14.7.10

PERJALANAN PANJANG MENUJU PUNCAK GUNUNG PANGRANGO

alam adalah guru tertua manusia. didalamnya tuhan menyimpan ayat-ayat yang nyata.ia adalah pelajaran bagiku, ia adalah perenungan bagiku. ia semakin kuat memanggilku, semakin kuat mengikatku. Semoga tapak-tapak kaki lemahku ini terus berkelana menapak jengkal demi jengkal bumiMU, merasakan begitu Indah ciptaan mu,tak ada kata yang mampu menggambarkan keindahannya....


Keindahan alam negeri ini secara perlahan menjadi bagian dari diriku, kurasakan kekuatan dari-Mu muncul saat berada pada titik lelah,kurasakan kekuatan cinta dari sesama,kurasakan kekuatan cinta alam ini.Saat-saat dimana menyambut pesona siang dan malam yang berbeda,Saat-saat dimana aroma dedaunan segar menusuk tajam indra penciumanSaat-saat dimana selimut kabut menghangatkan tubuhku.

semua komponen alam menyatu memberi makna bagikehidupan,angin dingin lembut membelai pipiku, pepohonan nan hijau menyambutku dengan keteduhannya,air hujan mendiginkan tubuhku yang kelelahan,mata air pegunungan menyegarkan tenggorokanku yang mongering,tanah-tanah coklat & berlumpur nant subur itu membalut kulitku,bebatuan menjadi tempat berpijak di saat lelah
akhirnya sampai juga di puncak gunung di foto ini

Tapak kaki lemahku bersama 14 orang lainnya yang tergabung dalam komunitas Share Traveller akhirnya menginjak di puncak kedua tertinggi di Jawa Barat, yaps summit of pangrango mountain tepat pukul 21.30 10 juli 2010.alhamdulilah hanya itu yang terucap ketika langkah kakiku akan menginjak ketinggian 3019 mdpl. bersyukur aku bisa merasakannya, karena tidak semua orang bisa menikmati sensasi alam dan pendakian ini.

Menuju puncak pangrango
perjalanan kali ini terasa sangat berbeda. inilah perjalanan terlama yang pernah kulakukan dalam mencapai puncak. 14 jam waktu yang kami habiskan tentu dengan segala ceritanya. ada beberapa rekan yang cidera yang akhirnya terpaksa ngecamp di bawah, ada yang baru pertama kali menanjak dan terakhir kami sempat kesasar. kerjasama dan berbagi adalah satu kata yang harus ku catat dari perjalanan ini. dalam perjalanan pun akhirnya kami melebur dengan anak-anak mapala pondok gede dan rombongan anak-anak sma. disinilah kami berbagi semangat, penerangan dan terakhir makanan.

montana-kandang badak

Sekretariat montana
pos telaga biru

perjalanan kami mulai sekitar pukul 7 dari basecamp sukarelawan Montana.setelah mengurus masalah administrasi dan perizinan, perjalanan kami lanjutkan. telaga biru adalah tempat istirahat pertama kami.jalanan batuan yang tajam terus menanjak adalah jalanan kami berikutnya, tanjakan batuan ini di akhiri dengan jembatan kayu yang lumayan panjang dengan kondisi sudah lapuk dan sebagian bolong. akhir dari jempatan ini sampailah kami di pos pangayangan, persimpangan menuju gunung gede/pangrango dan menuju air terjun cibeurem. perjalanan kami lanjutkan menuju arah gede/pangrango.

air panas
setelah melewati beberapa pos, sampailah kami di air panas, harus melewati jalanan sempit, di satu sisi air terjun yang airnya panas dan sisi lainya adalah jurang. batuannya sangat licin, maka melewati jalur ini harus extra hati-hati. setelah melewati jalur ini kami pun menikmati makan siang . berjalan sedikit dari air panas  sampai di pos kandang batu satu dari rekan kami tidak bisa melanjutkan perjalanan dan terpaksa ngecam disana. dari kandang batu menuju kandang badak jalan sedikit menanjak dengan jalur yang jelas, tidak terlalu susah menurutku. tepat pukul 3 siang kami sampai di pos kandang badak. disinilah rute menuju gunung gede dan gunung pangrango mulai terpisah. gunung gede ke kiri dan pangrango ke kanan.
melewati jembatan


kandang badak-puncak-mandalawangi
Keadaan jalan setapak di punggungan Pangrango sangat menantang, sepanjang jalan  disuguhkan oleh tanjakan-tanjakan yang  memeras keringat ditambah lagi dengan banyaknya batang kayu yang menghalangi jalan setapak membuat para pendaki harus membungkuk dan tak jarang merangkak.  kadang kita menemukan jalan setapak lama yang melingkar-lingkar naik  dipenuhi oleh semak-semak dan tumbuhan perdu karena jarang dilewati, sebagai alternatif  muncul jalan setapak ,tegak lurus, curam dan  membelah jalan  lama (jalan alternatif, lebih singkat tapi butuh enefrgi lebih) dan disinilah kami tersasar.
kandang badak

Sampai di ketinggian sekitar 2600 m dpl, jika cuaca cerah tanpa kabut maka akan terlihat jelas puncak Gunung Gede dengan kawahnya. Mendekati daerah puncak jalan setapaknya melingkar-lingkar  dan sedikit landai.
gunung gede yang sedikit terlihat, sayang tertutup kabut

Pukul 21.00 kami sampai di puncak. Dipuncak sendiri terdapat sebuah tiang dari semen beton yang menujukan daerah puncak. tapi sudah penuh dengan coretan tangan vandalis. didepat tiang tersebut terdapat sebuah pondok yang hanya tinggal tiang dan separuh atap. seperti halnya tiang ketinggian, pondok ini juga tak luput dari tangan-tangan vandalis. Keadaan puncak sedikit kotor dan pemandangan terhalang oleh tumbuhan sub alpine yang tumbuh tinggi. Diareal puncak ini ditemukan beberapa area yang datar yang cocok dijadikan untuk mendirikana tenda. Hanya saja disini tidak terdapat air.
batu penanda puncak

puncak pangrango


Tak banyak yang kami lakukan di puncak, kami memilih untuk melanjutkan perjalan menuju alun-alun mandalawangi. menuruni jalan setapak, ke arah barat, pukul 21.30 sampailah kami di keheningan lembah Mandala Wangi. dinginnnnnnnnnnn......... inilah alun-alun edelweiss yang tumbuh subur hingga pohonnya tinggi dan rimbun. Luas Mandala Wangi tidak begitu luas seperti Suryakencana di Gunung Gede. Tempat ini sangat cocok untuk mendirikan tenda. dan disinilah kami menikmati dingin  malam dengan gemuruh anginnya dan sedikit bintang mengerlingkan keindahannya untuk kami
inilah rute perjalanan " share traveller" menuju puncak pangrango dan mandalawangi dengan panjang perjalanan 40 km , mantap gan!

1 komentar:

  1. Hello Geng!! Mantaaap. Info yang sangat lengkap dan menarik. Lanjutkan..

    BalasHapus