Tampilkan postingan dengan label kalimantan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kalimantan. Tampilkan semua postingan

23.11.13

Pontianak, Sejenak di kota katulistiwa

Dan topik kita kali ini masih membahas Kalimantan setelah sebelumnya tentang derawan, kalimantan Timur dan Tanjung Puting, Kalimantan Tengah maka kita lanjutkan cerita tentang kalimantan ini. Sekarang saatnya bergeser ke Bagian Barat yaps Kota Pontianak Kalimantan Barat. Kalimantan Barat memang tidak sepopuler daerah lain perihal wisatanya.  Tapi bagi saya  traveling not just about the destination but  it is about the journey. Dalam hidup saya hal yang paling membahagiakan adalah ketika mampu berinteraksi dan menjalin cerita dengan orang -orang baru yang saya kenal. Bahagia adalah ketika saya bisa mempelajari dan bahkan memahami berbagai kebudayaan orang lain. Hal ini semakin menyadarkan saya bahwa ternyata kita diciptakan dengan latar belakang dan budaya yang sangat beragam, dunia ini maha kaya. Yap pada akhirnya saya akan kembali pada kesimpulan bahwa saya hanya makluk yang maha kecil. 

Sebenarnya ada satu tempat yang yang sangat saya ingin kunjungi di Provinsi ini yaitu danau Sentarum. Danau ini merupakan danau yang sangat unik, dimana pada musim kemarau air di danau ini sangat kering dan bahkan kita bisa melihat cekungan dananunya, tapi pada musim kemarau air danau ini akan melimpah kemana-kemana. Saat ini, beberapa lembaga riset dunia sedang melakukan penelitian intensif disana. Sayang saya belum punya cukup waktu untuk berkunjung ke Danau ini. Maklum perjalanan saya ke kalimantan barat kali ini hanyalah perjalanan transit menuju Kuching Malaysia. Jadi ini hanyalah sepenggal cerita tentang pontianak versi saya ... :D 

Tugu Khatulistiwa
Eits cerita kemana-mana ini. Back to the story about Pontianak. Yang paling populer di kota ini tentu adalah tugu khatulistiwanya. Kota ini memang berada  tepat pada nol derajat lintang. Artinya bila kita coba melibat bumi arah utara dan selatan maka kota ini tepat berada pada sumbu simetri lipatnya.  Tugu khatulistiwa ini menjadi agak wajib hukumnya jika anda berkunjung ke kota ini. Untuk mencapai lokasi tugu ini tidak terlalu susah. Biasanya ada tukang ojeg atau mobil rental yang siap mengantarkan anda sesuai tujuan. Sebelum memulai perjalanan ada baiknya anda bersepakat masalah harga agar tidak ada yang dirugikan. hehehe. Hal ini selalu menjadi perhatian saya, setiap bertransaksi dimanapun berada. Untuk masuk dalam tugu ini kita memang diminta bayaran. dan di dalam tugu ini kita bisa menyaksikan beberapa sejarah dan cerita tentang astronomi dan terutama tentang tugu ini sendiri. 
Tugu Khatulistiwa di Pontianak ini  jaraknya kira-kira 5 Km ke arah utara kota Pontianak. Hawa panas memang sangat terasa di sini. Konon katanya tempat ini ditemukan pada tahun 1928 oleh tim ekspedisi atronomi Belanda. oh ya sebenarnya paling asyik mengunjungi tugu ini adalah pada bulan Maret dan September. Dimana pada saat itu terjadi kejadia alam yang unik dimana posisi perpotongan matahari dan garis khatulistiwa berada pada  109 derajar Bujur timur atau disebut kulminasi. Dimana pada saat puncak kulminasi, semua benda disekitar tugu ini tidak memiliki bayangan. Pemerintah setempat biasanya mengadakan serangkaian acara untuk menyambut dan sembari menunggu peristiwa kulminasi ini. 

Kedaton Kadariah 
Selesai mengunjungi tugu khatulistiwa maka tempat lain yang wajib didatangi adalah Kedaton Kadariah. Keraton ini terletak  di daerah kampung dalam bugis, kecamatan Pontianak Timur ini, dapat di capai dalam waktu kurang lebih 15 menit dari pusat Kota Pontianak .Ini konon katanya adalah pusat pemerintahan Pontianak tempo  dulu,  Dan ini dibangun pada tahun 1771 dulu. Dalam bangunan tua ini tersimpan banyak sekali benda budaya seperti perhiasan yang masih dipake secara temurun semenjak zaman dahulu, Berbagai rekam dan jejak peninggalan masa lalu pun tergambar di sini .


