23.11.13

Pontianak, Sejenak di kota katulistiwa

Dan topik kita kali ini masih membahas Kalimantan setelah sebelumnya tentang derawan, kalimantan Timur dan Tanjung Puting, Kalimantan Tengah maka kita lanjutkan cerita tentang kalimantan ini. Sekarang saatnya bergeser ke Bagian Barat yaps Kota Pontianak Kalimantan Barat. Kalimantan Barat memang tidak sepopuler daerah lain perihal wisatanya.  Tapi bagi saya  traveling not just about the destination but  it is about the journey. Dalam hidup saya hal yang paling membahagiakan adalah ketika mampu berinteraksi dan menjalin cerita dengan orang -orang baru yang saya kenal. Bahagia adalah ketika saya bisa mempelajari dan bahkan memahami berbagai kebudayaan orang lain. Hal ini semakin menyadarkan saya bahwa ternyata kita diciptakan dengan latar belakang dan budaya yang sangat beragam, dunia ini maha kaya. Yap pada akhirnya saya akan kembali pada kesimpulan bahwa saya hanya makluk yang maha kecil. 

Sebenarnya ada satu tempat yang yang sangat saya ingin kunjungi di Provinsi ini yaitu danau Sentarum. Danau ini merupakan danau yang sangat unik, dimana pada musim kemarau air di danau ini sangat kering dan bahkan kita bisa melihat cekungan dananunya, tapi pada musim kemarau air danau ini akan melimpah kemana-kemana. Saat ini, beberapa lembaga riset dunia sedang melakukan penelitian intensif disana. Sayang saya belum punya cukup waktu untuk berkunjung ke Danau ini. Maklum perjalanan saya ke kalimantan barat kali ini hanyalah perjalanan transit menuju Kuching Malaysia. Jadi ini hanyalah sepenggal cerita tentang pontianak versi saya ... :D 

Tugu Khatulistiwa
Eits cerita kemana-mana ini. Back to the story about Pontianak. Yang paling populer di kota ini tentu adalah tugu khatulistiwanya. Kota ini memang berada  tepat pada nol derajat lintang. Artinya bila kita coba melibat bumi arah utara dan selatan maka kota ini tepat berada pada sumbu simetri lipatnya.  Tugu khatulistiwa ini menjadi agak wajib hukumnya jika anda berkunjung ke kota ini. Untuk mencapai lokasi tugu ini tidak terlalu susah. Biasanya ada tukang ojeg atau mobil rental yang siap mengantarkan anda sesuai tujuan. Sebelum memulai perjalanan ada baiknya anda bersepakat masalah harga agar tidak ada yang dirugikan. hehehe. Hal ini selalu menjadi perhatian saya, setiap bertransaksi dimanapun berada. Untuk masuk dalam tugu ini kita memang diminta bayaran. dan di dalam tugu ini kita bisa menyaksikan beberapa sejarah dan cerita tentang astronomi dan terutama tentang tugu ini sendiri. 
Tugu Khatulistiwa di Pontianak ini  jaraknya kira-kira 5 Km ke arah utara kota Pontianak. Hawa panas memang sangat terasa di sini. Konon katanya tempat ini ditemukan pada tahun 1928 oleh tim ekspedisi atronomi Belanda. oh ya sebenarnya paling asyik mengunjungi tugu ini adalah pada bulan Maret dan September. Dimana pada saat itu terjadi kejadia alam yang unik dimana posisi perpotongan matahari dan garis khatulistiwa berada pada  109 derajar Bujur timur atau disebut kulminasi. Dimana pada saat puncak kulminasi, semua benda disekitar tugu ini tidak memiliki bayangan. Pemerintah setempat biasanya mengadakan serangkaian acara untuk menyambut dan sembari menunggu peristiwa kulminasi ini. 

Kedaton Kadariah 
Selesai mengunjungi tugu khatulistiwa maka tempat lain yang wajib didatangi adalah Kedaton Kadariah. Keraton ini terletak  di daerah kampung dalam bugis, kecamatan Pontianak Timur ini, dapat di capai dalam waktu kurang lebih 15 menit dari pusat Kota Pontianak .Ini konon katanya adalah pusat pemerintahan Pontianak tempo  dulu,  Dan ini dibangun pada tahun 1771 dulu. Dalam bangunan tua ini tersimpan banyak sekali benda budaya seperti perhiasan yang masih dipake secara temurun semenjak zaman dahulu, Berbagai rekam dan jejak peninggalan masa lalu pun tergambar di sini .


Oh ya di museum ini juga tersimpan sebuah Alquran berukuran besar yang usianya sudah lebih dari 2 abad. 


Museum Kalimantan Barat 

Dan yang menarik dari kota Pontianak ini adalah dimana 3suku bangsa berbeda bisa hidup berdampingan dengan damai. Mudah-mudahan konflik SARA tidak pernah menghampiri daerah ini. Suku Melayu, Dayak dan Tiong Hoa. Sebuah perpaduan kehidupan yang pantas untuk dipelajari. Social life yang unik menurut saya. Maka tak heran di kota ini kita akan menenumkan pusat-pusat kebudayaan malayu, Dayak dan Tionghoa. Nah untuk melihat budaya ini secara utuh maka Museum Kalimanta Barat bisa menjadi pilihan. 

Dari barang-barang yang terpajang di Museum ini terlihat bahwa Kalimantan Barat  adalah daerah yang pernah ditempai oleh beragam budaya . Disini kita bisa melihat  keberadaan kebudayaan Hindu Budha, Islam, Cina, dan Eropa. Sayang tidak banyak waktu yang saya miliki untuk mengeklopre museum ini lebih lanjut. 



Sungai Kapuas


satu sisi kota praha dan sungainya

Melihat dan menyaksikan kehidupan masyarakat di sekitar sungai Kapuas pun menjadi pilihan yang menarik bagi saya. Melihat kehidupan mereka yang sebagian besar tergolong kurang mampu  bercengkerama dengan air yang warnanya sudah tak bisa didefinisikan lagi. Ah tiba-tiba saya langsung terbayang Elbe, Praha dan Wroklaw Polandia adalah tiga kota yang pernah saya kunjungi dimana sungai menjadi daya tarik tersendiri di sana. Berharap suatu saat sungai Kapuas akan menjadi kebanggaan Masyarakat Kalimantan tengah seperti kota-kota sungai utama lain di Dunia. wishing.... :D 


Kehidupan di Sungai Kapuas
Dan satu hal lagi yang patut anda coba di kota Pontianak adalah menikmati es nona dan es lidah buaya. Di Provinsi ini lidah buaya merupakan komoditas unggulan. Yaps lidah buaya ini ditanam di lahan-lahan gambut dan karena penyinarannya yang sangat cukup, maka kandungan gula pada parutan air lidah buayanya sangat tinggi, sehingga rasanya akan sangat berbeda dengan lidah buaya di provinsi lain. Bahkan konon katanya beberapa perkebunan lidah buaya saat ini dikembangkan menjadi agrowisata. 

