2.6.10

CERITA LAIN DIBALIK SERGAP CIREMAI 2010

Cerita di balik Nama Pos

konon katanya Gunung Ciremai terkenal dengan kemistuikannya. Tempat - tempat yang kebetulan menjadi pos  mempunyai nuansa mistik teramat kuat. Uniknya, tiap - tiap nama pos mempunyai latar belakang tersendiri serta berbeda antar satu dengan lainnya. Di antaranya adalah blok kuburan kuda. Di areal ini konon terdapat kuburan kuda milik tentara jepang. Kuda tersebut , biasa dipergunakan oleh para kempetai untuk mengontrol para pekerja rodi yang menanam kopi. Dan kuburan yang terletak di sebelah barat jalur pendakian, sampai sekarang masih ada dan dikeramatkan oleh penduduk setempat.
 



Blok papa tere lain lagi. Konon, dahulu di sini pernah terjadi pembunuhan terhadap seorang anak yang dilakukan oleh ayah tirinya . Bermula, sang anak diajak oleh ayah tirinya untuk mendaki gunung Ceremai. Setibanya di tempai ini , sang ayah langsung menikam anaknya hingga tewas.

Sedangkan blok batu lingga merupakan tempat yang sangat disakralkan oleh penduduk setempat. Untuk itu, guna menghindari hal hal yang tak diinginkan maka para pendaki pun dilarang untuk menduduki sebuah batu besar atau berbuat yang tak senonoh di tempat ini. Konon, batu ini pernah dijadikan tempat berkotbah wali songo kepada para pengikutnya . Di dekat batu lingga terdapat sebuah in memoriam pendaki. Menurut kisah pendaki itu tewas karena sesuatu yang aneh di batulingga. Tepatnya, pada tahun 1999 dan dari ketiga pendaki, hanya seorang yang selamat. Sedangkan dua lainnya tewas dengan mengeluarkan lendir dari mulutnya. Menurut kepercayaan, blok batu lingga ini di jaga oleh dua makluk halus bernama aki dan nini serentet buntet.

Blok sangga buana, yang arti harfiahnya adalah penyangga bumi. Areal ini berfungsi untuk menahan aliran lahar bila gunung ceremai meletus. Maksudnya agar lahar tidak mengarah ke linggarjati, tetapi ketempat lain.


Dan akhirnya adalah blok pengsungan atau pengasinan tempatnya amat terbuka. Disini terdapat ladang yang tak pernah layu , edelweiss. Dari tempat ini kita dapat memandang lepas keindahan kota Cirebon serta pemandangan laut Jawa. Bukan hanya itu, disini juga kita bisa puas memandang keindahan matahari terbit . Jarang orang mengetahui jika tempati ini sejajar dengan puncak gunung Slamet yang ada di jawa tengah. Menurut sejarah, pada masa pendudukan Jepang, pengasinan merupakan tempat pembuangan tawanan perang. Mungkin karena itu pada malam malam tertentu, sering terdengar suara jeritan atau derap langkah kaki para serdadu jepang. Sudah barang tentu, suara itu datang dari alam halus.

Keindahan Posko Pengasingan


Pos Pengasingan



laut jawa. Kilauan laut yang terpantul mentari

Laut jawa

Gunung Slamet yang terlihat. the next expedition

beberapa tumbuhan yang sempat terekam di pengasingan


sebelum pengasingan


Jalur pengasingan menuju Puncak


CERITA LAIN PERJALANAN KAMI

Ketika berharganya setetes air.

Perjalanan kali ini benar-benar mengajarkan kepada ku betapa berharganya setetes air. Persediaan air kami habis sementara perjalanan masih panjang. Dehidrasi tak terelakkan .Oh ya sebagai info di gunung ciremai ini tidak ada sumber air. Air hanya akan di temui di Pos C ibunar. Ini jualah yang membuat pendakian kegunung ini semakin sulit.  Inipun membuat kami tidak bisa memasak secukupnya, akibatnya makan siang kami di hari kedua di ceremai hanya kami nikmati dengan 2 sendok mie goreng..
aksi meminta air

