18.5.10

SITU GEDE, MY FIRST PHOTOGRAPHY COMPETITION

Hm...Persentuhan ku dengan beberapa komunitas Bacpacker dan terlibat dalam beberapa trip yang kami create secara bersama telah  menjangkiti berbagai macam virus padaku..mulai dari kanker (kantong kering) kebanyakan ngetrip, kulit terbakar, cuti minus dan virus cinta..hay..hay tapi tunggu dulu aku telah jatuh cinta  bukan pada manusia but pada dunia photography. Keindahan dan romantisme alam yang maha indah sayang kalo dilewatkan begitu saja. Destinatsi bersama anak2 Bacpacker kebanyakan bukanlah destination biasa..memang sengaja mencari hidden paradise..ingin merasakan dunia milik sendiri, bermain di pantai yang serasa pantai pribadi he...dan biarkan kami menikmati keindahan ini tanpa diganggu oleh keramain manusia..

Menikmati alam yang maha indah dan merekamnya dengan apik dan sempurna adalah kebahagian yang dicari oleh para petualang alam. Maka tak heran kamera akhirnya menjadi peralatan utama yang harus dibawa. kalo dah ngomongin masalah kamera jadi minder ei....kamera mereka hm...membuat hati berdecak kagum sekaligus hati miris..kapan ya gw punya kamera seperti mereka???

Ternyata aku menemukan sebuah nilai hmm.. dari dunia photography. Semakin cinta deh..walau hanya dengan sebuah pocket kamera..tapi alhamdulilah ada beberapa tools yang bisa dimaksimalkan agar mendapatkan bidikan yang bagus. Dan dari beberapa teman backpacker aku belajar sedikit ilmu, tip dan triks memotret. Menyaksikan hasil bidikan itu. nga nyangka bisa juga.Senangnya..

Sebagai pembuktian dari sebuah keeksistensian pada dunia ini, akhirnya aku memberanikan diri mengikuti sebuah kompetisi  potography di kota Bogor..kompetisi pertama. apapun hasilnya yang penting ikut men...
Lomba ini menjadikan SItu Gede yang berlokasi di Sindang Barang Jero, Bogor Barat sebagai temanya. yaps mau nga mau yah harus jalan ke situ ini.. membidiknya  dari berbagai sudut dan dimensi.. aku puas dengan hasil karyaku... love photography...berharap sekali memilki kamera impian itu..he..semoga dilimpahkan rezeki amin...

Situ Gede dalam Bidikannku--Yeelee2010



16.5.10

NICE TO MEET YOU, BOWO!

Salut..iri dan bercampur malu itulah perasaan yang mengalir menyaksikan prestasi seorang Bowo. Bocah yang baru saja menamatkan SMP ini telah menerbitkan Novelnya yang bertajuk "Willy Flarkies". Sempat bertanya pada diri sendiri, "dulu di usia 14 tahun, aku sudah menghasilkan apa ya?"..pertanyaan bodoh memang... jawabannya nothing. menyedihkan. But whatever, Bowo have given inspiration. The First Inspiration to always write...write and write. The second, inspiration to have a child...naluri seorang ibu.upss salah seorang wanita. coz still in single status. Hopefully, change it vastly.

Beruntung bisa bertemu dengan anak ini. Hal ini bermula ketika menghadiri rangkaian kegiatan Indonesian World Book Day 2010. Pada sesi Temu Penulis Muda, Bowo hadir sebagai pembicara dan sekaligus membedah bukunya. Kehadiran Bowo pada sesi ini  benar-benar mampu menyedot perhatian pengunjung yang hadir di acara itu. ternyata Novel Willy  Flarkies adalah novel keduanya, yang merupakan  terjemahan dari novel pertamanya yang berbahasa  Inggris. Dan yang menambah mengagumkan lagi  pada bulan  Juli 2010 nanti Bowo akan mengadakan pameran tunggal lukisannya.... hm...menulis, melukis and then  can write in English... so proud. moreover he said, " write in English easier than Indonesian". it the answer why the bowo first book in English.
 Bowo in Indonesian World Book 2010

segala prestasi yang telah di torehkan oleh bowo ini tentu melahirkan banyak tanya. Why and how bisa menghasilkan prestasi ini? and the next question  who is the behind him?. Free Your Imagination itulah jawaban yang diberikan Bowo ketika ditanya bagai mana ia menulis. Dan ketika ditanya mengapa menulis dia menjawab menulis adalah kebahagiaan. semua yang ada dalam pikiran, hati dan perasaan bisa tertumpahkan. and Ibu adalah orang yang paling berperan besar dalam hidupnya. 
 Bowo with his book

Menjadi seorang sutradara  adalah mimpi dan cita-cita Bowo. Awalnya cita-citanya ini kurang didukung oleh ayahnya. Tapi akhirnya sang ayah  luluh. game, membaca, menulis dan bermain dengan kucing adalah keseharianya. Hal yang paling banyak menginspirasinya adalah buku Harry Potter. Bowo biasa menghabiskan malam sampai pagi untuk menulis.



Terakhir pesan yang disampaikan Bowo," menulis, menulis aja..nga usah pikirin orang lain. Nothing to lose. and  Free Ur Imagination"

12.5.10

Bingung Mo kasih Judul Apa???