21.11.13

ROMANTISNYA DERAWAN DAN UNIKNYA KAKABAN

Posisi kep. Derawan (sumber: http://id.wikipedia.org/)
Mumpung libur, mari  kita menulis lagi..  hehehe perasaan kuliah  di German ini banyak bangat liburnya. kembali mencoba mengingat satu persatu perjalanan. Yaps just to remain.. dan mumpung belum terlalu lupa. 
Masih tentang kalimantan, yaps kayaknya tahun 2012 kebanyakan trip saya bersama teman-teman share traveler adalah mengekplore Kalimantan. Jika sebelumnya berbicara tentang Tanjung Puting National park di kalimantan tengah, maka kali ini kita bergerak ke timur bagian utara hehehe. Yaps kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman saya di Kepulau Derawan, bulan Juni 2012 yang lalu.hmmm. Ini salah satu lagi kekayaan Indonesia. Alam bawah lautnya  kekayaan alam pulau-pulau sekitarnya, dan keunikan danau Kakaban  akan selalu menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Kepulauan ini. Maka tak heran, kepulauan ini pun menjadi dalah satu destinasi utama wisata bahari Indonesia. 
complete team derawan 2012 
Kepulaun Derawan sebenarnya bisa dicapai dari Tanjung Redep, ibu kota Kabupaten Berau,  tapi pada trip kali ini kami memilih untuk mencapai derawan melalui Tarakan, dengan pertimbangan harga pesawat Jakarta-Tarakan itu lebih murah dibandingkana Jakarta-Tanjung redep karena Jakarta-Tarakan dilayani oleh lebih banyak maskapai penerbangan.  Tidak ada direct flight menuju daerah ini, biasanya kita akan transit dulu di BalikPapan. Namun dari tarakan menuju Derawan memakan waktu lebih lama dibandingkan dari tanjung Redep. Tarakan-Derawan itu kalo nga salah mencapai 6 jaman,  sedangkan tanjung redep derawan itu hanya 2 jam. Dan ditambah lagi, ini konon katanya Tarakan-Derawan itu daerah rawan perampokan dan pembajakan..yah semacam bajak laut lah ya. Alhamdulilah kami bisa menempuh perjalanan ini dengan selamat pulang dan pergi.

Senja di Derawan
Kepopuleran Derawan mulai terangkat sejak penyelenggaraan PON tahun 2008 dimana Kalimantan Timur sebagai tuan rumahnya. Untuk beberapa olah raga air, pulau ini sebagai salah satu venuenya. Salah satu promosi wisata yang cukup tepat dan ampuh untuk mempopulerkan keindahan pulau ini. Dan oleh pemerintah kalimantan timur, pulau ini pun dibenahi. Masyarakat di pulau kecil ini diberi pendidikan untuk melayani tamu dll. Maka tak heran, hampir semua rumah penduduk di pulau ini, saat ini dijadikan homestay dan memang wisata akhirnya menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat di sini. 

Sebenarnya sangat banyak  travel yang menyediakan paket wisata ke pulau ini. Tapi lagi-lagi pertimbangan biaya kami memutuskan untuk mengorganisir trip ini sendiri dengan scheme sharing cost tentunya. Perjalanan kami kali ini lumayan lama, 5 hari 4 malam.  Kalo pake agen biaya yang harus kami keluarkan untuk jangka iwaktu seperti itu sekitar 2,5 jutaan diluar tiket Jakarta-Tarakan-derawan. Karena kami mengatur sendiri akomodasi kami, maka pada trip kali ini diluar tiket kami hanya membayar 1,1 juta per orang. Lumayan kan ciiinnnnn.. hehehhe. 

Derawan ini hanya kepulauan kecil di Kabupaten Berau Kalimantan timur. terdiri dari 4 Pulau yaitu pulau Derawan, Pulau Maratua , Pulau Sangalaki dan Pulau Kakaban. Dalam trip kali ini alhamdulilah berhasil mengexplore semua pulau-pulau ini. Tapi untuk urusan stay dan penginapan kami memang memilih di derawan karena lebih banyak pilihan dan lebih banyak penduduknnya. Sedangkan untuk mobilisasi dari satu pulau ke pulau lain kami menyewa kapal serta guide sendiri.

Pulau Derawan
Pulau ini adalah gugusan yang tidak terlalu besar. hamparan pantai biru dan pasir putih menjadi ciri khas pantai ini. Kita bisa menikmati sunset dan sunsrise dari pulau ini. Oh ya keunikan pantai di Derawan ini adalah pada pagi hari kita bisa melihat penyu-penyu berkeliaran di pasir pinggir pantai. Namun semakin beranjaknya hari, penyu-penyu ini akan kembali ke laut. Menikmati sunset dan sunsrise memang akan selalu menjadi pilhahn utama dalam menikmati keindahan pantai. Di sini ada beberapa Dermaga untuk menikmati sunset dan sunrise  Sambil bersenda gurau dan berkelalkar bahkan sambil menikmati makan kecil. Entahlah sunset dan sunsrise itu selalu akan memberikan sensasi dalam hidup manusia. Pendaran jingganya mengalirkan semacam energi dalam tubuh kita. hehehe..Disekitran pulau derawan kita bisa menikmati beberapa makanan khas laut. Seperti sate cumi dan udang. Nah kebetulan kami menyewa homestay include dengan penyediaan makananya. Dan alhmaudlilah pihak homestay pun sangat mengerti selera kami.
bercengkrama di keindahan pantai derawan



Jika bingung mau ngapaian di stay, berkeliling pulau ini dengan jalan kaki juga mengasikkan.. Karena pulau ini kecil, paling kurang 1-1,5 jam kita sudah bisa mengelilingi pulau ini.  Dan saya akan selalu menyempatkan diri untuk bercerita dengan penduduk setempat. Dan saya pun baru tau, bahwa kebanyakan penduduk derawan adalah berasar dari suku Bugis, Sulawesi Selatan. Jauh juga ya mereka berkelana.

Pulau Maratua.

Keindahan pantai Maratua
Hari berikutnya kami melanjutkan perjalanan dengan kapal sewaan menunju Pula Maratua. Pantai di pulau ini, juga tak kalah Indahnya nya dari pantai di pulau Derawan. Namun karena  di bagian utama pantai pulau ini berdiri sebuah cottage mewah yang dimiliki bangsa asing, maka kami tidak diperbolehkan untuk menikamti pantai ini lama-lama. KIta hanya boleh menikmati keindahannya sesaat saja. Lagi-lagi kenapa kita menjadi orang asing di Negeri sendiri? huhh..


Selanjutnya kami menuju ke salah satu bagian pulau maratua ini untuk menemui seorang bapak yang akan menjadi guide kami menuju  Danau Haji BUang. Danau haji buah adalah danau pribadi sang bapak yang terdapat ditengah-tengah ladang. Yaps di Danau ini kita bisa berenang bersama ubur-ubur yang ukurannya sangat kecil. Yah semacam berenang dengan cendol. ubur-ubur di sini sedikit berbeda dengan ubur-ubur di Pulau Kakakaban (yang akan dijelaskan pada bagian selanjutnya). Namun karena ini belum dikelola sebagai tempat wisata, jadi belum banyak orang yang tau.  Jadi belum ada infrastruktur yang mendukungnya.
Ubur-ubur keci di Danau Haji Buang
Kesan spooki  terasa sekali di sini. Karena ini ditengah ladang, dan jarang sekali orang ke danau ini. Tapi kami memutus untuk menikmati berenang bersama cendol ubur-ubur ini. hehehe. Luar biasa bisa berenang bersama ubur-ubur tampa di sengat sama sekali. Ubur-ubur akan banyak ditemukan di daerah yang terkena matahari. Maka untuk menuju tengah danau yang agak terbuka dan mendapatkan sinar matahari yang lebih banyak kami memutuskan menggunakan kapal kayu yang memang sudah disediakan sang pemilik kebun.
Yaps akhirnya punya pengalaman lagi berenang bersama  cendol ubur2.