Tapi beruntunglah dalam perjalanan  kami kadang bertemu dengan pendaki lain. Dan dengan wajah memelas kami pun meminta air. Alhamdulillah ada juga yang mau berbagi dengan kami. Air pemberian yang tak seberapa itulah yang kami nikmati dan kami bagi. "satu sloki" istilah yang selalu kami sebut untuk seteguk air.
merasakan indahnya bersama dan berbagi

Perjalanan pulang



Perjalanan pulang terasa lebih berat dari keberangkatan. Padahal seharusnya malah lebih gampang karena medan yang kami jalani sudah tak lagi menanjak.. Semakin terasa berat karena mungkin fisik kami yang sudah tak lagi kuat, kehabisan air dan di hari kedua itu kami hanya menikmati makan siang dengan dua sendok mie goreng. Beruntung banyak madu yang bisa kami nikmati. lumayan untuk menambah energi. Karena fisik yang semakin lemah inilah akhirnya beberapa orang diantara kami ada yang cidera terseleo kaki.

Perjalanan pulang dari puncak menuju camp kami mulai sekitar pukul 12.00 Wib. Yang semula kami berangkat terdiri dari tiga tim, ketika perjalanan pulang menuju camp jadi tak lagi beraturan  Perjalanan siang hari memang tidak terlalu menakutkan, akhirnya banyak yang memencar. Tapi cerita aneh bermula dari sini. Ketika salah seorang dari tim kami memilih untuk berjalan menuju camp sendiri. Dari penuturannya, dia diikuti oleh seseorang dengan fisik tak terlihat tapi langkah kaki dan hembusan nafasnya teredengar cukup kencang. hm...berpencarnya tim  kami akhinrnya menimbulkan banyak cerita. dan membuat perjalanan pulang kami pun terlambat. kelompok pertama mencapai camp pukul 13.00 WIb dan kelompok terakhir sampai di camp pukul 17.00 perbedaan waktu yang cukup jauh. Akhirnya kami turun kebawah, menuju linggar jati setelah magrib.  Akhirnya perjalanan turun di malam hari tak terelakkan. padahal dari awal, Komandan sudah mewanti-wanti untuk mempercepat perjalanan agar magrib atau sekitar jam 20.00 kami sudah sampai di linggarjati.

Dalam perjalanan turun, tim dibagi menjadi dua. Tim Pertama dan tim kedua terpisah cukup jauh. Karena di tim kedua terdapat beberapa orang yang cidera sehingga perjalanan tidak bisa di percepat. Bahkan tim dua (kebetulan aku masuk dalam tim 2) sempat berhenti beberapa jam karena butuh waktu untuk menormalkan kondisi teman-teman yang kakinya cidera. Perjalanan semakin terassa mencekam ketika melewati jalur yang paling berat dengan kemiringan mencapai 90 derajat  dan daerah yang paling mistis ( tanjakan seruni, tanjakan bimbin, dan pos kuburan kuda).di tempat inilah akhirnya salah seorang di timku dan di tim pertama melihat dan menyaksikan begitu banyaknya makluk-makluk lain bergentayangan. Dan jenis yang paling banyak katanya adalah kuntilanak he... dan informasi ini didukung oleh beberapa pendaki yang ngecamp di posko parung kuda