Huh lama tak menulis di blog ini. Banyak kisah ingin ku bagi, banyak cerita ingin ku urai tapi ternyata kewajiban kita jauh lebih banyak dari waktu yang kita punya. But masih selalu berusaha dan menyempatkan waktu menulis walau kadang nga penting...kesibukan kegiatanku di beberapa penelitian,  masuk panitia pengadaan pula, beberapa perjalanan dinas luar kota, kesibukan mengajar, kesibukan  tes  untuk melanjutkan masterku, menjadi pembimbing mahasiswa, kesibukan menyiapkan beberapa makalah dan tulisan untuk beberapa seminal nasional dan international dan ditambah kesibukan lain di hampir semua unit kerja deptan berkaitan dengan renumerasi deptan 2011.Mulai dari setifikasi ISO, penyusunan  SOP, analisis jabatan, Beban Kerja  dan tetetk bengek lainnya.

tetapi membaca buku karya mas Gola Gong yang berjudul Jangang Nga pernah Menulis Seumur Hidup membuatku kembali   menanamkan niat dan azzam pada diriku bahwa teruslah menulis. Sampaikan lah walau itu satu ayat...Belajar dari orang-orang besar, mereka menjadi besar, dikenang sepanjang zaman yah karena tulisannya.

Maksih bukunya mas Golagong. Semangat kita ternyata bisa diibaratkan dengan sebuah korek api. Ada saatnya ia mati dan menyala, maka dari keadaan mati menjadi menyala kita butuh sesuatu yang bisa mementikkannya. manusia bijak adalah manusia yang bisa menemukan sesuatu itu dengan cepat untuk mementik koreknya. Yaps intinya kita harus bisa mencari hal-hal yang akan membangkitkan semangat kita   Agar kita tak berlama dalam keterpurukan..

1.5.10

SENDAL DAN SEPATU: TAMPIL CANTIK DAN DUNIA PENYIKSAAN

Beberapa tahun yang lalu saya pernah mendengar perkataan seorang ibu-ibu muda yang intinya bahwa faktor kecantikan dan keindahan adalah faktor utama yang dipertimbangkan perempuan dalam memilih sesuatu. sedangkan  pria lebih  mengutamakan faktor kenyamanan. Wanita rela memakai sesuatu yang  tak nyaman, asalkan sesuatu itu membuat penampilanya lebih cantik dan menarik. beberapa bulan yang lalu saya membuktikan sendiri kebenaran statemen itu.

cerita bermula dari sebuah sepatu/sendal berhak tinggi..Dari dulu saya anti dengan  barang yang satu ini. disaat banyak teman kuliah saya menggunaknnya,  saya merasa lebih nyaman menggunakan sepatu kets dan beransel ria.  mobile, itulah alasannya.  Ditambah, saya pernah menyaksikan sendiri teman kosan yang bertragedi dengan benda yang satu ini. Hak sepatunya tersangkut pada sebuah lubang di jalan. Membuat keseimbanganya tergangu dan sempat  terjatuh.."Sakit akibat jatuhnya nga seberapa tapi malunya itu lho.."


Tapi setelah saya lulus, situasi kadang menuntut saya untuk menggunakan benda yang satu ini. Sepatu berhhak tinggi pertama kali saya gunakan ketika acara wisuda. Tak ada masalah. karena saya sengaja memilih yang tak terlalu tinggi dan memilih hak yang tidak terlalu runcing. Berjalannya waktu sayapun berani memakai hak sampai 10 cm.Sempat punya koleksi dengan tinggi berbeda. Kata teman-teman, saya akan terlihat anggun kalo memakai sepatu hak tinggi..he..karena jalannya lebih pelan..dan ...nga krasak krusuk seperti kebiasaan saya sehari-hari.


Tragedi
Kondangan...di moment itulah saya paling sering menggunakan benda ini. pun dengan sebuah resepsi di ICC Bogor.  (gedung mewah di kota bogor)..maklum yang menikah anaknya petinggi IPB. Sebelum berangkat sebenarnya, kata hati sempat ragu.hm..ternyata memang kita harus lebih peka dengan yang namanya kata hati..."pake nga ya?..Pake nga Ya?...", ragu karena sendal itu umurnya dah lumayan tua.he..khwatir dah lapuk.. dan takut patah...tapi kata hati ini saya abaikan...


sesampai di tempat resepsi...kok ada yang aneh dengan cara jalan saya, ada rasa yang lain dengan sendal saya..benar saja setelah dicek ternyata sendal yang saya gunakan haknya mulai lepas. masih beruntung  belum seutuhnya lepas. kondisi ini membuat saya benar-benar tak nyaman. Akhirnya saya meninggalkan gedung resepsi and then segera berjalan ke botani square. Beruntungnya lagi  ICC satu gedung dengan Botani Square. target utamanya adalah mencari alas kaki yang bisa membuat saya nyaman untuk melanjutkan perjalanan pulang. 