Pulau Kakaban.
Nah ini adalah bagian utama dan yang paling terkenal dari kepulauan Derawan. Di pulau Kakaban ini terdapat sebuah danau yang bernama danau Kakaban. Di danau ini kita bisa berenang bersama ribuan ubur-ubur yang ukurannya lebih besar dari ukuran ubur-ubur di danau haji buang. Ke eksotismean pulau ini pernah di tampilkan pada beberapa iklan televisi. Dan danau ubur-ubur ini di dunia hanya ada di dua lokasi yaitu di Pulau Kakaban dan  di Jellyfish lake di Palau Micronesia di Kawasan Pacifik.
ubur-ubur dan danau kakaban 

Pulau Kakaban memiliki luas 2,6x1,5 kilometer. Dan yang unik dari danau ini adalah disampaing ubur-uburnnya yaitu airnya adalah air payau yang terbentuk akibat karang yang naik di atas permukaan laut dengan ketinggian hingga 50 meter. Kemudian, karang ini membuat sejumlah air terperangkap, dan terbentuklah danau. Proses terbentuknya danau kakaban ini sangat unik.  Danau air payau ini memiliki ekosistem yang unik, karena dihuni oleh hewan dan tumbuhan endemik yaitu  ubur-ubur yang kehilangan kemampuan menyengat, algae yang menjadi karpet di dasar danau, anemon yang berwarna putih. Dan di danau ini konon katanya terdapat 4 jenis ubur-ubur sedangkan di jelly fish hanya ada dua species 


Pantai-pantai di pulau kakaban ini juga tak kalah dengan pantai di pulau lain. Tapi tentunya tujuan utama ke pulau ini adalah berenang bersama ubur-ubur. Dari dermaga pantai ini kita akan sedikit menanjak dengan tangga-tanga yang sudah dibangun oleh pemerintah setempat. Oh ya untuk menjaga agar ubur-ubur tidak terluka maka bagi pengunjung tidak diperkenankan untuk menggunakan alat bantu berenang yang bisa melukai ubur-ubur. Dan biasanya ubur-ubur akan banyak ditemukan di daerah dengan penyinaran yang cukup.

Pulau Sangalaki.

sangalaki

Pulau berikut yang wajib dikunjungi  adalah pulau sangalaki. Pulau ini merupakan salah satu pusat konservasi penyu. Sehingga di pulau ini kita bisa melihat beberapa penangkaran penyu. Hal lain yang patut di coba di pulau ini adalah bersnorkling  di beberapa pantainya dan  jika beruntung kita akan bertemu dengan manta yang centil, Manta adalah semacam ikan dengan sayapnya yang lebar. Dan manta ini sangat bersahabat sekali dengan para penyelam. Jika kita menemukannya dan mencoba membidik kamrera, maka mata ini pun mencoba untuk meliuk-liukan badannya. Ah luar biasa memang bisa bercengkrama dengan makluh Allah lainnya.Namun kadang memang agak susah bertemu dengan manta-manta. alhamdulilah kami bisa bersua dengan manta hehehehe Pantai-pantai di pulau Sangalaki keindahnnya pun tak kalah dengan pantai lain. termasuk pasirnya yang putih.
saya dan pagi di derawan


Lagi-lagi ini menambah list kebanggaan saya akan Indonesia.  Meskipun  Dalam perjalanan ini kami harus mengapung-ngapung dilautan karena ada kerusakan kapal ketika kami akan kembali ke Derawan dari Sangalaki. Berbagai rasa sudah berkecamuk, mengapung hampir 6 jam di lautan. Dan ketakutan semakin bertambah ketika malam pun datang. Akhirnya sang punya kapal datang dengan segala kecemasannya. Merasa sangat khwatir, dan yakin terjadi sesuatu akhirnya sang punya kapal mencari kami yang teroambang ambing di lautan. Alhamdulilah kami selamat. Sesampai di daratan derawan, kami pun disambut dengan haru,karena selamat. Maklum beberapa bulan sebelum kedaatang kami , ada kapal yang hilang dan akhirnya ditemukan di peraoran philipina.
Dengan segala ceritanya, derawan adalah satu dari tempat terindah Indonesia yang telah saya kunjungi, dan tentu wajib anda kunjungi... :D

17.11.13

APCC Training Program








Damn... ini peristiwa tepat setahun yang lalu. Wow luar biasa waktu berjalan begitu cepat. Kadang Pergantian tahun berasa cuma berganti bulan. Melanjutkan cerita tentang korea yang terbengkalai, yang setahun lalu sempat di tulis. hehehehe

Tentang kesempatan yang saya dapatkan, mengikuti Climate Variability and  prediction training di APCC busan Korea selatan tepatnya 18 November 2012-1 Desember 2012. 

Peserta training ini berasal hampir 70 orang dari 30 negara, dan semuanya biaya akomodasi ditanggung oleh APCC. Ternyata dan ternyata peserta dari Indonesia itu ada enam orang. Dan saya baru mengenal mereka setelah berada di korea. Ada Nia, Ratna dan Mas Agie dari BMKG, ada Sandro yang sedang menempuh pendidikan S3 di German, setelah bercerita panjang, Sandro ternyata adalah adik kelas saya di IPB. Dan terakhir ada pak Joko yang merupakan Phd lulusan Kyoto University, Dosen Meteorology ITB. Dan kesemua manusia Indonesia Ini punya hobby jalan-jalan. Maka tak heran seluruh pelosok Busan kami jajajki. hehehehe. Paling tidak saya belajar dari rekan-rekan Indonesia ini. Ah we are Indonesia meteorologist. 

Indonesian team 
Training ini, bagi saya adalah golden moment. Karena saya bisa bertemu dan berinteraksi dengan meteorologist dari seluruh Dunia.  Setidaknya membuka mata saya tentang permeteorologian dunia, walau pun saat ini saya tidak lagi bekerja di lembaga meteorologi, tapi apa yang saya kerjakan tentu tidak jauh-jauh dengan meteorologi. yah sudah sangat aplikatif pada bidang Pertanian. Tapi saya toh tetap seorang meteorologist.hehehe

Banyak wacana dan ilmu yang didapat di sini. Kami pun mendapatkan kesempatan untuk bertemu para profesosor luar biasa, yang selama ini tulisannya cuma bisa kami baca di lembar-lembar jurnal.  Entah lah, selalu ada perasaan semacam bangga begitu, ketika bisa bertemu dengan orang yang selama ini tulisannya sering dijadikan referensi.  Diantaranya prof Saji, sang  profesor di salah universitas di Jepang yang banyak membahas tentang IOD. Bahkan boleh dibilang ia adalah bapak IOD. Tak heran kami harus menikmati perkuliahan tentang IOD seharian full dengan profesor ini. 

Profesor- profesor  dari universitas di Korea memang mendominasi pada training kali ini. Tapi debut mereka, di dunia permeteorologian dunia juga  sudah sangat di akui. dan satu yang saya patut acungi jempol  dengan bangsa Korea bahwa mereka dengan sangat bangga  bercerita tentang keberhasilan bangsa mereka. Maka tak heran, pada umumnya 10 menit pertama para professor korea ini akan bercerita tentang perusahaan-perusahaan besar mereka seperti samsung, hyunday, posko  dan bahkan bercerita tentang kekayaan budaya korea. 