our camp

briefing sebelum turun dari camp menuju cibunar dalam keadaan yang sudah gelap
Sebelum mencapai posko parung kuda, teman setimku yang kakinya cidera pun akhirnya fisiknya cidera. "telah diganggu oleh makluk aneh" itulah koment salah seorang disana. temanku tak mampu lagi berjalan, tubuhnya langsung kaku dan dingin. info dari salah seorang temanku.  (antara percaya dan tidak..tapi ya itulah ). beruntunglah di pos parung kuda ada yang sedang camp, lumayan banyak. akhirnya temanku di terapi disana. temanku yang cidera tak mungkin melanjutkan perjalanan. Sementara sebagian besar dari kami pun tak mungkin ngecamp disana karena sudah kelaparan, kalo memassak tak ada sumber air. Kami harus melanjutkan perjalanan sampai Cibunar agar dapat menikmati makanan. Maka koman mengambil keputusan: komandan dan teman yang cidera serta temanku yang perawat tinggal, ngecamp di kuburan kuda dan selebihnya melanjutkan perjalanan menuju pos cibunar, tempat yang telah disepakati untuk bertemu dengan tim pertama.
katanya disinilah bagian paling mistis dalam perjalanan kami.
Tepat pukul 12.00 malam kami turun. dengan kondisi yang benar-benar lemah. dan satu diantara kamipun ada yang sembilangan karena hari pertama Haid. akhrnya sebentar-sebentar break.  breaknya pun dalam waktu yang lumayan lama. bahkan dalam break, kami pun kadang tertidur pulaz dan ada yang sempat  ngorok pula. benar-benar sudah sekarat. andaikan ketika break itu ada yang lewat dan mencuri peralartan atau apapun dari kami mungkin kami tak akan menyadarinya. tempat yang kami pilih untuk break pun tak kami perhatikan. dimana capek langsung  menghampar. Hampir semua kami terjatuh berkali-kali karena jalan licin. Perjalananan dari kuburan kuda ke Cibunar yang biasanya ditempuh dalam waktu 2 jam, malam itu kami tempuh dalam waktu 4,5 jam...benar-benar luar biasa.

Capek,  langsung meluruskan punggung

Beberapa jalanan yang kami lewati



Kebodoran
Dalam perjalanan ini hampir semua peserta masuk angin..dan antangin akhirnya menjadi menu utama. akibat dari itu semua adalah perjalanan kami diramaikan dengan berbagai bunyi kentut dan sendawa. Sehingga perang kentut dan sendawa tak terelakkan, dan yang lucunya saling berbalas.
Disamping antangin, geliga, counterpain, salonpas, minyak angin dan minyak kayu putihpun laku manis. Baunya pun menyerbak diantara kami. he...dan banyak cerita nga penting lainnya yang hanya menyisakan senyum jika mengenangnya.

Mobil Mogok.
Malangnya kami dengan kondisi kaki yang sudah pada kaku, untuk berjalan normal pun terasa menyakitkan, eh bus yang kami tumpangi pun mogok. lumayan lama, hampir satu jam. Dan terpaksa lah kami turun dan mendorong-mendorong bus. Tapi dasar memang kenarsisan memang tak pernah habisnya. kesempatan Ini pun digunakan untuk berfose-fose lagi...

Hasil bidikan ketika bus mogok


Akhirnya hanya kata terima kasih yang pantas terucap untuk semua tim sergap ciremai 2010. Nice to meet u all guys... senang telah menjadi satu bagian dari kalian. semoga kita bisa bertemu di expedisi sergap berikutnya menuju gunung Slamet Bulan Juli 2010.

CIREMAI: 3078 M SEA SURFACE LEVEL STORY

" Nikmat Tuhan Mana Lagi Yang Kau Dustakan", Hanya kata itu yang terucap dibibirku yang mulai kelu, menyaksikan dan menikmati maha indahnya alam ini diciptakan. Keindahan yang benar-benar tak sanggup diungkapkan dengan rangkain kata. Menikmatinya sungguh mampu mengalirkan energi dan semangat tak terkira. Suasana yang akan selalu kurindu, meracuni hati dan jiwaku.... Suasana yang kubutuhkan ketika kejemuan hidup mulai merasuki...
tim sergap ciremai

Bersyukur kepada pencipta akhirnya bersama timsergap indonesia aku bisa menginjakkan kaki di  puncak  gunung Ciremai, gunung tertinggi di Jawa Barat.  Berada di ketinggian 3078 m dari permukaan laut. hmm......Walau sebelum berangkat sempat ada sedikit keraguan karena beberapa alasan, cuaca,  jalur  dan   info tentang kemistikan gunung ini. But all nothing to lose..i just wanna enjoy the beuty of nature. Kondisi cuaca  beberapa hari sebelum keberangkatan, memang sedang tidak baik dan Jalur yang dipilih oleh tim sergap adalah jalur linggar jati. Bagi pencinta gunung dan pernah berkelana ke banyak gunung-gunung di Indonesia, pasti bisa menyimpulkan bahwa jalur linggar jati ini adalah jalur yang cukup berat . dan yang membuat nyali semakin ciut adalah  info tentang kemistikan gunung ini, dan ternyata sudah menjadi rahasia umum . Terutama pada pos-pos tertentu. Tapi memang  perjalanan kami pun bisa membuktikan kebenaran info ini....Banyak kejadian supranatural. (akan dibahas di tulisan berikutnya)