Oh ya di museum ini juga tersimpan sebuah Alquran berukuran besar yang usianya sudah lebih dari 2 abad. 


Museum Kalimantan Barat 

Dan yang menarik dari kota Pontianak ini adalah dimana 3suku bangsa berbeda bisa hidup berdampingan dengan damai. Mudah-mudahan konflik SARA tidak pernah menghampiri daerah ini. Suku Melayu, Dayak dan Tiong Hoa. Sebuah perpaduan kehidupan yang pantas untuk dipelajari. Social life yang unik menurut saya. Maka tak heran di kota ini kita akan menenumkan pusat-pusat kebudayaan malayu, Dayak dan Tionghoa. Nah untuk melihat budaya ini secara utuh maka Museum Kalimanta Barat bisa menjadi pilihan. 

Dari barang-barang yang terpajang di Museum ini terlihat bahwa Kalimantan Barat  adalah daerah yang pernah ditempai oleh beragam budaya . Disini kita bisa melihat  keberadaan kebudayaan Hindu Budha, Islam, Cina, dan Eropa. Sayang tidak banyak waktu yang saya miliki untuk mengeklopre museum ini lebih lanjut. 



Sungai Kapuas


satu sisi kota praha dan sungainya

Melihat dan menyaksikan kehidupan masyarakat di sekitar sungai Kapuas pun menjadi pilihan yang menarik bagi saya. Melihat kehidupan mereka yang sebagian besar tergolong kurang mampu  bercengkerama dengan air yang warnanya sudah tak bisa didefinisikan lagi. Ah tiba-tiba saya langsung terbayang Elbe, Praha dan Wroklaw Polandia adalah tiga kota yang pernah saya kunjungi dimana sungai menjadi daya tarik tersendiri di sana. Berharap suatu saat sungai Kapuas akan menjadi kebanggaan Masyarakat Kalimantan tengah seperti kota-kota sungai utama lain di Dunia. wishing.... :D 


Kehidupan di Sungai Kapuas
Dan satu hal lagi yang patut anda coba di kota Pontianak adalah menikmati es nona dan es lidah buaya. Di Provinsi ini lidah buaya merupakan komoditas unggulan. Yaps lidah buaya ini ditanam di lahan-lahan gambut dan karena penyinarannya yang sangat cukup, maka kandungan gula pada parutan air lidah buayanya sangat tinggi, sehingga rasanya akan sangat berbeda dengan lidah buaya di provinsi lain. Bahkan konon katanya beberapa perkebunan lidah buaya saat ini dikembangkan menjadi agrowisata. 

21.11.13

ROMANTISNYA DERAWAN DAN UNIKNYA KAKABAN

Posisi kep. Derawan (sumber: http://id.wikipedia.org/)
Mumpung libur, mari  kita menulis lagi..  hehehe perasaan kuliah  di German ini banyak bangat liburnya. kembali mencoba mengingat satu persatu perjalanan. Yaps just to remain.. dan mumpung belum terlalu lupa. 
Masih tentang kalimantan, yaps kayaknya tahun 2012 kebanyakan trip saya bersama teman-teman share traveler adalah mengekplore Kalimantan. Jika sebelumnya berbicara tentang Tanjung Puting National park di kalimantan tengah, maka kali ini kita bergerak ke timur bagian utara hehehe. Yaps kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman saya di Kepulau Derawan, bulan Juni 2012 yang lalu.hmmm. Ini salah satu lagi kekayaan Indonesia. Alam bawah lautnya  kekayaan alam pulau-pulau sekitarnya, dan keunikan danau Kakaban  akan selalu menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Kepulauan ini. Maka tak heran, kepulauan ini pun menjadi dalah satu destinasi utama wisata bahari Indonesia. 
complete team derawan 2012 
Kepulaun Derawan sebenarnya bisa dicapai dari Tanjung Redep, ibu kota Kabupaten Berau,  tapi pada trip kali ini kami memilih untuk mencapai derawan melalui Tarakan, dengan pertimbangan harga pesawat Jakarta-Tarakan itu lebih murah dibandingkana Jakarta-Tanjung redep karena Jakarta-Tarakan dilayani oleh lebih banyak maskapai penerbangan.  Tidak ada direct flight menuju daerah ini, biasanya kita akan transit dulu di BalikPapan. Namun dari tarakan menuju Derawan memakan waktu lebih lama dibandingkan dari tanjung Redep. Tarakan-Derawan itu kalo nga salah mencapai 6 jaman,  sedangkan tanjung redep derawan itu hanya 2 jam. Dan ditambah lagi, ini konon katanya Tarakan-Derawan itu daerah rawan perampokan dan pembajakan..yah semacam bajak laut lah ya. Alhamdulilah kami bisa menempuh perjalanan ini dengan selamat pulang dan pergi.

