20.5.10

Gaji Pertama

Gaji pertama.. pasti punya kesan tersendiri buat kebanyakan orang termasuk bagiku. Bahkan semasa dulu, dikos-kosan kami sering menghayalkan tentang yang pertama. Mulai dari gaji pertama sampai malam pertama. he..he.. Hayalan tingkat tinggi,  Imajinasi bermain dan akhirnya ditutup dengan tawa dan sebuah kalimat sunda aya aya wae ...

berbicara gaji pertama aku juga bingung, kapan ya tepatnya aku mendapat gaji pertama. Karena semasa kuliah aku sudah bekerja part time dan lulus pun terus melanjutkan pekerjaan itu.  Dari pada nga jelas, akhirnya aku menganugrahkan award gaji pertamaku pada  gaji CPNSku he...Tanggal 4 April 2008 itulah tanggalnya( masih ingat aja ya)...Gaji 80% disebuah lembaga pemerintah, di sebuah unit kerja di ujung timur indonesia sana. Senang..pasti... Dan akupun sempat mengabadikan lembaran uang rapelan CPNS yang kuterima itu..he...Lucu juga ya...Ide kurang kerjaan yang selalu mengalir.. sayangnya hanya terekam dari sebuah kamera handphone sederhana..Sempat mengabdikan juga aksi mas eko yang sedang menghitung rapelan gaji pertamanya. he..


18.5.10

SITU GEDE, MY FIRST PHOTOGRAPHY COMPETITION

Hm...Persentuhan ku dengan beberapa komunitas Bacpacker dan terlibat dalam beberapa trip yang kami create secara bersama telah  menjangkiti berbagai macam virus padaku..mulai dari kanker (kantong kering) kebanyakan ngetrip, kulit terbakar, cuti minus dan virus cinta..hay..hay tapi tunggu dulu aku telah jatuh cinta  bukan pada manusia but pada dunia photography. Keindahan dan romantisme alam yang maha indah sayang kalo dilewatkan begitu saja. Destinatsi bersama anak2 Bacpacker kebanyakan bukanlah destination biasa..memang sengaja mencari hidden paradise..ingin merasakan dunia milik sendiri, bermain di pantai yang serasa pantai pribadi he...dan biarkan kami menikmati keindahan ini tanpa diganggu oleh keramain manusia..

Menikmati alam yang maha indah dan merekamnya dengan apik dan sempurna adalah kebahagian yang dicari oleh para petualang alam. Maka tak heran kamera akhirnya menjadi peralatan utama yang harus dibawa. kalo dah ngomongin masalah kamera jadi minder ei....kamera mereka hm...membuat hati berdecak kagum sekaligus hati miris..kapan ya gw punya kamera seperti mereka???

Ternyata aku menemukan sebuah nilai hmm.. dari dunia photography. Semakin cinta deh..walau hanya dengan sebuah pocket kamera..tapi alhamdulilah ada beberapa tools yang bisa dimaksimalkan agar mendapatkan bidikan yang bagus. Dan dari beberapa teman backpacker aku belajar sedikit ilmu, tip dan triks memotret. Menyaksikan hasil bidikan itu. nga nyangka bisa juga.Senangnya..

Sebagai pembuktian dari sebuah keeksistensian pada dunia ini, akhirnya aku memberanikan diri mengikuti sebuah kompetisi  potography di kota Bogor..kompetisi pertama. apapun hasilnya yang penting ikut men...
Lomba ini menjadikan SItu Gede yang berlokasi di Sindang Barang Jero, Bogor Barat sebagai temanya. yaps mau nga mau yah harus jalan ke situ ini.. membidiknya  dari berbagai sudut dan dimensi.. aku puas dengan hasil karyaku... love photography...berharap sekali memilki kamera impian itu..he..semoga dilimpahkan rezeki amin...

Situ Gede dalam Bidikannku--Yeelee2010



16.5.10

NICE TO MEET YOU, BOWO!

Salut..iri dan bercampur malu itulah perasaan yang mengalir menyaksikan prestasi seorang Bowo. Bocah yang baru saja menamatkan SMP ini telah menerbitkan Novelnya yang bertajuk "Willy Flarkies". Sempat bertanya pada diri sendiri, "dulu di usia 14 tahun, aku sudah menghasilkan apa ya?"..pertanyaan bodoh memang... jawabannya nothing. menyedihkan. But whatever, Bowo have given inspiration. The First Inspiration to always write...write and write. The second, inspiration to have a child...naluri seorang ibu.upss salah seorang wanita. coz still in single status. Hopefully, change it vastly.

