20.4.11

Semangat selalu Berinvensi dari Pelatihan Paten dan Drafting Paten

Lagi satu kesempatan belajar yang kudapatkan. senang sekali bisa belajar banyak hal. Yaps Learning is never ending processs. Inilah hal yang paling ku sukai dari pekerjaan sebagai peneliti. Alhamdulilah....begitu banyak kesempatan belajar. dan memang harus belajar. Alhamdulilah mendapatkan pekerjaan yang sangat dinamis walau kadang sedikit sporadis. Really, saya sangat menikmatinya.

Desember  2010 yang lalu saya berkesempatan mengikuti training tentang paten dan drafting paten. Bergerak dalam dunia penelitian tentu akan berhubungan dengan invensi dan penemuan. nah bagaimana melindungi invensi dan penemuan dari peneliti itu di bahasa dalam training ini. pembahasan dimulai dari mengapa invensi atau lebih populer hak kekayaan intelektualitas (HKI) perlu dilidungi, kapan sebuah hki bisa dilindungi, perlidungan apa yang paling cocok sampai pada bagaimana mengajukan sebuah perlindungan.

Paten ternyata  hanyalah salah satu bentuk dari perlindungan dari HKI. karena dalam dunia penelitian bentuk perlindungan yang paling banyak dan menguntunkan adalah paten maka dalam  training ini yang dibahas hanya paten. Training yang diadakan oleh lembaga kewirausahaan ITB ini bekerja sama dengan Balai Alih Teknologi Litbang Deptan,  dilaksanakan di  Hotel Topas Bandung.

Inilah training yang  telah membuka mataku lebar-lebar tentang peran besar Paten bagi kemajuan suatu bangsa. bangsa-bangsa besar dan maju seperti jepang dan Amerika Serikat adalah negara dengan jumlah paten terbesar di dunia ini.  kuantitas dari paten menggambarkan bagaimana tingkat kompotitif  penelitian suatu negara. Tak hanya itu paten pun menggambarkan banyaknya teknologi dari penelitian yang siap dirilis ke dunia industri. 

Selama ini dalam paradigma saya paten adalah perlindungan untuk penemuan-penemuan yang luar biasa. ternyata itu adalah paradigma yang salah. Hal-hal kecilpun bisa dipatenkan seperti bentuk peniti, bentuk sabun dll.  Dan saiya juga baru tau ternyata  BlacBerry yang saya pakai  terdiri dari 20 ribu paten. itulah kenapa harga  BlacBerry itu mahal karena iya harus membayar royalti pada 20 ribu pemegan paten..mencengankan bukan?. Dalam dunia paten berlaku aturan siapa yang mendaftar  duluan dialah yang akan memiliki patennnya. itulah mengapa banyak hasil karya kita malah dipatenkan oleh orang luar. karena kita tidak menyadari pentingta perlindungan HKI dan hanya membiarkan begitu saja.  Kita baru kebakaran jenggot ketika patennya sudah keluart. sekarang berapa banyak seni budaya kita dipatenkan oleh bangsa lain? ..miris sekali memang....
Negara-negara besar seperti  Jepang  dan negara maju lainnya adalah negara yang sangat menghargai hak kekayaan intelektual.ini terbukti mereka akan melakukan tindakan keras dan tegas kepada orang-orang yang melakukan pembajakan atau plagiat terhadapa satu karya.lalu bagaimana dengan indonesia? he...bahkan saiya pribadi  jujur pun sering membeli barang bajakan terutama vcd dan dvd film.he....konon katanya selama suatu negara tidak menghargai hak kekayaan intelektualitas  maka negara itu tak akan pernah maju...nah lo?...

so...,mulai sekarang hargailah kak  kekayaan intelektualitas anda dan orang lain...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar