieldtrip paling bergengsi di UNesco IHE, karena program study lain hanya fieldtrip di negara-negara eropa sekitar Netherlands. Dan dari situlah cerita bermula, akhirnya  saya sampai ke Florida ini.

Perjalanan yang terdiri dari 32 mahasiswa dan 3 dosen pembimbing  dimulai dari Delft -Amsterdam- Houston-Tampa and West Palm Beach Florida.  Selama di Florida kami stay di hostel kampus West Palm beach Atlantic University. Hosltelnya dipinggir pantai lho... jadi tiap pagi bisa menikmati pendaran jingga sun rise nan apik dan mempesona.. pemangdangan yang tak pernah saya tinggalkan. Ahh... selalu ada aliran semangat baru dari pendaran jingga sang surya itu... Kadang saya sempatkan untuk membaca beberapa halaman buku saya di sana, kadang ya merenung atau lebih tepatnya melamun hehehe...

Ini benar-benar pengalaman yang paling spektakuler dalam hidup saya. Diberikan kesempatan untuk melihat dan belajar bagaimana Amerika, tepatnya Florida  mengatur sistem perairannya.  Setelah sebelumnya saya juga diberi kesempatan untuk melihat bagaimana water management di Belanda.  Dua pendekatan yang berbeda dari dua negara berbeda yang dianggap memiki sistem management peraiaran terbaik di dunia ini. what a life dah, Lagi-lagi saya cuma bisa berkata wow...wow dan wow.. dan tiba-tiba selalu bertanya pada diri sendiri "kapan indonesia memiliki sitem seperti ini"?. speechless saudara-saudara. Kita tertinggal amat dan sangat jauh.

Disini kamipun diperlihatkan bahwa modeling yang kami perlajari tungang-tunggik di kampus selama ini benar-benar digunakan dan dipakai dalam kehidupan nyata. Menghentak kesadaran saya.. saya mungkin adalah salah satu mahasiswa yang selama di kampus selalu bertanya ini bagaimana mengaplikasikan semua modeling ini di dunia nyata. Tapi perjalanan ini membayar lunas dan menjawab tuntas semua keraguan yang bercokol dipikiran saya. 

cie foto eike mejeng ei.. satu dari tiga water ambassador 2014
Florida tepatnya South Florida Water Management District, benar-benar  mengadalkan modeling dalam management dan pengambilan keputusannya. Mereka memiliki scientific base yang sangat kuat dan jelas sebagai landasan sebuah kebijakan... dan ini yang belum ditemukan di negara Indonesia yang sangat saya cintai.  every body knows bahwa policy di negara Indonesia tercinta masih ditentukan oleh kekuatan politik. Hai percaya atau tidak, tidak ada negara besar di dunia ini yang maju dan makmur tampa landasan scientific dan reseacrh yang kuat.. Disamping dana penelitian kita yang hanya 5 % dari APBN, hasil-hasil penelitian kita yang menurut saya tak kalah dengan negara asing,  hanya digunakan untuk menghiassi publikasi journal-journal national/ international dan hanya akan menghuni file-file laptop para peneliti or even worse hanya akan jadi lembaran-lembaran usang dalam laporan-laporan yang ditumpuk digudang-gudang... hiks hiks "rintihan hati seorang peneliti Indonesia".  Mungkin reason above lah yang membuat banyak peneliti Indonesia enggan untuk balik ke tanah air,  benturan antara nasionalisme, idealiseme dan hati nurani...akan kah saya jadi penncundang berikutnya... hehehe... let see.. :D

Satu hal lain yang paling saya garis bawahi di Florida ini adalah mereka mulai menanamkan rasa kecintaan terhadap lingkungan dan air juga tentunya  mulai dari  masa kanak-kanak. Jadi tak heran beberapa kali kami melakukan kunjungan ke tempat dimana anak-anak kecil diajarkan dan diperkenalkan tentang alam. Mereka sangat menyadari bahwa anak-anak masa kini adalah pelanjut dan pewaris dunia kelak,  dan tak ada pilihan lain selain mengajarkan mereka mulai usia dini. Educating young people is only way to better future.Water is life. setiap tetes air adalah kehidupan.