Setelah melihat-lihat akhirnya saya memutuskan memilih sebuah sepatu plastik yang menurut saya unik.Sepatu inilah yang akhirnya menyelamatkan perjalanan pulang saya.
Tapi sesampai dirumah saya pandangi lagi sepatu yang saya beli.." nga gue bangat deh", itulah kata yang  terucap...sempat berfikir kenapa saya bisa suka dengan benda seperti ini. lagi..lagi  wanita...(bukti pertama)


Sendal hak tinggi dan sepatu aneh itu

Pembuktian kedua..
Terjadi dalam perjalanan dinasku ke beberapa kota di bBanten. Sebelum berangkat,   sempat terlintas dibenakku, memakai sepatu ini dalam waktu yang lama tidak akan nyaman. karena ujungnya yang agak runcing.  Jadi memakai sepatu ini dalam waktu lama adalah sebuah penyiksaan.pengalaman sebelumnya sudah membuktikan Tapi demi kemecingan he..sepatu ini tetap saya gunakan..padahal perjalanan dinas saya tak hanya sehari tapi berhari-hari


benar saja, hari kedua saya tidak nyaman dengan sepatu saya..he..nga bawa pengganti lagi...sempat dipaksakan.."demi kecantikan memasuki dunia penyiksaan".. menyerah... tak sempat ke mana-mana,  akhirnya saya memutuskan untuk menggantinya dengan sebuah sendal jepit. .sebuah sendal jepit yang saya beli pada seorag pedagang di depan alun-alun pandeglang...berwarna kuning pula.
 



Dua bukti  demi kecantikan memasuki dunia penyiksaan..padahal sebenarnya ttp aja nga cantik.."kasian deh gw"

28.4.10

PENGALAMAN KEDUA MENJADI PEMBICARA IKLIM

Kesempatan  tak datang dua kali, itulah statemen yang muncul dalam benakku ketika aku di minta hadir sebagai pembicara dalam acara "bimbingan teknis desain prasarana irigasi dan validasi data cuaca dan iklim, bagi kepala UPTD dan PTCD se Kabupaten Sukabumi yang diadakan oleh Dinas pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sukabumi. Tapi sisi lain batinku berteriak, aku diinformasikan pukul 10.00 Wib dan harus hadir dalam acara tersebut Pukul 13.00 Wib di Hotel Pondok Asri, Selabintana Sukabumi. Banyak hal yang berkecamuk di kepalaku, masalah materi dan slide presentasi yang belum di buat, perjalanan Bogor-Sukabumi yang tidak bisa diprediksi karena merupakan jalur macet. Tapi lagi-lagi Pak Aris meyakinkan aku bisa, bismilah tawaran penuh tantangan ini ku terima.

Pukul 10.30 bersama mobil dan driver dari kantor, serta mengajak salah satu mahasiswa dari universitas Gorontalo yang sedang PL di kantorku, akupun berangkat. Waktu perjalananlah yang kugunakan untuk menyusun materi dan slide presentasi yang bertemakan  "Upaya antisipasi dan Mitigasi Perubahan Iklim pada sektor Pertanian". Materi ini kususun berdasarkan saran-saran dari pak Dr. Aris Pramudia. Pak Aris makasih..makasih atas segala bimbingan mu....


Benar seperti dugaan, perjalanan ini pun menemukan titik buntu he..macet madsudnya. pukul 12.00 kami masih di Ciawi. Berada di Sukabumi pukul 13.00 adalah sebuah kemustahilan. Pulang kembali kekantor pun tak mungkin. Menghubungi panitia, nga punya no contac, karena semua mendadak jadi tak sempat berfikir tentang itu. Finally, Kami sampai ditempat acara pukul 14.30..ho..ho.. 1,5 jam molor dari jadwal yang telah ditetapkan. Beruntunglah panitia berinisiatif memajukan jadwal. pembicara yang seharusnya berbicara di sesi terakhir, mengisi jadwalku. dan akhirnya aku menjadi pembicara disesi terakhir.
Alhamdulilah presentasi kusampaikan dengan lancar.pada sesi  diskusi ada beberapa pertanyaan. Yah kucoba menjawab sesuai dengan kemampuanku. Pengalaman-pengalaman yang menjadi bagian-bagian kecil dari mozaik hidupku. sungguh menjadi penyemangat dan pembuktian bahwa aku bisa..he..siap menunggu aksi-aksi dan karya-karya berikutnya...
semoga aku bisa memberikan manfaat untuk orang lain...amin

21.4.10

CATATAN CINTA PERNIKAHAN BEDA BANGSA

Catatan yang terinspirasi dari sebuah buku berjudul "jodoh dari negeri seberang" ini, kupersembahkan buat beberapa sahabatku yang akan melanjutkan pendidikanya ke negeri orang, tapi pun masih dibingungkan dengan harapan sebagian besar orang-orang di sekeliling mereka untuk segera menikah. Berbagai alasan mengalir atas harapan-harapan itu. Bukan tidak memikirkan hal tersebut, jika ditanya dari lubuk hati entahlah, keinginan untuk mengakhiri babak kesendirain itu membucah. Menghitung usia, jika pulang nanti, angka usia pun telah mencapai angka yang mebuat berteriak......lalu..dan lalu...tapi lagi-lagi ini adalah kesempatan dan pilihan. Dont be sad..maka bacalah buku ini. buku yang akan meyakinkan dan meneguhkan hati untuk berangkat melangkah meraih asa dan semoga mendapat cinta..he...



Dari judul buku mungkin kita sedikit bisa menebak, buku ini bercerita tentang apa. Yaps inilah buku yang mengambarkan lika-liku perjalanan cinta muslimah indonesia yang ditakdir berjodoh dengan pria berbeda bangsa, berbeda suku, budaya dan awalnya pun terpisah dengan jarak yang terkira.Sebagain besar kisah yang diangkat adalah kisah mahasiswi indonesia dinegeri orang yang menemukan pangeran hatinya disana. Sekali merangakuh dayung dua tiga pulau terlampau...get master, as weel as mister. (ai...ai...)