Pendakian Gunung Ciremai  Jalur Linggarjati melewati beberapa posko. Posko  linggar jati berada di ketinggian 600 dpl, posko cibunar (750 m dpl), pinus (900 mdpl), Leuweng Datar (1000 mdpl),  Kondang Amis (1200 mdpl), kuburan kuda (1450 mdpl), pangalap (1600 mdpl), Tanjakan bimbin (1700 mdpl), tanjakan seruni ( 1800 mdpl), Bapa Tere (2000 mdpl), Batu Lingga (2250 mdpl), sanggabuana1 (2400 mdpl), sanggabuana2 (2250 mdpdl), Pangasinan (2750 mdpl ) dan puncak (3078 mdpl). secara umum jalur linggar jati  terdiri dari 3 bentuk  yaitu jalan dari tanah liat dengan tanjakan tajam,  jalur akar  dan ketiga jalur menanjak dengan batuan tajam serta berdebu.



my team

Rencana awal, kami akan mulai naik dari pos linggarjati jam 5.30 Wib (habis subuh red). Tapi karena alasan klasik perjalanan baru bisa dimulai sekitar jam 8.30 Wib. Memilih waktu habis shubuh dengan alasan tidak terlalu panas dan diharapkan sekitar magrib kami sudah berada di posko pengasingan, posko terakhir sebelum puncak. Pos ini posisinya sudah diluar hutan belantara. dan dari posko ini kita bisa menyaksikan pemandangan kota cirebon, laut jawa dan gunung slamet dengan bebas.  Tapi apa boleh buat karena keterlambatan keberangkatan, akhirnya malam pertama, kami  nikmati di sebuah tempat yang lumayan datar  berada diantara pos pangalap dan papa tere. Kami mencapai tempat ini sekitar pukul 20.00 wib. Membuka tenda, memasak dan menikmati makan malam bersama dan langsung istirahat karena perjalanan akan kami lanjutkan pukul 2 dini hari, berharap bisa menikmati sunrise di puncak ciremai.

Jam 2 Pagi perjalanan kami lanjutkan menuju puncak. Tapi lagi-lagi rencanan kami gagal dan itu artinya gagal menikmati sunrise di puncak. kesempatan berharga yang terlewati. Beruntunglah  team 1 masih bisa menikamti sunrise  di daerah sekitar  sanggabuana 2 dan pengasingan. Pos pengasingan kami capai pada pukul 8.00 pagi. Sampai dipos ini akhirnya kami  segera  memasak, maklum dingin dan nada-nada pun telah bermain di perut kami. Sekita pukul 10.00 pagi, we can reach the summit of ciremai mountain....really..really great adventure...





some of picture  in 30780 m ssl ( the summit of ciremai Mountain)

bendera sergapun berkibar di ceremai








20.5.10

Gaji Pertama

Gaji pertama.. pasti punya kesan tersendiri buat kebanyakan orang termasuk bagiku. Bahkan semasa dulu, dikos-kosan kami sering menghayalkan tentang yang pertama. Mulai dari gaji pertama sampai malam pertama. he..he.. Hayalan tingkat tinggi,  Imajinasi bermain dan akhirnya ditutup dengan tawa dan sebuah kalimat sunda aya aya wae ...

berbicara gaji pertama aku juga bingung, kapan ya tepatnya aku mendapat gaji pertama. Karena semasa kuliah aku sudah bekerja part time dan lulus pun terus melanjutkan pekerjaan itu.  Dari pada nga jelas, akhirnya aku menganugrahkan award gaji pertamaku pada  gaji CPNSku he...Tanggal 4 April 2008 itulah tanggalnya( masih ingat aja ya)...Gaji 80% disebuah lembaga pemerintah, di sebuah unit kerja di ujung timur indonesia sana. Senang..pasti... Dan akupun sempat mengabadikan lembaran uang rapelan CPNS yang kuterima itu..he...Lucu juga ya...Ide kurang kerjaan yang selalu mengalir.. sayangnya hanya terekam dari sebuah kamera handphone sederhana..Sempat mengabdikan juga aksi mas eko yang sedang menghitung rapelan gaji pertamanya. he..