Hal menarik lain dari rangkain fieldtrip ini adalah kami mengunjungi beberapa kawasan konservasi dan taman national. Menyaksikan dengan nyata bagaimana sistem konservasi ditata dengan amat sangat apik. keseimbangan ekologi dan biosfer benar-benar dijaga. Sekecil apapun komponennya diperhitungkan. Tak hanya itu kami pun diberikan kesempatan untuk mengunjungi NASA.. huhuhu terharu bisa sampai dikwasan NASA ini, maklum dulu pernah bercita-cita jadi astronot. Di sini kami pun menyaksikan tempat dimana satelit dan roket yang pernah menguncang sejarah dunia di luncurkan,  menyaksikan bagaimana sejarah dan latar belakang pendaratan manusia pertama di Bulan... dan kami pun menyaksiakan sejarah itu di ruanga apolo nasa center, tempat yang benar-benar dipakai tahun 1969 silam itu. for sure cerita tentang NASA akan saya tulis di bab tersendiri.  Pokoknya cuma bisa bilang wow...wow dan wow..




Ini hanya sebagian kecil dari kisah dan pengalaman yang saya dapat.  Perjalanan yang menghentak kesadaran dan membuat mata terbelalak...:D

Salam dari Florida
Salam Water Ambassador 
Water is life...

2.5.14

FROM DRESDEN TO DELFT

Our Last Day @ TU DRESDEN
Akhirnya satu semester pun lewat.  Setelah melewati pahit getir dan kegamangan di awal-awal semester. Ternyata proses adaptasi tinggal di luar negeri itu sangat berbeda dengan proses adaptasi dengan negara sendiri. Awalnya saya berfikir bahwa saya akan mampu melawan shock culture. Karena at least saya sudah punya pengalaman 11 tahun jauh dari Orang tua dan sempat tinggal di beberapa daerah yang budaya nya bisa dibilang agak berbeda.  Sempat tersendat-sendat pada bulan pertama, alhamdulilah bertemu dengan teman-teman yang punya nasib yang sama. Dan pada akhirnya persamaan nasib inilah yang  membuat kami untuk bangkit bersama dan saling menyemangati. Setelah itu semuanya berjalan lancar dan jaya.

Alhamdulilah saya bisa menyelesaikan 6 matakuliah dengan bobot 30 ects.  Cukup puas dengan nilai yang saya peroleh. Nga bagus-bagus amat sih.  Tapi itu semua sesuai target. Oh ya ujian di German terutama di TUD menurut saya tidak terlalu susah..Ada yang open book ada juga yang close book. Dan setiap dosen selalu memberikan kisi-kisi ujian. To be honest, kuliah di IPB berasa jauh lebih berat dibandingkan kuliah di TUD.  So buat yang akan melanjutkan pendidikan ke German, jangan takut, karena secara akademik kita tidak tertinggal kok. Lagi pede tingkat dewa hehehehe

Oh ya sistem penilain di German terutama di TUD sedikit berbeda dengan sistem penilain di negara kita. Kisaran nilai di TUD adalah 1-5.  dimana 1 itu very good, 2 good, 3 satisfactory, 4 adequate dan 5 poor dan dianggap tidak lulus. Itu artinya harus mengulang tahun depannya. hehehe.  Karena saya adalah mahasiswa erasmus mundus yang notabene tidak menetap di satu universitas bakalan sangat rempong kalo ada mata kuliah yang nga lulus. Maka dari itu berusaha  mati-matian agar tidak mengulang.

Tercatat tanggal 25 Februari seluruh kegiatan akademik saya di German selesai. Dan tanggal 26 Februari kami memutuskan untuk berangkat ke Delft, Netherland. Negara kedua program kami.  And you know what tanggal 27nya kami sudah harus struggling dengan urusan administrasi di kampus dan di imigrasi di delft. Karena tanggal 3 maret kami sudah harus memulai kegiatan perkuliahan.

Welcome Delft
Ah pindah-pindah itu ternyata sangat dan amat rempong. Struggling dengan urusan administrasi kepindahan. Dan itu harus dilakukan ditengah-tengah ujian. Berjuangan utuk apply visa belanda juga. Belum lagi harus berjuang juga untuk mendapatkan akomodasi di Belanda. Yaps karena mau pindah negara, maka urusan pertama yang harus  dilakukan adalah unregister di kantor imigrasi setempat, unregister dari beberapa  kegiatan di TUD, seperti perpustakaan dan keanggotaan beberapa kegiatan, dan juga struggling dengan hand over asrama. Yaps harus bersih-bersih asrama sampai kinclong, otherwise uang depositnya dipotong hehehhe.  Dan jreng-jreng pas packing ternyara barang-barang saya menjadi berkali-kali lipat adanya. meskipun sudah nahan-nahan diri untuk tidak shoping dan belanja-belanji tetap aja barang yang semulanya hanya satu koper jadi tiga koper. Tidak mau rempong dengan urusan barang-barang yang banyak itu, akhirnya sebagian barang-barang saya titipkan ke kerabat yang memang akan stay lama di Dresden, mengingat rencananya saya akan melaksanakan thesis saya di Dresden.