Beruntung bisa bertemu dengan anak ini. Hal ini bermula ketika menghadiri rangkaian kegiatan Indonesian World Book Day 2010. Pada sesi Temu Penulis Muda, Bowo hadir sebagai pembicara dan sekaligus membedah bukunya. Kehadiran Bowo pada sesi ini  benar-benar mampu menyedot perhatian pengunjung yang hadir di acara itu. ternyata Novel Willy  Flarkies adalah novel keduanya, yang merupakan  terjemahan dari novel pertamanya yang berbahasa  Inggris. Dan yang menambah mengagumkan lagi  pada bulan  Juli 2010 nanti Bowo akan mengadakan pameran tunggal lukisannya.... hm...menulis, melukis and then  can write in English... so proud. moreover he said, " write in English easier than Indonesian". it the answer why the bowo first book in English.
 Bowo in Indonesian World Book 2010

segala prestasi yang telah di torehkan oleh bowo ini tentu melahirkan banyak tanya. Why and how bisa menghasilkan prestasi ini? and the next question  who is the behind him?. Free Your Imagination itulah jawaban yang diberikan Bowo ketika ditanya bagai mana ia menulis. Dan ketika ditanya mengapa menulis dia menjawab menulis adalah kebahagiaan. semua yang ada dalam pikiran, hati dan perasaan bisa tertumpahkan. and Ibu adalah orang yang paling berperan besar dalam hidupnya. 
 Bowo with his book

Menjadi seorang sutradara  adalah mimpi dan cita-cita Bowo. Awalnya cita-citanya ini kurang didukung oleh ayahnya. Tapi akhirnya sang ayah  luluh. game, membaca, menulis dan bermain dengan kucing adalah keseharianya. Hal yang paling banyak menginspirasinya adalah buku Harry Potter. Bowo biasa menghabiskan malam sampai pagi untuk menulis.



Terakhir pesan yang disampaikan Bowo," menulis, menulis aja..nga usah pikirin orang lain. Nothing to lose. and  Free Ur Imagination"

12.5.10

Bingung Mo kasih Judul Apa???

Huh lama tak menulis di blog ini. Banyak kisah ingin ku bagi, banyak cerita ingin ku urai tapi ternyata kewajiban kita jauh lebih banyak dari waktu yang kita punya. But masih selalu berusaha dan menyempatkan waktu menulis walau kadang nga penting...kesibukan kegiatanku di beberapa penelitian,  masuk panitia pengadaan pula, beberapa perjalanan dinas luar kota, kesibukan mengajar, kesibukan  tes  untuk melanjutkan masterku, menjadi pembimbing mahasiswa, kesibukan menyiapkan beberapa makalah dan tulisan untuk beberapa seminal nasional dan international dan ditambah kesibukan lain di hampir semua unit kerja deptan berkaitan dengan renumerasi deptan 2011.Mulai dari setifikasi ISO, penyusunan  SOP, analisis jabatan, Beban Kerja  dan tetetk bengek lainnya.

tetapi membaca buku karya mas Gola Gong yang berjudul Jangang Nga pernah Menulis Seumur Hidup membuatku kembali   menanamkan niat dan azzam pada diriku bahwa teruslah menulis. Sampaikan lah walau itu satu ayat...Belajar dari orang-orang besar, mereka menjadi besar, dikenang sepanjang zaman yah karena tulisannya.

Maksih bukunya mas Golagong. Semangat kita ternyata bisa diibaratkan dengan sebuah korek api. Ada saatnya ia mati dan menyala, maka dari keadaan mati menjadi menyala kita butuh sesuatu yang bisa mementikkannya. manusia bijak adalah manusia yang bisa menemukan sesuatu itu dengan cepat untuk mementik koreknya. Yaps intinya kita harus bisa mencari hal-hal yang akan membangkitkan semangat kita   Agar kita tak berlama dalam keterpurukan..