Pada training ini, kami tak hanya mengikuti perkualiahan. Tapi kami juga di ajarkan bahassa pemrograman untuk climate prediction.  Dan diakhir training, kami mempresentasikan hasil kerja kami. karena dari Indonesia ada enam orang, maka kami tergabung dalam satu kelompok. Dan tentu dengan bangga pula kami mempersembahkan cerita tentang kekayaan iklim Indonesia. 

berbusana ala korea 
Panitia juga menyelenggarakan trip gratis ke beberapa perusahaan besar korea. Seperti Posko. yaitu salah satu perusahaan besar dunia dalam pengelolahan beji besi.  Dan juga mengajak kami menelusuri sejarah korea dengan mengunjungi kota tua Gyeongju. Dan tak hanya itu kami pun diberikan kesempatan untuk mengunjungi tempat wisata di kota Pohang. Untuk mengenal budaya korea lebih dekat kami pun diberi waktu dan kuliah khusus. Dan pada kesempatan itu semua peserta wajib memakai pakaian korea. :D 


Kesempatan luar biasa ini kembali memacu semangat saya. Thanks APCC.. Semoga ada kesempatan lain untuk bertemu manusia-manusia hebat ini... 

Gyeongju 

12.10.13

Wilkommen in Dresden

Ketika roda pacu berpisah dengan landansan maka episode baru kehidupan dimulai...
Yap episode baru saya sudah dimulai at least for next two years.  Setelah menempuh perjalanan almost 16 jam  flight dan 8 jam transit, sampai juga saya di Dresden, kota di Bagian Timur German ini. Emirat mengantarkan saya sampai ke kota Dussedolf setelah tentunya transit dulu di Dubai International airport. Selanjutnya Dussedolf- Dresden saya tempuh selama 45 menit dengan penerbangan lokal German, Air Berlin.

Saya memutuskan untuk naik Emirat karena beberapa pertimbangan. pertimbangan utama sebenarnya adalah bagasinya. jika lufthasa dan KLM cuma menyediakan 23 kg untuk bagasi dan 7 kg untuk kabin, maka emirat dan beberapa penerbangan timur tengah lainnya seperti Qatar dan Ejtihad  menyediakan 30 kg bagasi. Maklum karena mau pergi jauh dan tidak sebentar maka jumlah Kg bagasi ini menjadi sangat penting. Disamping karena dari dulu, memang pengen naik emirat karena tulisannya biasanya tertulis di jersey competisi liga utama di Eropa..hehehe*lol. 

Sebelum terbang ke Eropa saya sempatkan dulu pulang ke kampung halaman, bertemu dengan keluarga dan pamitan.Alhamdulilah sempat syukuran kecil-kecilan di rumah seraya menghaturkan doa untuk keselamatan dan kelancaran study saya selama di Eropa.  Dalam persiapan keberangkatan, waktu memang terasa berjalan begitu cepat. Pusing dan bahkan sempat nangis dengan ribetnya urusan birokrasi dan dokumen di negara kita tercinta ini, maklumlah akan melanjutkan kuliah di empat negara. Walaupun mereka sudah dibawah naungan Uni Eropa tetap saja tiap negara punya aturan sendiri-sendiri untuk izin permitnya. Belum lagi urusan beberapa pekerjaan di kantor dan Urusan rumah saya di Bogor. Alhamdulilahnya ada teman yang mau menempati rumah saya.Jadi urusan rumah beres hehehe.

Dan pada harinya saya harus berangkat, perasaan benar-benar campur aduk. Terlalu sulit dungkapkan, terlalu sulit untuk didefenisikan. Alhamdulilah kantor menyediakan mobil untuk mengantar saya ke soeta. Dan hari itu saya hanya ditemani sepupu yang kebetulan juga kuliah di IPB dan septi, sinyonya   yang menempati rumah saya. 

Ngek Ngok...kaget juga pas timbang bagasi. Ternyata bagasi saya hampir 35 kg..hehehe.  Dan pihak Emirat tidak mengizinkan kita untuk membawa bagasi lebih. bahkan kelebihan bagasi pun tidak mau dibayar. like it or not, yah terpaksa dibongkar deh tuh koper di bandara. Mengurangi hal-hal dirasa kurang penting. Setelah berfikir agak lama dan bongkar sana-sini akhirnya ketemu juga deh angka 30. Untungnya Ayu dan Septi teman saya belum pulang, sehingga kelebihan bagasi bisa dibawa pulang. 

Perjalanan Panjang pun dimulai,
Hari itu pesawat Emirat terlihat sangat padat sekali...hehehe kalo perjalanan panjang begini berharap kursi disebelah saya kosong jadi bisa agak berleha-leha. Tapi itu ternyata mimpi saudara-saudara. untungnya saya selalu dapat tempat duduk di row. karena kebiasan saya yang memang nga bisa jauh-jauh dari toilet. Disebelah saya ada dua orang wanita bule, yang pada akhirnya saya simpulkan bahwa mereka adalah pasangan sesama jenis. Sempat-sempatnya mereka ciuman hot di atas pesawat. sempat jijik juga melihatnya. Setelah 7 jam lebih pesat pun mendarat dengan sempurna di Dubai International Airport, setelah dalam perjalanannya pesat yang kami tumpangi menghadapi kendala cuaca yang cukup extreme. Baru kali ini naik pesawat yang pramugarinya berlari-lari dan diperintah untuk menghentikan seluruh aktivitasnya. Goncangan pesawat malam itu memang luar biasa dan itu berlangsung cukup lama.  Maklumlah emirat memilih jalur pesisir barat sumatera untuk  penerbangannya. dan setau saya daerah tersebut memang daerah dengan pembentukan awan yang sangat aktif. 

Transit untuk beberapa jam di Dubai International Airport. Wow... Bandara ini memang luar biasa. Jauh lebih besar dari Schipol menurut saya dan tentu dengan segala kemegahanya. saya harus transit beberapa jam di sini. Sebenarnya pengen tidur, merebahkan punggung seperti yang dilakukan banyak orang.  Dengan cueknya mereka bergelatakkan di ruang tunggu bandara. Tapi fasilitas yang disediakan memang cukup nyaman untuk itu. Cuma karena takut  kebabablasan, saya memutuskan untuk tidak tidur. To kill the time, Alhamdulilah ada wifi gratis jadi bisa menghubungi sanak keluarga dulu dan tentu up-date status dulu ciiiiiin.....xixixi...

Perjalanan kembali dilanjutkan untuk lebih kurang 7 jam kedepan. Alhamdulilah perjalanan Dubai_Dussedolf  cuaca sangat cerah dan pesat terbang dengan begitu tenang dan damai. :D.  Ternyata dan ternyata salah satu pramugari kali ini ada yang keturunan Indonesia. tepatnya ibunya orang Indonesia. Karena face saya yang mungkin sudah bisa ditebak dari mana. Makanya sang pramugari langsung bertanya. Setelah tau pasti saya dari Indonesia, sang pramugari tersebut pun menggunakan bahasa Indonesianya yang cukup lancar tapi masih dengan dialeg yang agak aneh hehehe.. Disela-sela pekerjaanya, saya dan sang pramugari sempat bercerita dan sebelum turun saya pun dibekali makanan yang buaaaanyaaak rek. Katanya buat bekal di Dussedolf. Maklum di Dussedolf saya akan transit untuk beberapa jam juga.  " ah...begitu banyak pertolongan, dan yakin Allah bersama saya" guman saya dalam hati. 

Untuk perjalanan selanjutanya Dussedolf-Dresden ditempuh dengan  pesat kecil Air Berlin.  Perjalanan ditempuh hampir 45 menit. Perjalanan Dussedol-Dresden ini saya benar-benar tepar. Jadi selama perjalanan saya tertidur dengan sempurna. Karena cuapek rek dan juga jam biologisnya harusnya sudah tidur karena itu jam 5 sore waktu German yang artinya jam 10 malam WIB. Alhamdulilah  mendarat selamat di Dresden. Hari itu mba astria yang juga EM awardee menjempuku ke Bandara. dan aku juga menginap dulu di asramanya mba astria karena datang pas minggu malam, maka belum bisa masuk asramaku.