Senja di Derawan
Kepopuleran Derawan mulai terangkat sejak penyelenggaraan PON tahun 2008 dimana Kalimantan Timur sebagai tuan rumahnya. Untuk beberapa olah raga air, pulau ini sebagai salah satu venuenya. Salah satu promosi wisata yang cukup tepat dan ampuh untuk mempopulerkan keindahan pulau ini. Dan oleh pemerintah kalimantan timur, pulau ini pun dibenahi. Masyarakat di pulau kecil ini diberi pendidikan untuk melayani tamu dll. Maka tak heran, hampir semua rumah penduduk di pulau ini, saat ini dijadikan homestay dan memang wisata akhirnya menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat di sini. 

Sebenarnya sangat banyak  travel yang menyediakan paket wisata ke pulau ini. Tapi lagi-lagi pertimbangan biaya kami memutuskan untuk mengorganisir trip ini sendiri dengan scheme sharing cost tentunya. Perjalanan kami kali ini lumayan lama, 5 hari 4 malam.  Kalo pake agen biaya yang harus kami keluarkan untuk jangka iwaktu seperti itu sekitar 2,5 jutaan diluar tiket Jakarta-Tarakan-derawan. Karena kami mengatur sendiri akomodasi kami, maka pada trip kali ini diluar tiket kami hanya membayar 1,1 juta per orang. Lumayan kan ciiinnnnn.. hehehhe. 

Derawan ini hanya kepulauan kecil di Kabupaten Berau Kalimantan timur. terdiri dari 4 Pulau yaitu pulau Derawan, Pulau Maratua , Pulau Sangalaki dan Pulau Kakaban. Dalam trip kali ini alhamdulilah berhasil mengexplore semua pulau-pulau ini. Tapi untuk urusan stay dan penginapan kami memang memilih di derawan karena lebih banyak pilihan dan lebih banyak penduduknnya. Sedangkan untuk mobilisasi dari satu pulau ke pulau lain kami menyewa kapal serta guide sendiri.

Pulau Derawan
Pulau ini adalah gugusan yang tidak terlalu besar. hamparan pantai biru dan pasir putih menjadi ciri khas pantai ini. Kita bisa menikmati sunset dan sunsrise dari pulau ini. Oh ya keunikan pantai di Derawan ini adalah pada pagi hari kita bisa melihat penyu-penyu berkeliaran di pasir pinggir pantai. Namun semakin beranjaknya hari, penyu-penyu ini akan kembali ke laut. Menikmati sunset dan sunsrise memang akan selalu menjadi pilhahn utama dalam menikmati keindahan pantai. Di sini ada beberapa Dermaga untuk menikmati sunset dan sunrise  Sambil bersenda gurau dan berkelalkar bahkan sambil menikmati makan kecil. Entahlah sunset dan sunsrise itu selalu akan memberikan sensasi dalam hidup manusia. Pendaran jingganya mengalirkan semacam energi dalam tubuh kita. hehehe..Disekitran pulau derawan kita bisa menikmati beberapa makanan khas laut. Seperti sate cumi dan udang. Nah kebetulan kami menyewa homestay include dengan penyediaan makananya. Dan alhmaudlilah pihak homestay pun sangat mengerti selera kami.
bercengkrama di keindahan pantai derawan



Jika bingung mau ngapaian di stay, berkeliling pulau ini dengan jalan kaki juga mengasikkan.. Karena pulau ini kecil, paling kurang 1-1,5 jam kita sudah bisa mengelilingi pulau ini.  Dan saya akan selalu menyempatkan diri untuk bercerita dengan penduduk setempat. Dan saya pun baru tau, bahwa kebanyakan penduduk derawan adalah berasar dari suku Bugis, Sulawesi Selatan. Jauh juga ya mereka berkelana.