Oh ya karena berbagai pertimbangan, akhirnya kami sekelas sepakat untuk menyewa bus dari Dresden ke Delft.  Karena dengan menyewa Bis yang kapassitasnya buta 50 orang, sementara kami hanya berjumlah 21 orang, sisa seat bisa kami gunakan untuk membawa barang-barang kami yang tergolong sangat banyak. Bahkan beberapa orang diantara kami bisa membawa sepedanya ke dalam bis.  Disamping itu setelah kami kalkulasikan harganya jatuhnya lebih murah.  Ini pengalaman unik jadi mahasiswa erasmus mundus yang akan selalu dikenang heheheh..

Hal yang tak kalah pentingnya karena mau pindah adalah mengunjungi beberapa kerabat sekedar mengucapakan selamat tinggal dan salam perpisahan. Sedih juga ternyata. yaps waving hand Dresden, welcome back Delft. Dan episode  baru pun bermula di kota dan negara yang berbeda. Semoga Allah selalu melindungi langkah dan perjuangan kita

Salam Dan Kado Perpishan.. Thanks Sahabat

28.4.14

Sylt Island, Bagaimana German Melindungi Pulaunya

Meskipun German bukanlah negara kepulauan, tapi tau kah anda German punya sebuah pulau kecil di laut utara yang bernama pulau Sylt. Pulau ini pun berlokasi di Utara German dan berdekatan dengan Denmark. Yaps dari Dresden, tempat ini harus kami tempuh dengan kereta dengan lama perjalanan lebih kurang 8 jam. Pada tahun 2009 Unesco pun menetapkan pulau ini sebagai salah satu warisan budaya, " world Heritage'. Pulau ini memiliki garis pantai 40 Km. Merupan wadden sea, dan zona intertidal dengan keanekaragaman hayati yang tinggi. Uniknya pulau ini terhubung dengan sebuah jembatan sepanjang 11 KM dari dataran German yang telah dibangung sejak tahun 1927an. Jadi menuju pulau ini kita tak perlu berkapal atau berkano ria. 

Pada saat summer Pulau ini merupakan tujuan wisata  favorite di German. Dan di pulau ini pun terdapat kompleks perumahan mewah yang tentu hanya dimiliki oleh para konglomerat. Konon katanya beberapa artis terkenal dunia punya rumah di sini. Segala fasilitas lengkap di sini. Bukan seperti pulau-pulau kecil di Indonesia. Sistem transportasi di dalam pulau ini pun sudah di design seperti transportasi di dataran German, dengan sarana dan prasarana yang super lengkap. Kalo punya rumah di sini, maka sudah ketauhuan deh level kekayaannya hehee. Karena disamping harganya yang maha dasyat, pajak rumah di pulau ini pun tak tangung-tanggung.

Pemerintah German telah mengeluarkan investasi yang tak tanggung-tanggung untuk membangun pariwisata di pulau ini. Maka hal ini  mendorong mereka untuk melindungi pulau ini dari abrasi, ancaman badai dan kenaikan muka air laut. Bagaimana mereka melindungi pulau ini, sangat patut diancungi jempol.  Dan itulah salah satu alasan mengapa pada akhirnya saya sampai ke pulau ini. kunjungan saya, dan teman-teman FRM3 ke pulau ini adalah untuk belajar dan melihat langsung bagaimana sistem perlindungan dan penjagaan pulau ini dari Banjir. Ini merupakan bagian dari matakuliah Flood Risk Managemen. Intinya di pulau ini kami melaksanakan workshop Coastal Flooding dan sekaligus melakukan study lapangan.  Belajar sampir jalan-jalan.. namun faktanya jalan-jalan sambil belajar.. hehehe 