Jodoh adalah misteri....yang akan selalu melahirkan tanya bagi orang-orang yang belum menemukannya..termasuk gw..ho..ho...Pun dia datang dengan jalan yang kita tak pernah tau. Inilah buku yang kembali meyakinkanku bahwa jika memang sudah saatnya Dia datang, maka dengan cara apapun pangeran berkuda putih itu itu akan datang. "pemikiran global, selera lokal", prinsip yang sempat terpatri kuat, tergugah dengan buku ini...Bukankah dalam kitab suci pun kita telah diajarkan bahwa kita diciptakan dari berbagai suku dan bangsa.....semakin meyakinku ,( jika Allah mengizinkan, amin, penuh harap) tuk tetap melangkah ke negeri orang walau dengan drama kesendirian.


kisah cinta dalam buku ini pun mengaduk-ngaduk perasaan, membuat pemikiran yang membacanya berdansa2. mengharukan, menggetirkan, luka, suka, fantatis bahkan sporadis. Kenekatan dan keyakinan berpadu dalam melangkah dan mengurai cinta. Belum lagi susahnya meyakinkan keluarga. Dan bahkan ujian kesabaran mereka karena sang suami adalah seorang mualaf. Tidak mudah..tapi subhanallah...


Kisah pernikahan si A dengan seorang laki-laki india yang berdomisili di Amerika serikat adalah kisah yang paling menarik bagiku . Kisah cinta mereka adaah cinta yang mengembara di dunia maya dan dunia suara . Dan sampailah akhirnya laki-laki itu meminta si A untuk menjadi istrinya, si A pun menjawab dan menerima dengan mantap meskipun sekalipun ia tak pernah menatap wajah sang laki-laki itu. Beberapa hari setelah ia menyatakan kemantapan hatinya untuk menikahi laki2 itu barulah ia meminta dikirimkan foto. Ternyata wajah yang ada di foto itu jauh dari apa yang selama ini bermain di khayalnya. sempat merasa ingin mundur saja. Tapi sisi hatinya yang lain menayatakan keyakinannya untuk terus melanjutkan cerita itu. Semua persiapan pernikahan pun dikerjakan dan undangan pun telah di sebarkan. Bayangan jika laki-laki itu tak datang pada harti pernikahan selalu membayangi si A.betapa malunya ia dan keluarga jika itu terjadi.


Sampailah pada hari yang telah direncanakan laki-laki itu akan datang. Cemas dan harap menunggu, bahkan sempat putus asa karena ternyata sang laki2 datang dengan penerbangan terakhir hari itu. tepat 2 hari sebelum pernikahan itu, ia baru bisa melihat wajah separuh jiwanya itu. Dan betapa terkagetnya bahwa secara fisik laki2 itu jauh lebih sempurna dari wajah yang pernah ia lihat di selembar foto itu. .so sweet... dan kini mereka pun telah dikaruniakan 3 orang anak.


Pun ada kisah yang menggetirkan. Sebut aja si P yang terpaksa pada hari pernikahanya harus bersanding dengan foto sang suami. akad nikah pun harus dilakukan lewat telpon. Perkenalan mereka di sebuah universitas di jepang pada awalnya hanyalah sebatas hubungan teman saja. setelah menyelesaikan pendidikannya si P pulang ke indonesia dan si L mendapatkan pekerjaan di Amerika. Tapi komunikasi mereka lewat internet dan dunia maya ternyata telah menumbuhkan benih-benih cinta. cinta ada setelah mereka terpisah. he.. finally mereka mantap untuk menikah. Tapi di hari pernikahan, si L tidak bisa sampai ke Indonesia karena masalah imigrasi di Amerika. hari itu bertepan 3 hari setelah peristiwa 11 sepetember hancurnya WTC dan Prentagon.


dan sungguh banyak kisah-kisah lainnya..

Sebuah hikmah yang tentu tak boleh dilewatkan begitu saja

ada banyak cara kita belajar salah satunya tentunya dari kisah..

lalu siapkah, jika anda ditakdirkan menikah beda bangsa???

an inspiring True Story of Hee Ah lee, “ The four Fingered Pianist”.


Kisah seorang gadis korea ini, kembali mejadi pelecut semangatku. Setelah beberapa waktu, semangat itu seperti hilang entah kemana. Malu pada diri sendiri dan kepada Pencipta. Yah kisah tentang Hee Ah Le yang dituturkan oleh Kurinia Effendi dalam sebuah buku berjudul , an inspiring True Story of Hee Ah le, “ The four Fingered Pianist”. Kisah tentang keterbatasan anak dan keajaiban cinta seorang ibu. Mungkin sekaligus catatan ini kupersembahkan untuk para perempuan di Indonesia yang hari ini menyambut hari kartini. Hey guys, Kisah kartini bukanlah sebatas kebaya, seperti yang banyak terlihat di hari ini. tapi jauh lebih dari itu…..
bersama ibu yang selalu menemani

“Aku terlahir hanya dengan empat jari tangan dan kaki sebatas lutut namun aku mahir memainkan piano. Dari karya mozart sampai Chopin. Karena aku punya seorang ibu yang luar biasa. Yang membuatku mampu melampaui keterbatasanku” (hee ah le)