Pulau Maratua.

Keindahan pantai Maratua
Hari berikutnya kami melanjutkan perjalanan dengan kapal sewaan menunju Pula Maratua. Pantai di pulau ini, juga tak kalah Indahnya nya dari pantai di pulau Derawan. Namun karena  di bagian utama pantai pulau ini berdiri sebuah cottage mewah yang dimiliki bangsa asing, maka kami tidak diperbolehkan untuk menikamti pantai ini lama-lama. KIta hanya boleh menikmati keindahannya sesaat saja. Lagi-lagi kenapa kita menjadi orang asing di Negeri sendiri? huhh..


Selanjutnya kami menuju ke salah satu bagian pulau maratua ini untuk menemui seorang bapak yang akan menjadi guide kami menuju  Danau Haji BUang. Danau haji buah adalah danau pribadi sang bapak yang terdapat ditengah-tengah ladang. Yaps di Danau ini kita bisa berenang bersama ubur-ubur yang ukurannya sangat kecil. Yah semacam berenang dengan cendol. ubur-ubur di sini sedikit berbeda dengan ubur-ubur di Pulau Kakakaban (yang akan dijelaskan pada bagian selanjutnya). Namun karena ini belum dikelola sebagai tempat wisata, jadi belum banyak orang yang tau.  Jadi belum ada infrastruktur yang mendukungnya.
Ubur-ubur keci di Danau Haji Buang
Kesan spooki  terasa sekali di sini. Karena ini ditengah ladang, dan jarang sekali orang ke danau ini. Tapi kami memutus untuk menikmati berenang bersama cendol ubur-ubur ini. hehehe. Luar biasa bisa berenang bersama ubur-ubur tampa di sengat sama sekali. Ubur-ubur akan banyak ditemukan di daerah yang terkena matahari. Maka untuk menuju tengah danau yang agak terbuka dan mendapatkan sinar matahari yang lebih banyak kami memutuskan menggunakan kapal kayu yang memang sudah disediakan sang pemilik kebun.
Yaps akhirnya punya pengalaman lagi berenang bersama  cendol ubur2.

Pulau Kakaban.
Nah ini adalah bagian utama dan yang paling terkenal dari kepulauan Derawan. Di pulau Kakaban ini terdapat sebuah danau yang bernama danau Kakaban. Di danau ini kita bisa berenang bersama ribuan ubur-ubur yang ukurannya lebih besar dari ukuran ubur-ubur di danau haji buang. Ke eksotismean pulau ini pernah di tampilkan pada beberapa iklan televisi. Dan danau ubur-ubur ini di dunia hanya ada di dua lokasi yaitu di Pulau Kakaban dan  di Jellyfish lake di Palau Micronesia di Kawasan Pacifik.
ubur-ubur dan danau kakaban 

Pulau Kakaban memiliki luas 2,6x1,5 kilometer. Dan yang unik dari danau ini adalah disampaing ubur-uburnnya yaitu airnya adalah air payau yang terbentuk akibat karang yang naik di atas permukaan laut dengan ketinggian hingga 50 meter. Kemudian, karang ini membuat sejumlah air terperangkap, dan terbentuklah danau. Proses terbentuknya danau kakaban ini sangat unik.  Danau air payau ini memiliki ekosistem yang unik, karena dihuni oleh hewan dan tumbuhan endemik yaitu  ubur-ubur yang kehilangan kemampuan menyengat, algae yang menjadi karpet di dasar danau, anemon yang berwarna putih. Dan di danau ini konon katanya terdapat 4 jenis ubur-ubur sedangkan di jelly fish hanya ada dua species 


Pantai-pantai di pulau kakaban ini juga tak kalah dengan pantai di pulau lain. Tapi tentunya tujuan utama ke pulau ini adalah berenang bersama ubur-ubur. Dari dermaga pantai ini kita akan sedikit menanjak dengan tangga-tanga yang sudah dibangun oleh pemerintah setempat. Oh ya untuk menjaga agar ubur-ubur tidak terluka maka bagi pengunjung tidak diperkenankan untuk menggunakan alat bantu berenang yang bisa melukai ubur-ubur. Dan biasanya ubur-ubur akan banyak ditemukan di daerah dengan penyinaran yang cukup.