Coastal Flooding Workshop
Workshop yang diikuti oleh 23 orang students ini dilaksanakan di sebuah vila, milik sebuah gereja di Dresden.  Karena ini kepunyaan gereja jadi kami tidak perlu menyewa bangunan ini.  Workshop ini  di design disamping untuk menambah wawasan kami, tapi juga untuk menjalin kedekatan sesama kami. Jadi workshop yang dilaksanakan selama 4 hari ini memang harus melibatkan kerja sama pesertanya.  Segala akomodasi kami laksanakan dan urus sendiri, termasuk dalam hal masak-memasak. Jadi kamipun punya jadwal piket siapa yang masak, siapa yang bersih-bersih, siapa yang belanja dan mengurus tetek bengek lainnya.
Rekam suasana workshop
Workshop ini pun dimulai dengan pemberian wawasan oleh seorang profesor dari  Gent University yang intinya menjelaskan bagaimana perlindungan pulau Sylt ini dari coastal flooding dari pendekatan hydrology  dan  engineering.  Sebuah pembahasan yan cukup menarik. Dan setelah itu kami pun mendapatkan materi yang sama tapi dengan perpekstif yang berbeda yaitu dari pendekatan  social dan ekonomi. Yaps at the end we came up with the integrated understanding about this island. Setelah mendapatkan materi tersebut kami yang memang sudah dibagi perkelompok, harus melakukan presentasi dengan mengkombine materi yang didapat dengan study pustaka dan literature. Namun sedikit berbeda, presentasi yang biasa dilakukan  dengan slide power point maka kali ini kami harus melakukan presentasi dengan  menggunakan poster. Membuat poster dalam waktu 3 jam itu adalah sebuah challenge yang menuntut kami  memang harus membagi tugas dengan baik.  Walau dengan napas tersenggal-senggal akhirnya tiga kelompok pun bisa mempresentasikan posternya. 

Selesai dengan challenge pertama maka kami pun berlanjut dengan challenge kedua.. yaps yang kedua ini kami harus menyusuri pantai, mengamati berbagai komponen perlindungan pantai di sini. Dan kemudia mengkombine informasi tersebut dengan materi yang telah kami dapat.  At the end kami pun harus melakukan presentasi, tapi kali ini dengan presentasi seperti biasanya.  Secara garis besar itulah kegiatan utama workshop ini. di akhir acara sebelum kami pulang kami pun diajak  ke sebuah  museum tentang rekam sejarah dan perkembangan pulau sylt.
struggling with poster presentation
Fakta tentang Sylt Island 
Keindahan Pulau Sylt 
Yaps tak pernah terbayangkan oleh saya, bahwa pada akhrinya saya bisa menikmati sebuah keindahan pulau kecil di German ini.  untuk tujuan wisata pulau ini memang di desain sangat apik dengan pasir yang bersih. walaupun sebenarnya pasirnya yang bersih bukan karena kondisi alamnya, tapi mereka dalam jangka waktu tertentu melakukan pencucian terhadap pasir-pasir di beberapa pantai yang menjadi tujuan utama para turis. Dan untuk melakukan itu biayanya tak tanggung-tanggung mamen... 
Sylt Island dan Mercusuarnya
Untuk alasan keindahan dan perlindungan, pemerintah pun membagi daerah ini beberapa zona. Zona perlindungan dimana di zona ini tidak boleh dibangun bangunan apapun, zona wisata dimana di zona ini terdapat beberapa fasilitas wisata seperti vila, kafe dan restoran dan teralhir adalah kawasan pemukiman dan fasilitas umum lainnya seperti sekolah dan rumah sakit.

Vila-vila di pulau ini pun dibangun dengan arsitektur yang unik. Dengan atap seperti ilalang membawa imaginasi kita bahwa bangunan-bangunan ini sangat dekat dengan alam.  Lokasi satu vila dengan vila lainya pun cukup berjauhan. Sehingga sangat menjaga sekali provasi tamu yang menginap di vila ini. Intinya ini tempat paling cocok buat honeymoon hehehe. Hehehe.. tapi sewanya nga nahan booo..
Ini pantainya
Disanping itu satu hal lain yang menjadi ciri khas sylt adalah mercusuarnya.  Dan tak heran di postcard2nya menara ini selalu menunjukkan dirinya.. hehehe.. Mercusuarnya tidak terlalu tinggi dengan bentuk kerucut dengan warna belang-belang  merah dan putih. Dari kejauhan mengabadikan keindahan mercusuar ini merupakan tantangan tersendiri.