18.5.10

SITU GEDE, MY FIRST PHOTOGRAPHY COMPETITION

Hm...Persentuhan ku dengan beberapa komunitas Bacpacker dan terlibat dalam beberapa trip yang kami create secara bersama telah  menjangkiti berbagai macam virus padaku..mulai dari kanker (kantong kering) kebanyakan ngetrip, kulit terbakar, cuti minus dan virus cinta..hay..hay tapi tunggu dulu aku telah jatuh cinta  bukan pada manusia but pada dunia photography. Keindahan dan romantisme alam yang maha indah sayang kalo dilewatkan begitu saja. Destinatsi bersama anak2 Bacpacker kebanyakan bukanlah destination biasa..memang sengaja mencari hidden paradise..ingin merasakan dunia milik sendiri, bermain di pantai yang serasa pantai pribadi he...dan biarkan kami menikmati keindahan ini tanpa diganggu oleh keramain manusia..

Menikmati alam yang maha indah dan merekamnya dengan apik dan sempurna adalah kebahagian yang dicari oleh para petualang alam. Maka tak heran kamera akhirnya menjadi peralatan utama yang harus dibawa. kalo dah ngomongin masalah kamera jadi minder ei....kamera mereka hm...membuat hati berdecak kagum sekaligus hati miris..kapan ya gw punya kamera seperti mereka???

Ternyata aku menemukan sebuah nilai hmm.. dari dunia photography. Semakin cinta deh..walau hanya dengan sebuah pocket kamera..tapi alhamdulilah ada beberapa tools yang bisa dimaksimalkan agar mendapatkan bidikan yang bagus. Dan dari beberapa teman backpacker aku belajar sedikit ilmu, tip dan triks memotret. Menyaksikan hasil bidikan itu. nga nyangka bisa juga.Senangnya..

Sebagai pembuktian dari sebuah keeksistensian pada dunia ini, akhirnya aku memberanikan diri mengikuti sebuah kompetisi  potography di kota Bogor..kompetisi pertama. apapun hasilnya yang penting ikut men...
Lomba ini menjadikan SItu Gede yang berlokasi di Sindang Barang Jero, Bogor Barat sebagai temanya. yaps mau nga mau yah harus jalan ke situ ini.. membidiknya  dari berbagai sudut dan dimensi.. aku puas dengan hasil karyaku... love photography...berharap sekali memilki kamera impian itu..he..semoga dilimpahkan rezeki amin...

Situ Gede dalam Bidikannku--Yeelee2010



16.5.10

NICE TO MEET YOU, BOWO!

Salut..iri dan bercampur malu itulah perasaan yang mengalir menyaksikan prestasi seorang Bowo. Bocah yang baru saja menamatkan SMP ini telah menerbitkan Novelnya yang bertajuk "Willy Flarkies". Sempat bertanya pada diri sendiri, "dulu di usia 14 tahun, aku sudah menghasilkan apa ya?"..pertanyaan bodoh memang... jawabannya nothing. menyedihkan. But whatever, Bowo have given inspiration. The First Inspiration to always write...write and write. The second, inspiration to have a child...naluri seorang ibu.upss salah seorang wanita. coz still in single status. Hopefully, change it vastly.