1.5.10

SENDAL DAN SEPATU: TAMPIL CANTIK DAN DUNIA PENYIKSAAN

Beberapa tahun yang lalu saya pernah mendengar perkataan seorang ibu-ibu muda yang intinya bahwa faktor kecantikan dan keindahan adalah faktor utama yang dipertimbangkan perempuan dalam memilih sesuatu. sedangkan  pria lebih  mengutamakan faktor kenyamanan. Wanita rela memakai sesuatu yang  tak nyaman, asalkan sesuatu itu membuat penampilanya lebih cantik dan menarik. beberapa bulan yang lalu saya membuktikan sendiri kebenaran statemen itu.

cerita bermula dari sebuah sepatu/sendal berhak tinggi..Dari dulu saya anti dengan  barang yang satu ini. disaat banyak teman kuliah saya menggunaknnya,  saya merasa lebih nyaman menggunakan sepatu kets dan beransel ria.  mobile, itulah alasannya.  Ditambah, saya pernah menyaksikan sendiri teman kosan yang bertragedi dengan benda yang satu ini. Hak sepatunya tersangkut pada sebuah lubang di jalan. Membuat keseimbanganya tergangu dan sempat  terjatuh.."Sakit akibat jatuhnya nga seberapa tapi malunya itu lho.."


Tapi setelah saya lulus, situasi kadang menuntut saya untuk menggunakan benda yang satu ini. Sepatu berhhak tinggi pertama kali saya gunakan ketika acara wisuda. Tak ada masalah. karena saya sengaja memilih yang tak terlalu tinggi dan memilih hak yang tidak terlalu runcing. Berjalannya waktu sayapun berani memakai hak sampai 10 cm.Sempat punya koleksi dengan tinggi berbeda. Kata teman-teman, saya akan terlihat anggun kalo memakai sepatu hak tinggi..he..karena jalannya lebih pelan..dan ...nga krasak krusuk seperti kebiasaan saya sehari-hari.


Tragedi
Kondangan...di moment itulah saya paling sering menggunakan benda ini. pun dengan sebuah resepsi di ICC Bogor.  (gedung mewah di kota bogor)..maklum yang menikah anaknya petinggi IPB. Sebelum berangkat sebenarnya, kata hati sempat ragu.hm..ternyata memang kita harus lebih peka dengan yang namanya kata hati..."pake nga ya?..Pake nga Ya?...", ragu karena sendal itu umurnya dah lumayan tua.he..khwatir dah lapuk.. dan takut patah...tapi kata hati ini saya abaikan...


sesampai di tempat resepsi...kok ada yang aneh dengan cara jalan saya, ada rasa yang lain dengan sendal saya..benar saja setelah dicek ternyata sendal yang saya gunakan haknya mulai lepas. masih beruntung  belum seutuhnya lepas. kondisi ini membuat saya benar-benar tak nyaman. Akhirnya saya meninggalkan gedung resepsi and then segera berjalan ke botani square. Beruntungnya lagi  ICC satu gedung dengan Botani Square. target utamanya adalah mencari alas kaki yang bisa membuat saya nyaman untuk melanjutkan perjalanan pulang. 


Setelah melihat-lihat akhirnya saya memutuskan memilih sebuah sepatu plastik yang menurut saya unik.Sepatu inilah yang akhirnya menyelamatkan perjalanan pulang saya.
Tapi sesampai dirumah saya pandangi lagi sepatu yang saya beli.." nga gue bangat deh", itulah kata yang  terucap...sempat berfikir kenapa saya bisa suka dengan benda seperti ini. lagi..lagi  wanita...(bukti pertama)


Sendal hak tinggi dan sepatu aneh itu

Pembuktian kedua..
Terjadi dalam perjalanan dinasku ke beberapa kota di bBanten. Sebelum berangkat,   sempat terlintas dibenakku, memakai sepatu ini dalam waktu yang lama tidak akan nyaman. karena ujungnya yang agak runcing.  Jadi memakai sepatu ini dalam waktu lama adalah sebuah penyiksaan.pengalaman sebelumnya sudah membuktikan Tapi demi kemecingan he..sepatu ini tetap saya gunakan..padahal perjalanan dinas saya tak hanya sehari tapi berhari-hari


benar saja, hari kedua saya tidak nyaman dengan sepatu saya..he..nga bawa pengganti lagi...sempat dipaksakan.."demi kecantikan memasuki dunia penyiksaan".. menyerah... tak sempat ke mana-mana,  akhirnya saya memutuskan untuk menggantinya dengan sebuah sendal jepit. .sebuah sendal jepit yang saya beli pada seorag pedagang di depan alun-alun pandeglang...berwarna kuning pula.
 



Dua bukti  demi kecantikan memasuki dunia penyiksaan..padahal sebenarnya ttp aja nga cantik.."kasian deh gw"