Fakta tentang abrasi
Sylt tersusun oleh sedimen lepas yang berasal dari proses glassiasi. Kondisi ini menyebabkan perpindahan sedimen rata – rata 4 meter per tahun oleh angin, sangat dinamis untuk area seluas 91 km2. Pada saat terjadi badai di musim dingin, muka air laut naik rata – rata setinggi 3 meter. Pada 1870 – 1952, garis pantai mengalami kemunduran sejauh 0,9 meter/tahun dan meningkat menjadi 1,5 meter/tahun untuk periode 1952 – 1984. Sebuah badai besar pada tahun 1984 menyebabkan kemunduran garis pantai sepanjang 20 meter di bagian selatan Pulau Sylt atau setara dengan hilangnya setengah juta m3 sedimen.

Lembaga riset bernama Alfred Wegener Institut dan Nature Science Center pun didirikan untuk mengamati kondisi terkini dan memberikan informasi serta pendidikan bagi masyarakat tentang proses alam yang telah, sedang dan akan terjadi di Pulau Sylt. Waktu akan terjadinya pasang – surut dan badai diumumkan kepada masyarakat secara berkala. Lembaga riset bersama pemerintah, LSM dan wartawan serta pihak – pihak yang terlibat lainnya saling bekerja sama sesuai peran masing – masing. Bencana alam memang tidak bisa dicegah, tetapi mengurangi dampak yang mungkin terjadi merupakan kewajiban bersama untuk melindungi masyarakat.


Perlindungan daerah pesisir

Perlindungan daerah pesisir sudah dilaksanakan sejak 130 tahun yang lalu.  Flood defence yang dibangun di sini terdiri dari natural defences  seperti foreshore, dunes, bank and beaches. sedangkan  made man defences yang dibangun adalah dikes, walls, dan wave breakwater.  Untuk pembangunan breakwater dan seawall  menelan biaya sekitar 2,15 miliar euro. 

Coastal dune di pulau sylt ini kebanyakan adalah sand dunes yang ditanami beberapa varietas grasses 
seperti  jenis Ammophila arenaria dan Leontodon sp. Untuk mengganti sedimen yang hilang, pasir dari laut pun dihisap dan disalurkan menuju pantai melalui pipa khusus. Total 36 juta m3 pasir telah ditransportasikan dengan biaya 3,5 juta euro per tahun. Disanping itu dalam waktu berkali beach nourishment pun dilakukan
Beberapa perlindungan Coastal Flooding di Sylt Island
sejarah perlindungan pulau sylt 
tahun 1867: pembangunan groins 
tahun 1906:  pembanguan sea wall
tahun 1960 : tetrapode 
Tahun 1968: Beach nourishment

Disamping pembanguan fisik, pemerintah pun memberikan edukasi tentang abrasi, coastal flooding dan hal-hal terkait.  Early warning system dan real time control pun sudah dibangun dan semuanya telah berfungsi dengan baik

Lalu bagaimana dengan perlindungan pulau-pulau di Indonesia 
Setelah mengunjungi pulau ini, saya pun bertanya pada diri saya sendiri sebagai seorang yang dilhairkan di negara kepulauan yang konon katanya punya lebih dari 13.000 pulau. Jika kita coba-coba membandingkan, maka memang kita tertinggal cukup jauh dalam hal perlindungan ini.  Sebagai contoh pembangunan  dike di utara jakarta saja, pemerintah tidak mau membiayai, padahal kenaikan muka laut semakin jelas dan land subsidence di jakarta bagian utara  telah mencapai angka 7,5 cm pertahun. Maka jakarta tenggelam adalah hal yang sangat mungkin dan tinggal menunggu waktu jika kita memang tak berbuat apa-apa.  Berapa banyak nyawa manusia di kota metropolitan jakarta yang harus dipikirkan keselamatannya dari sea disaster seperti coastal flooding dan kehilangan lahan-lahan kita.  And the end memang saya sampai pada sebuah kesimpulan bahwa nyawa di negara kita memang tidak terlalu dihargai sementara di negara maju let say German, satu nyawa manusia itu sangat berharga kawan. 

Kadang saya pun sadar, selalu membandingkan keadaan Indonesia dengan negara-negara yang saya kunjungi memang tak baik adanya. Tapi jika itu buat kebaikan kita mengapa kita tak mencobanya.
Dan tiba-tiba rindu memantai di hangatnya khatulistiwa...