Namanya Hee Ah Lee lahir pada hari selasa 9 juli 1985 di sebuah rumah sakit II-sin di Pusan dari seorang ibu bernama Woo Kap Sun. Terlahir tak sempurna. Hanya memiliki empat jari dan kaki sebatas lutut. Ectrodactyly itulah istilah medis kelaianan yang diderita Hee Ah le. Tanganya seperti Capit , itulah sebababnya kelainan ini sering juga disebut sindrom Capit Lobster. Sampai saat ini dunia kedokteran masih meneliti akar penyebab sindrom langka ini.
Jari Capitnya
Ketika sebagian besar keluarganya tak bisa menerima kehadiran bayi tersebut, sang ibu merasakan kebahagian luar biasa. “Sebelum kau bertumbuh di rahimku, aku sudah mengingingkan mu. Sebelum kau lahir aku sudah mencintai mu, sebelum kau berumur sehari aku sudah bersedia mati untuk mu”, inilah keajaiban hidup dan kecintaan sejati seorang ibu luar biasa.

Ketika beruasia 7 tahun, tangan Hee Ah Le pun belum berfungsi dengan baik bahkan memegang pensil pun tidak mampu. Perkenalan Hee Ah le dengan piano pada awalnya hanyalah untuk melatih motorik tangan sang anak, Tapi akhirnya sang ibu memutuskan agar Hee Ah le benar-benar belajar piano. Tak sia-sia lama kelamaan piano menjadi sumber inspirasi dan sahabat terbaik bagi Hee Ah le. Piano telah memberinya banyak hiburan, keberanian dan perasaan bersyukur. Ini tidak mudah. Bayangkan saja seorang anak hanya mempunyai empat jari dan tampa kaki harus memainkan piano yang menuntut kelincahan jari-jari dan kaki untuk memainkan pedal pianonya. belum lagi Hee Ah le sangat susah mengingat angka-angka. Hal ini menjadi kesulitan lain karena memaiankan piano harus menghapal not-not nada. Perlu tiga tahun hee ah le berlatih untuk bisa memainkan lagu pertamanya dengan baik yaitu lagu nabiya Nabiya (kupu-kupu). Perjuangan dan kerja kerasnya ini telah membuah prestasi. Beberapa kejuaraan selanjutnya ia menangkan. Presidin Korea Kim Dae Jong pun memberikan penghargaan atas keberhasilannya mengatasi masalah fisik (Overcaming Physical Difficulty) ini.
saat-saat latihan
Hee Ah le kini telah memainkan komposisi music dan denting piano yang begitu rumit dimainkan dengan begitu cepat oleh jemari yang cekatan lincah dan tanpa beban. Berpindah pindah seperti kelereng yang menggelinding dari atas tangga logam turun berloncatan, melenting dan menghambur. Berpasang mata biru terpukau memandangnya. Sebagain dari mereka bahkan sampai ternganga tanpa sadar. Begitu selesai pada denting terakhir, hanya setengah detik jeda, tepuk tangan gemuruh memberikan aplaus panjang atas permainannya. Bagi seorang paianis tentu ia luar biasa . para pemain piano memainkan dengan 10 jari dan memang dengan sepuluh jari ia harusnya dimainkan. Ada enam peluang yang hilang tetapi justru ia menemukan keindahannya tersendiri.
bebera penampilannya

Ia pun menjelajahi dunia, menghibur penonton dan penikmatnya dengan hatinya. Bahkan beberapa albumnya pun telah di keluarkan. Impianya untuk bermaian sepanggung dengan pianist terkenal dunia pun telah terwujud. Dunia pun telah mengenalnya. Semunya itu tentu karena ibu luar biasa yang mampu membuat anaknya melewati keterbatasannya. karena cinta kata ibunya. Cinta ibu adalah bahan bakar yang memicu seorang manusia bisa melakukan hal yang tak mungkin.



Sekilas tentang Tentang Woo Kap Sun ibunda Hee Ah Lee

Ia dalah seorang perawat di sebuah rumah sakit di korea. Di rumah sakitlah kisah cintanya bermula dengan salah seoorang pasiennya. Bernama wung bong bee. Wung bong wee menderita kelumpuhan. Begitulah cinta tak memandang penampilan fisik. Jalinan cinta yang sempat tak direstui ini akhirnya menemui labuhannya. Mereka menikah. 7 tahun pernikahan mereka belum dikarunia anak, hal ini dapat dimaklumi karena sang suami mengalami penyakit urat saraf tulang belakang yang menyebabkan kelumpuhan. Tapi keajaiban datang ketika suatu hari ia menemukan dirinya hamil. Ia sangat bahagia ketika putrinya lahir . hanya seorang ibu yang kuat yang tetap berbinar matanya dan penuh syukur menyambut bayi dengan kekurangan ini.



Semoga kita bisa belajar dari kisah kesejatian cinta ini…. Ia telah mebayar cintanya dengan keiklasan.

14.4.10

SELAMAT JALAN MY OLDEST BROTHER, PADA AKHIRNYA KITA HANYALAH MANUSIA

Pada akhirnya kita hanya manusia ,

kematian telah membungkus kalimat kehidupan itu pergi, kematian datang tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, namun sungguh ia adalah keniscayaan.