Wilkommen in Dresden.. kota paling besar di German Timur..
Over all, aku suka kota ini. Tidak terlalu rame dan cocoklah untuk belajar. Barang-barang pun secara umum lebih murah dibandingkan dengan German Barat sana.  Dan enaknya di German,  dengan student card, transportasi gratis. Jadi lumayan bisa ngirit dan nabung hehhehe...
Tapi bahasa akhirnya menjadi kendala. karena memang tak pernah punya bayangan akan sekolah ke German, maka memang tak satu kosa kata pun yang saya mengerti..Awalnya beberapa bulan sebelum berangkat pengen les german dulu. Tapi nga kesampaian. Maklum ini german timur maka jangan heran jarang-jarang orang di sini menggunakan bahasa Inggris. akhirnya belanja dan aktivitas sehari-hari lainya dijalani dengan  bahasa Tarzan.  Akhirnya mau nga mau ambil kursus bahasa german di sini. Perlahan, satu per satu bisa dimengerti.hehehe... memang semuanya perlu waktu dan proses, so enjoy it.

Semoga enam bulan di sini bisa betah dan semuanya berjalan lancar ...amin 
"Oktober,2013. Lembah Peradaban ELBE"

31.7.13

Desau angin Maatstrich

Desau angin Maatstrich adalah satu dari sekian banyak novel  yang menginspirasi saya untuk menginjakkan kaki ke tanah Belanda.  Yaps Novel ini saya baca  pertama kali beberapa tahun yang lalu,  saat baru menyelesaikan pendidikan  sarjana saya.  Intinya novel ini mengajarkan bahwa dengan melihat dunia luar dengan luas kita akan menemukan banya hal yang lebih penting untuk difikirkan dari pada sekedar urusan cinta dan hati yang taka da ujung pangkal nya…ngenes memang :p.  Ceritanya trip patah hati..:( 


Maka dari itu ketika mendapatkan kesempatan untuk Stay di Holland maka Maatstrich  menjadi kota yang wajib  saya kunjungi.  Maatsrich adalah  Kota diujung  selatan Belanda yang berbatasan langsung dengan German dan Belgia. Bahkan di daearah ini terdapat tugu drailenderec, yang merupakan tugu pertemuan garis batas tiga negara tersebut ( akan diceritakan lengkap pada episode berikutnya). Maka tak heran kota ini masih harus ditempuh sekitar tiga jam perjalanan dari Delft.  Mengingat transportasi adalah hal yang sangat mahal di Belanda maka  untuk menempuh kota-kota yang jauh kami berusaha menggunakan dackkart. Dakcard adalah semacam tiket promo seharga 17 euro yang bisa digunakan seharian kemanapun di Belanda ini.  Sayang tiket ini hanya dijual pada waktu-waktu tertentu dan biasanya langsung habis. He..he.. Dan beruntung kami mendapatkan banyak dakcard selama stay di belanda berkat bantuan salah serorang teman yang sedang menempuh pendidikan Phd nya di Utcrect University. 
Secara umum Maatstrich adalah kota yang sepi seperti waganingen dibandingkan dengan kota-kota lainnya di Belanda. Tapi sebenarnya suasana pedesaan Belanda ini lah yang pengen saiya nikmati. Denyut kehidupan pedesaan modern yang sepi, teratur dan cukup mendamaikan. Sepanjang perjalanan kami disugugi pemandangan yang menakjubkan. Lahan-lahan pertanian tertata dengan baik. Padang gembala yang tertata dengan apik dan  sapi-sapi berwarna hitam putih  yang gemuk dan subur. Serta dilengkapi dengan kastil-kastil yang unik, yang menjadi penciri, It is Holland.
Maatsricht  juga merupakan salah satu tujuan belajar mahasiswa asing karena di kota ini terdapat salah satu universitas terbaik juga yiatu Maatstrich University.  Namun sedikit disayangkan di kota ini penduduknya kebanyakan tidak bisa berbahasa Inggris, terutama generasi tuanya :p
Dan setiap tahun di kota ini dilaksanakan “ The Maastrich Festival” . ini merukan agenda budaya yang  cukup dinanti. Berbagai atraksi dan pergelaran budaya di tampilkan. Tentu dengan nuansa orange nya.  Biasanya pada ajang ini Mahasiswa dari berbagai penjuru Belanda yang dating dari berbagai belahan dunia dating meramaikan. Sangat disayakan saya belum sempat menikmati Festival ini.. Wishing someday.he..he…


11.7.13

Hello Netherland


kinderdijk
 Perjuangan panjang dan berliku, akhirnya membuahkan hasilnya. Tak Tanggung-tanggung 5 tahun berjuang demi sebuah mimpi.. Sebuah keyakinan bahwa Allah  akan bersama Kegigihan hambanya, terus menyemangati. Dan dalam perjalanannya begitu banyak pelajaran yang patut direnungi.  Bahkan ketika mimpi-mimpi itu di tangan,  harus lepas begitu saja. Pelajaran berharga bahwa ketika mimpi itu sudah ditangan masih dibutuhkan usaha dan kekuatan untuk menggemgamnya. huh..... tarik napas dalam-dalam...he..he...


Dan kita akan menuai apa yang kita tanam, ternyata benar adanya. Semakin panjang perjuangan kita, insyallah akan semakin besar hasil yang kita peroleh.  Dan akhirnya kaki kecil ini menginjakk  juga di salah satu negeri impian..Netherland.   “ aku menyapa mu, hi negeri tulip dan kincir angin”. Entahlah sejak duduk di bangku sekolah dasar, Belanda begitu menarik perhatian ku.  Mungkin karena begitu banyak cerita-ceriata  tetang Belanda dari guru-guru sejarah di sekolahan.  Tentang Penjajahan tentunya.   Yaps mimpiku mekar bersama tulip-tulip dan  akan selalu kokoh seiring putaran dan percikan air di kincir2 angin raksasa itu.



Alhamdulilah dapat kesempatan  untuk belajar  walau cuma sebentar di negeri orange ini tepatnya  di Unesco IHE Institute For Water Education, salah satu universitas yang terletak di kota delft.  BTW, ini kampusnya Pangeran Willeam juga lho...he..he.. bangga dong satu almamater dengan orang nomor satu Belanda Saat ini :p.  Dan konon katanya Delft adalah kota Kanal  yang cukup terkenal setelah Venesia tentunya. Yaps kota kecil yang terletak antara Rotterdam dan Den Haag ini memang cukup untuk nyaman ditinggalin.   Apalagi selama stay di Belanda, Saya tinggal di sebuah Apartemen di pinggiran kanal. romantis bo...pokoknya banyak ide dan imajinasi yang mengalir di sini.


salah satu kanal kota Delft

Kadang dalam perjalanan dari apartemen ke kampus  ketika melintasi kanal-kanal yang indah ini, saya  berguman sendiri, luar biasa memang Belanda dalam mendesain kota-kotanya. Makanya tak heran Belanda memang tujuan banyak orang di dunia untuk belajar Water Management. Termasuk saya yang juga belajar  yang nga jauh-jauh dari air dan iklim he..he.... 