Pulau Sangalaki.

sangalaki

Pulau berikut yang wajib dikunjungi  adalah pulau sangalaki. Pulau ini merupakan salah satu pusat konservasi penyu. Sehingga di pulau ini kita bisa melihat beberapa penangkaran penyu. Hal lain yang patut di coba di pulau ini adalah bersnorkling  di beberapa pantainya dan  jika beruntung kita akan bertemu dengan manta yang centil, Manta adalah semacam ikan dengan sayapnya yang lebar. Dan manta ini sangat bersahabat sekali dengan para penyelam. Jika kita menemukannya dan mencoba membidik kamrera, maka mata ini pun mencoba untuk meliuk-liukan badannya. Ah luar biasa memang bisa bercengkrama dengan makluh Allah lainnya.Namun kadang memang agak susah bertemu dengan manta-manta. alhamdulilah kami bisa bersua dengan manta hehehehe Pantai-pantai di pulau Sangalaki keindahnnya pun tak kalah dengan pantai lain. termasuk pasirnya yang putih.
saya dan pagi di derawan


Lagi-lagi ini menambah list kebanggaan saya akan Indonesia.  Meskipun  Dalam perjalanan ini kami harus mengapung-ngapung dilautan karena ada kerusakan kapal ketika kami akan kembali ke Derawan dari Sangalaki. Berbagai rasa sudah berkecamuk, mengapung hampir 6 jam di lautan. Dan ketakutan semakin bertambah ketika malam pun datang. Akhirnya sang punya kapal datang dengan segala kecemasannya. Merasa sangat khwatir, dan yakin terjadi sesuatu akhirnya sang punya kapal mencari kami yang teroambang ambing di lautan. Alhamdulilah kami selamat. Sesampai di daratan derawan, kami pun disambut dengan haru,karena selamat. Maklum beberapa bulan sebelum kedaatang kami , ada kapal yang hilang dan akhirnya ditemukan di peraoran philipina.
Dengan segala ceritanya, derawan adalah satu dari tempat terindah Indonesia yang telah saya kunjungi, dan tentu wajib anda kunjungi... :D

30.1.12

ENTIKONG-TEBEDU; KITA DAN TETANGGA


Perbatasan dari kejauhan
Melanjutkan cerita yang tertunda tengtang negeri batas. Setelah menikmati malam di penginapan sekedarnya yang jauh dari kata layak, pagi itu kami coba mengamati kehidupan sekitar Entikong. Penginapan kami hanya berjarak 50 meter dari perbatasan. Ini sungguh memudahkan kami untuk mengamati kehidupan di negeri batas. Pemandangan pertama yang kami liat adalah kantor imigrasi dan kantor karantina pertanian dimana salah seorang temanku bertugas. Kantor imigrasinya tergolong cukup sederhana dibandingkan kantor imigrasi disebelahnya. Dari wajah dan tampang petugas di sana  secara kasat mata pun terlihat bahwa mereka memang lebih baik dari kita. Tapi cukup disayangkan tempat ini tidak boleh diabadikan dalam bidikan kamera. ketika aku mengeluarkan kamera seorang petugas disana langsung menghampiri ku dan menyampaikan larangannya. sampai saat ini masih belum menemukan jawaban kenapa  tidak diperbolehkan mengabadikan gambar di daerah ini. 


Kantor Karantina Pertanian Entikong
Kantor Imigrasi di perbatasan ENTIKONG-TEBEDU


Setelah mengamati bangunan di negeri batas ini kami pun mengamati masyarakat yang lalu lalang di pintu batas ini. Setelah bertanya-tanya pada beberapa orang ternyata mereka adalah penduduk Entikong yang akan berangkat kerja di negara sebelah. Info lain menyebutkan mereka kebanyakan bekerja pada sektor perkebunan terutama sawit.  Keren yah mereka, kerja aja harus beda negara. :p  Dan yang lebih menyedihkan adalah bahwa di negeri batas ini bahasa melayu malaysia lebih kentara terdengar dibandingkan bahasa indonesia atau bahasa dayak. Transaksi perdagangan pun lebih banyak menggunakan ringgit dibandingkan dengan rupiah. Sebagian dari masyarakatpun lebih memilih untuk berbelanja ke kota Khucing dibandingkan Pontianak. disamping harganya murah, akses ke kota Kuching pun terasa lebih mudah dibandingkan ke kota Pontianak. 
Suasana Perbatasan yang sempat terekam
Yaps inilah yang banyak di alami oleh masyarakat di perbatasan. Tentang rasa Nasionalisme dan tuntutan kehidupan. Negeri-negeri kita di ujung-ujung peradaban memang harus di akui jauh tertinggal dari tetamgga sebelah. Jauh dari kata layak secara kemanusiaan. ketika mereka mencoba mencari penghidupan ke negeri tetangga mereka pun diklaim tidak nasionalis. Dilema penduduk perbatasan kelangsungan hidup atau hidup dalam keterbatasan demi sebuah kata nasionalisme?

Pada negeri batas inilah sejatinya kita bisa melihat siapa dan bagaimana kita dibandingkan tetangga. Yang pasti jika berdiri di garis batas Entikong ke arah kota Kuching, kita bisa melihat jalanan yang rapi, mulus dan indah  tapi jika kita coba memutar badan ke arah Pontianak pemandangan sebaliknyalah yang akan kita lihat. Inilah cerita yang harus menjadi pelajaran terutama buat ku bahwa kita ternyata masih sangat jauh tertinggal dari negeri tetangga ini. Dan saya akhirnya memahami mengapa orang-orang di negeri batas ini lebih memilih menghabiskan hidupnya untuk negara tetangga. 
Menju Entikong
Dan tiba-tiba aku pun tertegun siapakah yang peduli mereka? kapankah peradaban di perbatasan ini akan berubah...hmmmmmm saat ini hanya  cuma bisa mereniung. belum bisa lebih dari itu...:D
(catatan perbatasan, April 2011)
Armada Tua Pontianak_ENTIKONG

6.12.11

ENTIKONG_TEBEDU;CERITA NEGERI BATAS


-->
Entah mengapa Garis batas bagiku adalah sesuatu yang menarik. Sedikit terinspirasi oleh  kumpulan catatan perjalanan "Garis Batas" kang Agustinus Wibowo yang bercerita tentang garis batas di Timur Tengah . Dahsyat memanng.. Buku ini bercerita tentang dunia yang utuh namun tercerai berai oleh politik, perang, budaya, geografi bahkan kadang agama. Sempat berhayal dan berimajinasi konyol tentang dunia yang tak terkotak  dalam bentuk negara dan bangsa. everyone can go anywhere without passport  and  visa..he..he...(visa: masalah  utama para traveler)

Garis Batas Tepedu Entikong

Lalu bagaimana dengan garis batas di negera kita tercinta ini.  Perbatasan laut mungkin tidak se unik perbatasan darat. Laut telah  menjadi pembatas yang nyata bagi negara kita  dan negara tetangga. Namun sebaliknya pada Garis batas darat kita  menyaksikan secara nyata sebuah aris yang benar-benar memisahkan manusia dalam budaya dan aturan yang sungguh berbeda.  Bahkan di pulau sebatik Kalimantan Timur ada sebuah rumah penduduk  masuk dalam administrasi 2 negara. unikya..he..he..Sebuah sensasi yang memang harus ku rasakan. Setidaknya  ada tiga garis batas darat yang telah  masuk  dalam daftar tempat yang harus ku kunjungi, Entikog-Tepedu, Papua-PNG dan Atambua-timor leste. Semoga terkabul Amin.

Dan Akhirnya Bulan April 2011 kemaren saya merasakan salah satu sensasi garis batas  itu  Entikong-Tepedu. Berbekal Informasi dari Pak Wawan, seorang teman prajabatan yang  bertugas di karantina pertanian Entikong, Aku dan seorang teman yang kebetulan bernama yeli juga tapi beda spelling 'Yelly (duo yeli je..) memulai perjalanan ini. Sayang pada saat kedatangan ke Entikong Pak Wawan sedang training di Bandung. Tapi itu tak masalah bagi kami.