Rabu, 7 April 2010 pukul 21.00,
Kesadaranku tersentak ketika kabar lewat Telp mengatakan dirimu dalam keadaan kritis dan dalam perjalanan menuju rumah sakit M jamil kota padang. Ketika kutanyakan kenapa, mereka pun tak bisa menjawab dan hanya berkata, "mohon doa untuk mu". Tanpa tanya lebih lanjut, telp itu terputus. Dua jam setelah itu HPku kembali berdering dan mengabarkan bahwa dirimu telah pergi untuk selamanya. kaget, tak percaya, panik dan semuanya bercampur. Hanya tangis yang mengalir.

merasakan ini hanyanlah sebuah mimpi. Semuanya begitu cepat...sore hari masih beraktifitas seperti biasa, malam harinya Allah telah mengambilnya. Tapi ya itulah kematian, kita semua sudah sama-sama tau dia datang dengan cara apapun dan dalam waktu apapun. sungguh kita tak bisa mengelak darinya.

Setelah membooking sebuah tiket penerbangan paling pagi, aku pun berkemas demi sebuah perrtemuan terakhir dengan mu. tepat jam tiga pagi damri dari bogor melaju menuju bandara soekarno hatta. beruntunglah dalam perjalanan ini aku bersebalahan dengan seorang bapak2, yang memberikan banyak nasehat untukku. Jam 12.30 WIB tanggal 8 April 2010, itulah pertemuan terakhirku denganmu kakakku. sebelum kain kafan putih itu membukus utuh tubuhmu dan sebelum bulir-bulir tanah menutupi peristirahatan abadimu. senyuman yang begitu manis, kau berikan kepada dunia dan semua orang yang kau tinggalkan. semoga jannah adalah peristirahtan abadimu, dan semoga dilapangkan alam kuburmu.


Gusri yulisol itulah namamu. hanya 35 tahun waktu yang disediakan pencipta untukmu,berkelana di dunia ini. Uda Co itulah nama yang selalu kami,adik-adikmu, panggil untukmu. Terlahir sebagai anak sulung, engkau telah mengorbankan banyak hal untuk kami. Terimakasih kakak ku untuk semua itu. semoga segala kebaikan mu mendapatkan balasan dari yang Kuasa.

Ternyata ini adalah foto terakhir kita berlima, semoga tali cinta selalu mengalir dalam jiwa kami

Farik dan Fikri dua buah cintamu, yang masih kecil-kecil,tentu saat ini mereka, tidak menyadari kemana bapaknya pergi. Sungguh nasib mereka tak sebaik anak-anak lain, dalam usia sekecil itu harus ditinggal ayahnya. Hanya tangis yang mengalir jika melihat wajah-wajah mereka. Akan kuberikan cinta dan kasihku untuknya,kakakku.
Foto terakhir dengan mu kakakku, lebaran 2009. Dua buah hati dalam dekapan mu

pelajaran dari kematian
dekat...sungguh kematian itu begitu dekat. Pelajaran kehidupan yang kembali menyadarkan ku akan hakikat kehidupan sesungguhnya. Ya Allah hanya dalam hitungan menit semuanya berubah..

Akhir sebuah kehidupan yang mungkin bagi sebagian orang Menyeramkan, Tragis, namun tentu kita sebagai hamba-Nya tak mampu menggores episode kehidupan kita, apakah kita akan mengakhiri kisah perjalanan hidup di dalam Bus, Pesawat, Kereta Api, dalam keadan Sakit, kecelakaan, Sedang bertugas, ada yang mendapat serangan Jantung, sedang menuntut Ilmu, dalam sebuah Rapat sekali pun, kematian menghampiri kita dengan cara yang misterius. Semua adalah kehendak-Nya.


kita tak dapat berandai-andai dengan kehidupan, justru yang dapat kita andaikan kepulangan. Hidup bukanlah air mengalir, bukan pula garis lurus yang dapat ditelusuri ujungnya. Perjalanan manusia pulang ke asalnya menyadari kemanusiaan, kita bukan apa-apa.


Pada akhirnya kita harus sadar, bahwa kita hanyalah manusia. Makluk lemah yang tak berdaya menghadapi setiap keputusan dan ke hendak Allah. semoga dengan ilmu dan daya yang sedikit ini menyadarkan kita akan hakikat hidup. Bahwa kita juga akan kembali...


Namun satu yang akan selalu kita pinta, semoga, Bahwa kita mengakhiri ini semua dengan Indah, penuh ridho-Nya, ,membawa segudang prestasi yang terukir di langit. Dan amalan kita persembahkan untuk-Nya semata, bukan karena makhluk.

Maka semoga Alah Swt memberikan kita semua ahkir kehidupan yang indah, menggenggam sebuah nafas melafadzkan asma-Nya, dalam langkah kebaikan, dan sebuah perjalanan cinta untuk mencari ridho-Nya. Semoga kepingan amal yang terkecil pun dapat dimaknai-Nya , agar bernilai pahala, sebagai bekal pulang kita kelak. Semoga.