Beruntung bisa bertemu dengan anak ini. Hal ini bermula ketika menghadiri rangkaian kegiatan Indonesian World Book Day 2010. Pada sesi Temu Penulis Muda, Bowo hadir sebagai pembicara dan sekaligus membedah bukunya. Kehadiran Bowo pada sesi ini  benar-benar mampu menyedot perhatian pengunjung yang hadir di acara itu. ternyata Novel Willy  Flarkies adalah novel keduanya, yang merupakan  terjemahan dari novel pertamanya yang berbahasa  Inggris. Dan yang menambah mengagumkan lagi  pada bulan  Juli 2010 nanti Bowo akan mengadakan pameran tunggal lukisannya.... hm...menulis, melukis and then  can write in English... so proud. moreover he said, " write in English easier than Indonesian". it the answer why the bowo first book in English.
 Bowo in Indonesian World Book 2010

segala prestasi yang telah di torehkan oleh bowo ini tentu melahirkan banyak tanya. Why and how bisa menghasilkan prestasi ini? and the next question  who is the behind him?. Free Your Imagination itulah jawaban yang diberikan Bowo ketika ditanya bagai mana ia menulis. Dan ketika ditanya mengapa menulis dia menjawab menulis adalah kebahagiaan. semua yang ada dalam pikiran, hati dan perasaan bisa tertumpahkan. and Ibu adalah orang yang paling berperan besar dalam hidupnya. 
 Bowo with his book

Menjadi seorang sutradara  adalah mimpi dan cita-cita Bowo. Awalnya cita-citanya ini kurang didukung oleh ayahnya. Tapi akhirnya sang ayah  luluh. game, membaca, menulis dan bermain dengan kucing adalah keseharianya. Hal yang paling banyak menginspirasinya adalah buku Harry Potter. Bowo biasa menghabiskan malam sampai pagi untuk menulis.



Terakhir pesan yang disampaikan Bowo," menulis, menulis aja..nga usah pikirin orang lain. Nothing to lose. and  Free Ur Imagination"

12.5.10

Bingung Mo kasih Judul Apa???

Huh lama tak menulis di blog ini. Banyak kisah ingin ku bagi, banyak cerita ingin ku urai tapi ternyata kewajiban kita jauh lebih banyak dari waktu yang kita punya. But masih selalu berusaha dan menyempatkan waktu menulis walau kadang nga penting...kesibukan kegiatanku di beberapa penelitian,  masuk panitia pengadaan pula, beberapa perjalanan dinas luar kota, kesibukan mengajar, kesibukan  tes  untuk melanjutkan masterku, menjadi pembimbing mahasiswa, kesibukan menyiapkan beberapa makalah dan tulisan untuk beberapa seminal nasional dan international dan ditambah kesibukan lain di hampir semua unit kerja deptan berkaitan dengan renumerasi deptan 2011.Mulai dari setifikasi ISO, penyusunan  SOP, analisis jabatan, Beban Kerja  dan tetetk bengek lainnya.

tetapi membaca buku karya mas Gola Gong yang berjudul Jangang Nga pernah Menulis Seumur Hidup membuatku kembali   menanamkan niat dan azzam pada diriku bahwa teruslah menulis. Sampaikan lah walau itu satu ayat...Belajar dari orang-orang besar, mereka menjadi besar, dikenang sepanjang zaman yah karena tulisannya.

Maksih bukunya mas Golagong. Semangat kita ternyata bisa diibaratkan dengan sebuah korek api. Ada saatnya ia mati dan menyala, maka dari keadaan mati menjadi menyala kita butuh sesuatu yang bisa mementikkannya. manusia bijak adalah manusia yang bisa menemukan sesuatu itu dengan cepat untuk mementik koreknya. Yaps intinya kita harus bisa mencari hal-hal yang akan membangkitkan semangat kita   Agar kita tak berlama dalam keterpurukan..

1.5.10

SENDAL DAN SEPATU: TAMPIL CANTIK DAN DUNIA PENYIKSAAN

Beberapa tahun yang lalu saya pernah mendengar perkataan seorang ibu-ibu muda yang intinya bahwa faktor kecantikan dan keindahan adalah faktor utama yang dipertimbangkan perempuan dalam memilih sesuatu. sedangkan  pria lebih  mengutamakan faktor kenyamanan. Wanita rela memakai sesuatu yang  tak nyaman, asalkan sesuatu itu membuat penampilanya lebih cantik dan menarik. beberapa bulan yang lalu saya membuktikan sendiri kebenaran statemen itu.

cerita bermula dari sebuah sepatu/sendal berhak tinggi..Dari dulu saya anti dengan  barang yang satu ini. disaat banyak teman kuliah saya menggunaknnya,  saya merasa lebih nyaman menggunakan sepatu kets dan beransel ria.  mobile, itulah alasannya.  Ditambah, saya pernah menyaksikan sendiri teman kosan yang bertragedi dengan benda yang satu ini. Hak sepatunya tersangkut pada sebuah lubang di jalan. Membuat keseimbanganya tergangu dan sempat  terjatuh.."Sakit akibat jatuhnya nga seberapa tapi malunya itu lho.."