Perjalanan yang sudah kami rencanakan ini ternyata tak berjalan mulus. Yellly, my buddy ternyata ketinggalan tiket pesawatnya...Alhamdulilah masalah itu teratasi karena Yelly masih ingat kode bookingnya. Di itinerary yang kami buat,  Kami  terbang ke Pontianak dengan penerbangan sore dan berencana malam harinya pukul 21.00 langsung menuju Entikong dengan pilihan beberapa armada bis (prefer menggunakan Damri). Tapi rencana tinggal rencana. Setelah masuk boarding gate, Yelly  baru sadar bahwa pasportnya ketinggalan.  Beruntung pesawat delay 1 jam, Yelly nekat untuk kembali ke kosan untuk mengambil pasporntya itu. Nasib memang belum berkata baik, sampai pesawat take off yelly pun  tak muncul. sesat sebelum take off  ku sempat menghubungi Yelly . Informasi yang kudapat Yelily terjebak macet parah. Tapi yelly meyakinkan ku bahwa dia akan menyusul dengan penerbangan yang paling pagi esok harinya.
Sudah Jatuh Tertimpa tangga pula, itulah kata yang tepat menggambarkan nasib Yelly Inilah pelajaran moral kehidupan bahwa kelalain sekecil apapun itu fatal akibatnya. Yelliy telah mengeluarkan uang 150 ribu untuk menyewa sebuah ojeg dan terpaksa membayar harga tiket 2 kali  harga tiket semula. Dan mungkinn yang tak terlupakan adalah malam itu harus tidur di Bandara. Pengalaman yang tak terlupakan. Akhirnya aku pun harus iklas dan rela menunggu Yelliy esok harinya.

Tepat pukul 9 malam aku mendarat di Supadio. Setelah  tanya sana-sini akhirnya aku menginap di hotel sederhana Hotel Khatulistiwa  tepatnya. Beruntung menemukan sopir taksi yang sangat baik. seorang bapak yang akhirnya menjadi guide.  Tak banyak yang kulakukan malam itu, berbersih, SHolat dan langsung istirahat.  

Esok harinya  Jam 9  pagi  yelly sampai di hotel tempatku menginap. Wajahnya terlihat amat dan teramat kucel. maklum malam itu yeli memilih untuk tidak tidur demi kesalamatan katanya. Dan ternyata tak sempat mandi pula..Senyum dan iba dua ekspresi itu akhirnya muncul setelah Yelly menceritakan semuanya. Pelajaran paling berharga dalam hidup kadang  memang terlahir dari pengalaman konyol. semoga kejadian ini tak terulangi...

Dan kekonyolan belum selesai. Demi tiket murah untuk kembali ke Jakarta, kami  membeli tiket atas nama orang lain yang batal berangkat.. Sempat bimbang awalnya karena salah satunmya atas nama laki-laki.  karena tak lagi punya money kami pun sepakat membelinya. Maklumlah  harganya setengah dari harga tiket resmi saat itu. Demi keamanan,  Mba-mba penjaga travel itu akhirnya mencity cek in kan tiket kami.  Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti jatuh jua.  Kami berhasil masuk bandara dengan selamat...tapi jeng..jeng ketika masuk boarding gate, seorang petugas memperhatikan dengan seksama boarding pass ku, dan dengan tatapan aneh sang petugas pun bertanya. "lho ini kok namanya laki-laki"...dalam hati ku berguman " tamat deh riwayatku". Dewi fortuna masih berpihak pada ku  Sang petugas mengizinkan setelah tiba-tiba aku mengatakan bahwa tiket itu adalah tiket suamiku yang batal berangkat dan sayang kalo tidak digunakan. Konyol dan benar-benar konyol. Merasa teramat berdosa melakukan ini.. semoga Allah mengampuniku. Amin

Menuju Entikong

Karena semua armada darat menuju Entikong beroperasi malam hari, maka siang itu kami habiskan untuk mengexplore kota Pontianak dan menikmati beberapa kulinernya. Es nona dan es lidah buaya salah duanya. Tak banyak memang yang bisa di nikmati di kota khatulistiwa ini. Tempat yang pertama  kami tuju tentu dan jelas adalah tugu khatulistiwa. Konon katanya nga afdhal kalo ke pontianak  jika tidak  bertandang ke tugu khatulistiwa.  killing the time, kami pun sempat mengunjungi beberapa museum.. Bada' magrib kami kembali menjadi gelandang di sebuah mesjid. Beristirahat sejenak  menunggu Travel yang akan menjemput kami.