Lagi-lagi kesempatan singkat ini tentu tak hanya saya gunakan untuk belajar. Ada misi utama yang lebih utama yaitu Jalan-Jalan he..he... Full time traveler, Part Time Student :P. Apalagi kedatangan saya ke Belanda bertepatan dengan  musim Spring, Udara cukup bersahabat, meskipun masih merasa kedinginan. dan tulip-tulip pun bermekaran indah.  Dan yang lebih penting adalah menemukan travel buddy yang heboh dan asyik..he..he...
Bersama tulip :D

9.7.13

BUSAN


Sebelas tahun yang lalu, tepatnya di kelas tiga SMU, saya hampir menginjakkan kaki di kota ini.  Yaps pada saat itu Olimpiade matematika International diselanggarakan di kota paling selatan Korea Selatan ini. Sayang pada kompetisi olimpiade nasional saya gagal masuk lima besar, akhirnya mimpi menjadi wakil Indonesia diajang bergengsi itu pupus sudah dan artinya mimpi menginjakkan kaki ke kota ini pun pupus juga.

Kota Busan di lihat dari  Busan Tower
Tapi nasib kita memang tak pernah tau, akhirnya saya terdampar juga di kota terbesar nomor dua di korea ini. Kota yang masih harus ditempuh dengan 45 menit penerbangan dari Seoul atau sekitar  5-6 jam  menggunakan kereta.  Kota ini cukup teratur dan bersih, sistem transportasinya juga sudah maju. Dan menurut pengalaman saya, transportasi di korea ini malah lebih baik dibandingkan beberapa negara Eropa Barat yang sempat saya kunjungi.

 Kota busan juga merupakan kota pelabuhan  terbesar di korea karena memang kota ini terletak di semenanjung korea yang berbatasan langsung dengan laut.Terdapat beberapa pantai yang cukup bagus menurut saya. salah satunya adalah Handeu. Kebetulan hotel saya menginap selama belajar di Busan tepat dipinggir pantai ini. Bahkan dari kamar hotel, saya bisa menikmati keindahan pantai ini.  Konon kata teman saya yang penggemar film korea, pantai ini cukup terkenal karena ada film yang mengambil latar pantai ini. Film yang menceritakan tragedi tsunami.   Saya sih bukan penggemar film korea, jadi tidak tau banyak tentang film-film ini he..he... harap maklum :p . 


Handeu Beach
Senja di Handeu
Bercerita tentang film, kota ini memang sangat dikenal. karena setiap tahun di kota ini, diselenggarakan  festival film busan.  Yang lagi-lagi, konon katanya salah satu ajang kompetesi film bergengsi di dunia. Sayang jadwal festivalnya tidak bersesuaian dengan jadwal saya selama  stay di kota ini. 

Kota Busan  konon katanya juga merupakan kota destinasi wisata terbaik di Korea. disamping menyajikan kehidupan modernitas, di kota ini  kita pun masih bisa menyaksikan budaya korea yang unik. Kita masih bisa menemukan traditional market even di kota ini menjamur pusat-pusat perdagangan modern.  Bahkan di kota ini terdapat pusat perbelanjaan yang konon katanya nomor lima terbesar di dunia. yaitu Shinsegae.  walau lagi sale besar-besaran tetep saiya tak  punya daya dan upaya untuk  beli barang-barang di sini.. Bagi anda Pengemar makanan, kota ini pun menyajikan kulineran yang tak boleh ditinggalkan. Bagi anda yang muslim memang sedikit harus berhati-hati. dan saiya pun baru tahu ternyata makanan Kimchi, salah satu makanan korea yang terkenal itu, ternyata  disetiap restoran dapat dinikmati secara cuma-cuma.

Bahasa memang akhirnya menjadi masalah di sini. Karena sangat jarang penduduk Busan yang bisa berbahasa Inggris.Kecuali dari kalangan muda. Tapi satu hal yang patut dibanggakan di kota ini adalah di setiap penjuru kota akses wifi (hotspot) tersedia  bebas  bahkan di bus dan di kereta. Yaps Busan Wajib menjadi desnitasi wisata anda jika ingin menginjakkan kaki di negeri gingseng ini
Di depan Gedung Busan Film Festival

27.11.12

The Spirit From Korea

Huaha, my blog, Finally I come back. Rindu sangat itu pasti, almost 6 bulan tidak bercerita dan berbagi dengan mu. Sedikit agak bingung dengan penampilanmu yang  berubah..
Rutinitas dan segala kesibukan memang harus di akui membuat semangat menulisku  turun drastis  bahkan mungkin sampai titik nadirnya (mengenaskan memang:p). Namun bila diselidiki lebih dalam, alasan mendasar sebenarnya adalah kemalasan. Andaikan kemalasan adalah kertas pasti sudah kuremuk-kuremukan dan kubuang jauh-jauh dari hidup ku. Dan malam ini, ditengah dingin yang benar-benar mencekam (almost 3 Decree Celcius),  mencoba melawan seagala kemalasan di hati, menyapa mu blog ku, merangkai kembali simponi kata yang  sempat terbiarkan begitu saja. walau sebenarnya, nga tau juga mau menulis dari mana.

Banyak tawa, tangis, kecewa, dan keajaiban yang terjadi paling tidak selama 6 bulan belakangan ini. Jalan hidup kita memang tidak akan pernah kita tau.  Banyak harapan dan rencana hidupku berlalu begitu saja. Berbagai kegagalan sempat menumpahkan air mata kecewa.  Kenyataan, memang harus diterima dengan hati yang lapang. "mungkin ini belum yang terbaik", menjadi kata pamungkas untuk membasuh segala luka di hati. Tapi Allah memang maha Adil. Ditengah begitu banyak kekecewaan ternyata ada begitu banyak gelak dan tawa yang menyertai. Banyak ke ajaiban yang tak pernah terbayangkan terjadi. 

Kegagalan untuk menunaikan setengah dien ku di tahun ini, adalah cerita pertama yang sangat menyayat hati. tangis  akhirnya mengekpresikan  rasa  ketika mulut tak mampu lagi mengungkapkannya. belajar banyak dari semua peristiwa yang dijalani ini. Yah dalam pangdangan Allah, mungkin aku memang belum layak dan pantas untuk didampingi oleh seorang pangeran berkuda putih. aku masih punya banyak power dan kekuatan untuk menjalani hidupku sendiri. hiks..hiks..

kegagalan untuk segera memulai masterku adalah bagian kecewa berikutnya. kadang memang apa yang sudah di tangan, belum tentu milik kita, kita masih butuh usaha untuk  menggemgannya. . Diterima di salah satu program beasiswa bergensi di negara impian ternyata belum cukup  untuk memulai impianku. Sangat menyakitkan memang, gagal berangkat setelah mengikuti pre-departure. tapi sekali lagi aku yakin ada hikmah yang tak terkira dibalik semua itu.

Dan saat ini, berada di Busan,  sebuah kota di ujung selatan negri gingseng adalah bagian cerita yang tak pernah terkira sebelumnya.  Alhamdulilah mendapatkan kesempatan training dan semua akomodasi ditanggung oleh penyelenggara yaitu APEC Climate Center (APCC). inilah drama kehidupan yang memang kita tak pernah kukira. Awalnya tak menyangka akan lulus pada program ini karena memang mengapply last minute dan informasinya pun ku dapat dari salah satu teman via facebook. Untunglah persyaratannya tidak terlalu susah, hanya mengisi formulir pendaftaran dan  surat rekomendasi. 

Berada di busan ini, kembali menegakkan kepalaku. Masih banyak harapan-harapan besar kehidupan terbentang ke depan.  Stop thinking about the past and don't worry to much about what's going to happen in the future. Your presence is a present, so live for today, and appreciate everyone and everything you have. Stop thinking about what you don't have, what you wish you had, and who walked out of your life. Think about what you have, who you have in your life and how fortunate you are. Someday, someone will walk into your life and make you realize why it never worked out with anyone else.