25.3.10

GETAR KEHIDUPAN SIBESI ISLAND


Sibesi dari kejauhan


Tulisan ini lahir dari sebuah pertanyaan yang sempat bergulir di batinku," kenapa yah ada manusia  yang sanggup dan bisa hidup di pulau sekecil ini"? kadang coba membayangkan bagaimana terisolirnya mereka dari peradapan.Sempat berbagi cerita degan salah satu penduduk  sibesi yang telah  30 tahun menghuni  pulau ini,  sebuah kesimpulan kutarik: mereka sangat menikmati getar-getar kehidupan di pulau itu. Jujur kalo aku pribadi huh...tinggal dipulau sebesar Biak aja, sempat bingung, apalagi disini. ho..ho...
 Pembuktian : satu Suara pun sangat berati 

Pulau ini hanya dihuni oleh sekitar 200 orang kepala keluarga. Kebanyakan penduduk di pulau ini berasal dari Jawa dan Serang Banten. maka tak heran bahasa yang sangat terkenal didaerah ini adalah bahasa jawa dan bahasa sunda.Secara administrasi pulau ini masuk dalam kecamatan Raja Basa, Kabupaten Lampung Selatan.Untuk mencapai daerah ini dari Terminal Bekauhani naik angkot menuju darmaga Canti, perjalanan kurang lebih 1 jam,  dari darmaga canti naik kapal motor kurang lebih dua jam. dapat sedikit info disini ada kapal penumpang reguler dengan biaya satu orangnya Rp. 19.000.   Kapal ini adalah  satu-satunya sarana transportasi penduduk sibesi untuk Ke kalianda, pusat pemerintahan kabupaten Lampung Selatan. Di kota inilah mereka membeli segala perlengkapan hidup mereka.

 keceriaan anak pulau sibesi

sebagian besar penduduk  di sebesi bermata pencarian petani dan nelayan. Di sini juga terdapat sebuah pabrik pengolahan kelapa. Yang berproduksi tiap hari. Masalah pendidikan, meskipun penduduknya hanya 200 kepala keluarga,disini terdapat sekolah dari TK sampai SMU. Dipulau ini tidak ada mobil, maklum kagak ada jalannya..he.... Di sini listrikny pun  dibatasi. listrik akan menyala jam 5 sore sampai jam 12 malam.
sarana komunikasi pun lumayan. Beberapa sinyal provider telekomunikasi sudah menjangkau daerah ini, tapi yah dengan kekuatan sinyalnya yang bisa ditebak. Sinyal hanya akan tertangkap pada titik-titik tertentu saja...


 salah satu sisi jalanan Sibesi
Darmaga Canti
Salah satu rumah penduduk sibesi

Mungkin ini hanyalah kehidupan yang biasa bagi kebanyakan orang. Tapi sungguh ini menjadi cerita unik bagiku. getar-getar kehidupan yang akan selalu melahirkan cerita..

15.3.10

VIDEO MAPPING: AKSI PERTAMA TRANSFORMASI KOTA TUA MENJADI PUSAT INDUSTRI KREATIF

Sabtu (13/3/2010) ada pemandangan berbeda di taman Fatahillah(depan Museum Fatahillah kota Tua Jakarta). Tumpah ruah penduduk Jakarta dan sekitarnya memenuhi halaman itu (termasuk aku he..he.. ) baik muda, tua bahkan bocah-bocah. Tiga buah panggung pun berdiri di situ. tapi sesungguhnya bukan panggung itu yang menjadi perhatian pengunjung.
 Sibocah yang begitu khusuknya menyaksikan pertunjukkan malam itu

Pertunjukan seni video mapping 3D itulah yang menjadi perhatian pengunjung, ini adalah pertunjukkan video maping pertama  di Indonesia hasil kolaborasi seniman multimedia asal Inggris D-Fuse dengan sineas muda Sakti Parantean dan Adi Panuntun, fotografer Feri Latief, dan penulis TaqarrablePertunjukan tersebut difasilitasi oleh British Council Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan Kamar Dagang Indonesia. Sebelum pertunjukkan video mapping acara dimeriahkan oleh pertunjukkan marching Band Bank Mandiri. Pun acara ini dihadiri oleh orang nomor satu DKI Jakarta, Pak Fauzi Wibowo.
salah satu tampilan video Mapping 3D

Sebagai info katanya Pertunjukan  video mapping 3D, pertama kali digelar di Eropa 3 tahun yang lalu. Video mapping 3D, yakni suatu pertunjukan gambar bergerak, fotografi, dan desain komputer yang digabungkan menggunakan perangkat lunak dan keras lalu diproyeksikan ke gedung (Museum Fatahillah) untuk menciptakan imaji yang mengecoh mata.
 
Tampilan lain video mapping 3D. 


Imajinasi yang ditampilkan sungguh menghipnotis penonton yang seolah terlempar ke masa lampau. Museum Fatahillah yang telah berusia 300 tahun itu seolah roboh, menghilang, dan berganti dengan hutan rawa yang dulu menguasai kawasan tersebut sebelum akhirnya VOC dan Jan Pieterzoon Coen menjadikan kawasan Kota Tua sebagai pusat pemerintahan kolonial Hindia-Belanda.
Atraksi tersebut menjadi karya kreatif yang meramu ruang publik kota, lebur bersama elemen-elemen seni pertunjukan visual. Ruang publik dan unsur-unsurnya, seperti gedung tua, menjadi layar, panggung, dan ruang eksperimen baru bagi generasi kreatif.

Pertunjukan itu menjadi salah satu wujud ambisi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menjadikan kawasan Kota Tua sebagai pusat industri kreatif yang menjadi bagian dari program revitalisasi Kota Tua.
 Pemerintah provinsi DKI merencanakan setiap akhir pekan akan mnyelenggarakan acara kreatif di kawasan Kota Tua.
Siapkah anda menjadi kreator-kreator berikutnya????????
Koleksi foto pertunjukkan malam itu bisa dilihat di album foto berikut:http://ysvina.multiply.com/photos/album/12/suatu_malam_di_kota_tua_Transformasi_kota_Tua_menjadi_ruang_kreatif

ISLAMIC BOOK FAIR 2010: BOCAH KECIL ITU...