Dan perjalanan Pontianak_Entikong dimulai. Tak banyak yang bisa kami nikmati dalam perjalanan ini. Maklum sudah malam. Menelusuri jalanan panjang yang sebagian besar masih jauh dari kata layak. Hamparan perkebunan sawit adalah pemandangan utamanya. Yaps lahan gambut kita memang telah dirubah secara besar-besaran menjadi lahan sawit. Dengan kondisi jalan seperti itu, susah sekali memang untuk tidur nyenyak. Akhirnya kucoba menikmati perjalanan dengan  bercerita dan  mendengarkan   seksama percakapan penumpang lainnya. Aku pun berkesimpulan bahwa 2 orang  di dalam travel itu adalah TKW dan satu lainnya penyalurnya. Aku pun mulai mecoba mengali informasi lebih banyak tentang  dunia perte KWAan. Mereka kelihatan sangat hati-hati sekali menjawab setiap pertanyaanku.  Kesempatan baik untuk melihat bagaimana  hitam dan putihnya cerita TKW  yang  memang tak pernah habis.

Setelah menerima telpon dari rekannya, Sopir travel yang kami tumpangi tiba-tiba gelisah dan mewanti-wanti penumpangnya agar waspada. Ternyata ada razia TKW di salah satu kantor kepolisian. Bila ketauan membawa TKW ilegal maka penyalur  dan sopir akan berurusan dengan yang namanya duit dan penjara. Jika mereka bisa memberikan uang sesuia yang diminta para aparat itu maka mereka di bebaskan dan jika tidak maka para TKW tidak diizinkan oleh pihak kepolisian menuju negara tetangga. Mereka akan di tahan dan  setelah itu terserah polisinya. Mobil sang sopir pun akan di tahan. dan harus ditebus dengan tebusan yang aduhai...keserakahan manusia atas harapan dan mimpi-mimpi orang lain (TKW tepatnya). Kasian sekali mereka sudah diperas penyalur, pun harus diperas oleh oknum polisi.

Dan ternyata benar adanya. Ada razia. dan demi melindungi penumpangnya yang TKW ini, aku lah yang diminta pak sopir untuk menghadapi sang polisi. Karena sopir itu memang tau bahwa tujuanku hanyalah akan melancong bukan untuk menjadi TKW. Berhadapan dengan polisi  intinya aku ditanya mau kemana dan mengapa. setelah ku jawab jujur pak polisi tak percaya. Eh pak sopir malah tiba-tiba menyeletuk bahwa saya adalah orang kementan yang sedang dinas ke Karantina Entikong. Faktanya adalah orang orang kementan yang sedang melancong (he..he..) Pak polisi akhirnya memaksa ku untuk  menujukkann surat  penugsana .  bingung, memang tidak ada surat tugas karena memang bukan perjalanan dinas. Setelah mampu menunjukkan bahwa aku adalah PNS dan memperlihatkan tiket pulang kejakarta  mereka akhinya pun percaya.. 

Dini hari kami sampai di Entikong. Letih luar biasa. Merasa masih butuh istirahat kami pun menyewa sebuah kamar yang jauh dari kata layak  berjarak  sekitar  200 meter dari pintu perbatasan. Tak ada pilihan lain , ini satu-satunya penginapan yang kami  tau ada di sini. Desa ini terasa kota mati memang. Tak ada kasur tebal je, cuma ada kasur palembang yang tipis dan dinding kamar yang masih belum di plester , ruat dan kasarnya batako harus kami nikmati dalam lelah malam itu\.  Tapi sebandinglah dengan harga yang  hanya Rp.25.000 untuk dua orang. Penginapan ini menjadi cerita pertama kami di Entikong ...cerita kedua, ketiga dan seterusnya???? tunggu cerita selanjutnya :D
kompleks keimigrasian Tepedu Malaysia.