Tapi setelah saya lulus, situasi kadang menuntut saya untuk menggunakan benda yang satu ini. Sepatu berhhak tinggi pertama kali saya gunakan ketika acara wisuda. Tak ada masalah. karena saya sengaja memilih yang tak terlalu tinggi dan memilih hak yang tidak terlalu runcing. Berjalannya waktu sayapun berani memakai hak sampai 10 cm.Sempat punya koleksi dengan tinggi berbeda. Kata teman-teman, saya akan terlihat anggun kalo memakai sepatu hak tinggi..he..karena jalannya lebih pelan..dan ...nga krasak krusuk seperti kebiasaan saya sehari-hari.


Tragedi
Kondangan...di moment itulah saya paling sering menggunakan benda ini. pun dengan sebuah resepsi di ICC Bogor.  (gedung mewah di kota bogor)..maklum yang menikah anaknya petinggi IPB. Sebelum berangkat sebenarnya, kata hati sempat ragu.hm..ternyata memang kita harus lebih peka dengan yang namanya kata hati..."pake nga ya?..Pake nga Ya?...", ragu karena sendal itu umurnya dah lumayan tua.he..khwatir dah lapuk.. dan takut patah...tapi kata hati ini saya abaikan...


sesampai di tempat resepsi...kok ada yang aneh dengan cara jalan saya, ada rasa yang lain dengan sendal saya..benar saja setelah dicek ternyata sendal yang saya gunakan haknya mulai lepas. masih beruntung  belum seutuhnya lepas. kondisi ini membuat saya benar-benar tak nyaman. Akhirnya saya meninggalkan gedung resepsi and then segera berjalan ke botani square. Beruntungnya lagi  ICC satu gedung dengan Botani Square. target utamanya adalah mencari alas kaki yang bisa membuat saya nyaman untuk melanjutkan perjalanan pulang. 


Setelah melihat-lihat akhirnya saya memutuskan memilih sebuah sepatu plastik yang menurut saya unik.Sepatu inilah yang akhirnya menyelamatkan perjalanan pulang saya.
Tapi sesampai dirumah saya pandangi lagi sepatu yang saya beli.." nga gue bangat deh", itulah kata yang  terucap...sempat berfikir kenapa saya bisa suka dengan benda seperti ini. lagi..lagi  wanita...(bukti pertama)


Sendal hak tinggi dan sepatu aneh itu

Pembuktian kedua..
Terjadi dalam perjalanan dinasku ke beberapa kota di bBanten. Sebelum berangkat,   sempat terlintas dibenakku, memakai sepatu ini dalam waktu yang lama tidak akan nyaman. karena ujungnya yang agak runcing.  Jadi memakai sepatu ini dalam waktu lama adalah sebuah penyiksaan.pengalaman sebelumnya sudah membuktikan Tapi demi kemecingan he..sepatu ini tetap saya gunakan..padahal perjalanan dinas saya tak hanya sehari tapi berhari-hari


benar saja, hari kedua saya tidak nyaman dengan sepatu saya..he..nga bawa pengganti lagi...sempat dipaksakan.."demi kecantikan memasuki dunia penyiksaan".. menyerah... tak sempat ke mana-mana,  akhirnya saya memutuskan untuk menggantinya dengan sebuah sendal jepit. .sebuah sendal jepit yang saya beli pada seorag pedagang di depan alun-alun pandeglang...berwarna kuning pula.
 



Dua bukti  demi kecantikan memasuki dunia penyiksaan..padahal sebenarnya ttp aja nga cantik.."kasian deh gw"