I have found my new life..
Spirit From Busan, KOrea 




7.6.12

MERBABU; THE HEAVEN OF CLOUD (JULI 2011)


Merbabu Akhirnya tercatat sebagai gunung terakhir yang gue  daki di tahun 2011 dan sampai saat ini pun masih tercatat sebagai yang terakhir. Yaps sejak juli 2011 sampai sekarang  belum ada gunung  yang tertaklukkan karena berbagai alasan dan kesibukan. Jangan ditanya betapa rindunya gue pada maha dahsyatnya udara puncak gunung. Rindu dan sangat merindu.  Mudah-mudahan masih diberikan kesempatan tahun ini, mumpung sudah mulai musim kemarau. Masih banyak list gunung yang menanti; tambora, kerinci, argopuro, papandayan dan gunung-gunung lainnya.

Setiap perjalanan selalu melahirkan cerita berbeda. Merbabu sungguh meracuni hati dan fikiran gue dan gunung ini akhirnya ingin gue taklukkan  untuk kedua kalinya seperti  jatuh hatinya gue pada  Rinjani dan Semeru.  Merbabu, tak ada kata yang sanggup mewakli kemahadahsyatan gunung ini. Dahsyat rutenya, Dahsyat keindahannya dan tentu dahsyat orang-orannya. Seperti biasa, dalam perjalanan ini  gue kembali bergabung dnegan anak-anak share traveller. Tragedi dimana kami harus ketinggalan kereta karena terlalu lambret saat turun adalah cerita hitam yang membuat cerita ini takkan terlupakan.

Gunung Mati yang masuk dalam wilayah  Jawa tengah dan Jogjakarta ini ternyata memiliki 7 puncak dan bisa diakses dari banyak tempat. Karena keterbatasan waktu tidak semua puncak bisa kami jambangi. Tapi Itu pun sudah sangat lebih dari cukup.  Kali ini kami mulai perjalanan dari pintu masuk Koppeng-Salatiga Jawa Tengah dan kami memilih jalur pulang melalui Selo, BoyoLali dan  perjalanan kali ini kami ditemani seorang guide yang ternyata adalah salah satu mahasiswa UGM. Untuk ke Merbabu memang sangat dibutuhkan guide karena jalurnya yang banyak dan sangat beribet. It means resiko kesasar dan tersesat sangat tinggi.

Seperti biasa, sebelum menuju pos pendakian kami mempersiapkan semua bekal dan kebutuhan serta re-chek and re-packing. Kami mulai langkah perjalanan ini dengan langkah-langkah kecil, terengah dan kadang berhenti sejenak sekedar menghirup setetes air,  menarik  napas pelan  atau   kadang menjepretkan kamera mengabadikan jejak perjalanan. Kadang terdengar celoteh dan teriakan. yah itu lah melodi ketika menikmati alam ini.
Sunset dari tanjakan tajam menuju puncak menara
Menjelang Magrib kami baru akan menapaki puncak menara. salah satu puncak di gunung merbabbu. dan rencananya di puncak inilah kami akan menghabiskan malam.  Jalan menuju puncak menara ini tergolong sangat berat karena tanjakannya sangat tajam. Ketika berjuangan dengan napas tersenggal dan dengkul yang rasanya sudah tak bersahabat  menapi tanjakan-tanjakan itu , seketika itu  gue putar arah kepala untuk mengamati apa yang terjadi disekitar... Dan apa yang gue saksikan adalah pemandangan luar biasa. Gumpalan Awan dan percikan lembayung senja mempesona dan dari sisi yang berbeda kami pun bisa menyaksikan puncak gunung slamet, sindoro dan sumbing. Inilah enegergi yang kembali menyemangati perjalanan ini. Keindahan landscape yang  akan selalu dirindu. 
Awan, langit, dan lembayung senja.
Hari kedua perjalanan kami mulai dari puncak menara. dari puncak ini kami harus menempuh jalan tipis kiri kanan jurang. Dan tapi ini lah sensasi dari perjalanan ini.  Di sisi kiri dan kanan ini kami bisa menyaksikan lautan awan yang sangat indah. yaps the heaven of cloud. dan tak tangung-tanggung awan ini menemani  perjalanan kami di hari kedua ini. 
firman and cloud
Lautan awan yang selalu menemani

Puncak selanjutnya yang kami jambangi adalah puncak Syarif.  dari puncak ini kita bisa menyaksikan gunung merapi  dan awan-awannya yang juga tak kalah mempesona.  Disini  kami berfoto bersama menggunakan kostum lebaran. Maklum perjalanan ini seminggu menjelang Ramadhan. Yang cowok mengenakan baju koko, dan yang perempuan cukup menggunakan selendang pasmina.  Tak hanya berfoto, disini kami pun mengabadikan sebuah video ucapan selamat memasuki bulan Ramadhan.
Liatlah Mereka beraksi


Menjelang Sore, setelah bergulat dengan panas, debu dan jalur yang benar-benar tidak bersahabat kami berhasil menapaki kaki di puncak keteng songo. Yaps di puncak ini terdapat batu  (keteng) yang jumlahnya 9 buah. Tapi tunggu dulu, tidak semua orang bisa menghitung keteng ini ada 9. Masing-masing kami pun menghitung dengan hasil yang berbeda. Konon katanya bagi siapa yang menghitung  keteng ini ada 9 maka yang bersangkutan berpotensi untuk diberi kemampuan magic.
Menuju puncak Keteng Songo
Setelah menapaki puncak Keteng Songo ini kami memutuskan untuk turun melewati perkampungan Selo-Boyolali. Dalam perjalanan menuju Selo kami pun masih disuguhkan oleh pemandangan indah lainnya yaitu padang savana. Sejauh mata memandang hijau dan kadang kilatan keemasan, perpaduan antara mentara dan hijaunya rerumputan  sungguh menyejukkan mata. 
Dan perjalanan ini  harus berakhir dengan sedikit kecewa. Yaps kami ketinggalan kereta, padahal sudah beli tiketnya. Tapi bersama anak-anak share traveller, itu tak menjadi masalah. Bersama mereka dalam suka dan duka tetepa aja ketawa...yaps hidup memang ternyata harus dinikmati. 
Tetap bersama kalian dunia indah sahabatku. 
Salam alam, salam ransel dan salam lestari.....


Padang Savana menuju Selo

7.4.12

TORAJA; HIDUP UNTUK KEMATIAN

-->
Terinspirasi menulis cerita ini setelah melihat liputan tentang Toraja di salah tv swasta. Sempat gagal beberapa kali ,akhirnya bulan juni tahun kemaren (2011)  punya kesempatan untuk ber-solo trip menuju segumpal tanah unik yang berjarak sekitar 300 KM dari  kota makasar.  Sekali merangkuh dayung, dua tiga pulau terlampui itulah kalimat yang tepat menggambarkan trip ini. Yaps perjalanan ini aku lakukan setelah menyelesaikan tugas survey 10 hari di kabupaten Wajo Sulawesi Selatan. Rombongan survey yang sebenarnya berjumlah 5 orang memutuskan untuk segera pulang ke Bogor, tapi tidak dengan ku. Dengan tekad bulat dan membaja aku extend dua hari menuju toraja termasuk waktu untuk perjalanan pergi dan pulang menuju makasar. Waktu yang sangat-sangat kurang  sebenarnya, bahkan sebagian temanku menganggapnya sebagai  pekerjaan konyol. :D
Karena hanya 2 hari, aku memutuskan menyewa mobil sendiri menuju Toraja. Menggunakan kendaraan umum tidak memungkin. Dan beruntung, driver, pak Andi,  yang kami gunakan untuk survey sangat mengerti tentang toraja. Tanpa pikir panjang akhirnya aku putuskan pak andi jadi teman dan guide perjalananku selain alasan keamanan tentunya. Karena track recordnya sudah teruji.

Perjalanan di mulai dari makasar. Dalam waktu 8 jam, kami sudah bisa berada di kota rantepao sebagai ibu kota kabupaten toraja utara. Salah satu keuntungan menyewa mobil sendiri adalah bisa mengekplore kota-kota yang  dilewati seperti pare-pare dan engrekang. Dua kota ini cukup berkesan juga buat ku. Dari engrekang perjalanan yang dilalui semakin menanjak dan berkelok-kelok. sampailah di salah satu panorama yang sayang dilewatkan. Orang kebanyakan menyebutnya bukit nona. Konon katanya bukit ini mirip kelamin perempuan. Tapi saya tidak bisa menangkapnya..lemot kali ya. Nah sepanjang jalanan bukit nona ini,  banyak warung-warung yang patut dan harus disinggahi sekedar menyeruput kopi hangat...slurrrrrp nikmatnya.
Bukit nona, Engrekang
Sangat disayangkan juga tidak semua tempat yang di list bisa dikunjungi. Tapi sungguh sangat terkesan dengan budaya toraja. Waw Indonesia itu benar-benar kaya saudara-saudara. Semakin cinta dan cinta deh. Tempat pertama yang aku kunjugi adalah lemo. Karena dari arah makasar ini adalah tempat wisata yang aku temui pertama kali. Siang itu, lemo sangat sepi, maklum lagi gerimis. Hanya bertemu dengan satu turis eropa yang merupakan seorang arkeolog. Jadilah perjalnan semakin asyik dengan cerita-ceritanya.


lemo 
Lemo
Lemo, ini adalah salah satu  karya suku toraja yang kukagumi.  Gambar Lemo ini pertama kali, kulihat di kalender salah satu produk rokok waktu SD puluhan tahun lalu. Dan tak disangka dan diduga sampai juga aku di hadapan pemakaman yang dikenal sebagai rumah para arwah ini. Intinya lemo adalah pemakaman pada sebuah dinding batu konon katanya ada 75 lubang. Dibagian depan dinding lemo ini dipasang replika orang-orang yang dimakamkan di lubang batu itu (disebut tau-tau).  Konon katanya pakaian dari tau-tau akan diganti pada upacara adat  Ma-Nene.


Kettesu
Waw tempat ini yang paling ku suka dari perjalanan ke Toraja ini. Ini adalah komplek perumahan adat toraja yang masih asli yang umurnya tentu sudah sangat tua. Disini kita bisa menyaksikan jejeran rumah adat toraja yang terdiri dari tongkonan dan lumbung padinya. Disini juga ada tempat upacara pemakaman (rante), kuburan purba dan makam-makam modern yang masih tetap menggambarkan budaya tanah toraja. Kuburan purba di belakang kettesu ini merupakan situs pemakaman tebing dengan pemakaman gantung dan tau-tau dalam bangunan batu yang diberi pagar.

kettesu
kettesu

Kettesu dalam sketsa hitam dan putih
situs pemakaman tebing di belakang kettesu
 
Londa
Hampir mirip dengan lemo, londa adalah salah satu pemakaman purba   dengan dinding berbatu dan tau-tau. Di dalamnya terdapat banyak tengkorak yang berserakan. Konon katanya susunan peti jenazah di susun berdasarkan silsilah keluarga.  Dari beberapa literatur yang sempat ku baca, panjang gowa ini mencapai 1 km, untuk bisa menjelajah sampai 1 km ini diperlukan perizinan dan persyaratan khusus. Tapi jangan cemas, kita bisa kok masuk dalam gua ini tapi hanya sampai kedalaman tertentu. Di depan goa banyak penduduk setempat yang menyewakan lampu sekaligus sebagai guide yang menjelaskan sedikit banyaknya tentang londa. 
Pintu masuk Londa
Seberapa banyak orang yang telah dimakamkan di londa ini bisa diketahui dari jumlah tau-tau yang digantung di depan goa ini. Yang bisa dimakamkan di londa ini adalah petinggi di toraja tentunya dan harus melalui upacara adat Tallulolo. Konon upacara ini sangat menarik dan terkenal seantero.  Dan yang fantastis, untuk upacara adat ini ahli waris harus menyediakan minimal 24 kerbau..wow.....

Tengkorak di dalam londa

Hari kedua di toraja hanya bisa ku explore beberapa jam saja. Karena harus mengejar penerbangan jam 6 sore. Cukup berkesan menikmati malam di kota rantepao..cukup dingin kala itu. Tapi bagi muslim memang harus hati-hati dalam memilih makan. Jika ragu, tanyakan saja rumah makan muslim dimana. Penduduk disana dengan senang hati akan menjawab.
Batutumonga
Pagi hari perjalanan ku lanjutkan menuju puncaknya Toraja, batutumonga. Sayang sekali, cuaca kurang bersahabat. Seharusnya dari batu tumonga ini kita bisa melihat kota toraja dari ketinggian. Tapi hari itu aku hanya melihat kabut dan awan. Sepanjang perjalanan kita bisa melihat rumah-rumah adat toraja, dan jejeran batuan yang dijadikan sebagai tempat pemakaman.  Di daerah ini terdapat 56 menhir dengan susunan yang sangat unik. Karena waktu, perjalanan yang masih menggantung ini harus diakhiri.


situs pemakaman di batutomonga

hamparan sawah di batutumonga
KAMBIRA
KAMBIRA
Dalam perjalanan pulang menuju makasar, aku masih sempat  mengunjungi kambira (burrial cave). Ternyata tempatnya jauh dan gara-gara kambira ini, aku nyaris ketinggalan pesawat. Untung pak andi sopir yang sangat lihai mampu menembus makasar dalam waktu 6 jam.  But whatever, aku merasa tak rugi mengunjungi tempat ini. Dari salah  satu liputan hotspot trans-tv ku ketahui bahwa kambira adalah salah satu bentuk pemakaman terunik di dunia.
pohon Tarra
Tempatnya hanya sederhana, sebatang pohon yang dipagiri...tapi cerita adat dan budayanya yang menjadikannya unik. Pohon ini ternyata bernama pohon tarra dengan umur hampir 300 tahun. Pemakaman kambira ini hanya ditujukan untuk bayi-bayi meninggal disaat belum tumbuh gigi. Pohon kayu tara ini dilubangi, setelah dimasukkan mayat bayi, pohon ini akan ditutup dengan pelepah enau dan dipasak dengan ijuk, jumlah ijuk ini konon katanya menunjukkan strata sosial. Pemakaman di kambira ini pun dilaksanakan dengan rangkain upacara yang unik pula.
disinilah bayi-bayi itu dimakamkan
Kambira akhrinya mengakhiri perjalanan ku di toraja. Sebelum benar-benar meninggalkannya, ku sempatkan untuk menikmati minumam jus khas toraja, jus terung belanda (Jus tamarella). Sueger rek, walau sedikit kecup:p. Kesimpulan dari perjalananku,  suku toraja  benar-benar unik karena proses pemakaman dan perkuburannya. All about kematin. Yaps ternyata kehidupan ini memang untuk kematian...

jus tamarella