Ini adalah ajang yang tak boleh kutinggalkan Setiap tahun Insyaallah aku selalu menghandirinya. Lumayan dapat buku dengan diskonan sampai 80%, mesti harus rela ngubrek-ngubrek dan berdesakan he..Dan yang tak kalah menariknya adalah acara dari panggung utama yang biasanya menghadirkan pembicara dan bintang tamu luar biasa. Ilmu baru, semangat baru dan tentunya inspirasi baru. jadi ingat kata-kata seorang trainer bahwa inspirasi itu memang harus dicari. 
Jika pada book fair-book fair sebelumnya aku selalu pergi bersama beberapa orang sahabat, maka saat ini just alone. he.. menikmati kesedirian. Menimati apa terpaksa ya? he...tapi apapun itu Iam single Iam happy.ho...ho..

Datang lumayan pagi, ngubrek-ngubrek akhirnya aku memutuskan untuk membeli 6 buku. Dan setelah kucoba membuka2 lagi buku itu ternyata buku-buku yang kudapat hari ini memiliki benang merah yang sama. Yah intinya persiapan untuk hidup dinegeri orang jika suatu saat nanti aplikasi beasiswa bisa kumenangkan. Setelah muter-muter semua sisi tenis indoor senayan Jakarta akhirnya aku memutuskan untuk duduk di depan panggung utama , lumayan ada hiburan gratis dari Snada dan seoarang bocah kecil bernama Facri...


Tentang Bocah kecil Facri.
Dan aku pun  terpana melihat penampilan seorang bocah kecil yang baru berusia 7 tahun memaikan biola. Huh membuatku merinding dan sedikit berlinangan air mata. mulai deh melonya keluar..maklumlah. pada saat itu yang terbayang olehklu adalah " apa ya perasaanku jika yang tampil didepan itu adalah anakku". ho...tiba-tiba rindu menjadi sosok ibu..mulia sekali. Kapan ya? (wajah penuh harap). ah pertanyaan itu lagi. just wait...right man and right place. Dan saat yang bersamaan akupun sedang membuka buku yang berjudul, "sanggupkah aku menjadi Ibu". Yaps kemulian seorang wanita ialah ketika ia mampu menjadi ibu terbaik buat anak-anaknya.

10.3.10

SENDIRI DISINI

Berteman sebuah keyboard tempat menumpahkan segala keluh. (Ya Rabb, Engkau lah penggenggam hati hati kami.. Dan disisi-Mu lah tempat kembali segala urusan kami..). Dalam sebuah keheningan malam, kala rumah rumah sekitar begitu ramai dengan sanak keluarga berkumpul, bercengkrama sambil menonton tayangan favorit mereka. Disebuah sudut rumah, di temani lampu temaram, di pojok sudut nya, nampak seorang gadis mengetik bait demi bait catatan hati nya.. (dramatisasi.mode. on ^^).

Masih jua gerimis di hatinya. Masih jua menatap sebuah telepon genggam, mengharap ia membawa sebuah kabar gembira. Namun sayang, benda elektronik itu hanya diam membisu. Tak mau bekerja sama dengan pemiliknya. Tak ada satu pun kabar dari nya… Maka kisah Cinderella ini cukup hanya akan menjadi kisah pelengkap dalam rak buku ku. Unreal, fairytail. Aapakah salah ia mengharap. Ketika cerita cerita negeri dongeng terdengar begitu indah, ketika keletihan dalam sebuah babak kesendirian dalam hidup begitu mendera.

Di tengah demonstrasi centuri dan penangkapan teroris yamg marak (hehe gak nyambung sie..). Dan dia,sempurna mengaduk aduk kembali bingkai malamnya, menjadikan sebuah tanda Tanya yang selalu ia tujukan kepada-Nya, Sang Maha Pemberi Kehidupan. Benarkah dia.. Seseorang itu yang kan kelak bergandengan tangan dengan-Nya sampai ke jannah-Nya. Gadis itu hanya mampu tertegun. Keraguan menatap pekat dalam hati nya. Ia sendiri pun bimbang. Seakan kisah yang dulu pernah ia rajut dalam mimpi nya berpendar jauh. Seakan benang yang pernah di rajut nya indah dalam hati nya kembali jatuh terurai, lepas dari genggamannya. Dan ia harus merelakan semua.

Jika memang kisah ini tak berakhir seperti dalam angannya. Ia (harus) belajar untuk tak memiliki garis kehidupan ini, bukan ia yang mencatat suratan takdir-Nya, bahwa ia hanyalah gadis biasa, penuh khilaf, penuh cacat, yang berjalan sendiri mencari sepasang sayap nya yang entah dimana. Ketika semua nya memang harus berakhir.. Tuhanku.. Ku mohon satu.. Berikan aku hati sekuat baja, untuk menerima ini semua..

(Belajar Menggores Kuas Warna ku dalam Kehidupan yang singkat ini).

5.3.10

EPISODE KEMATIAN: SELAMAT jALAN PAK BAMBANG(KTU BALITKLIMAT)

Aku masih tertegun lama sehabis menyaksikannya, dan entah bagaimana perasaan keluarga yang mendengar, dan mengetahui kejadian itu. Namun ketika namna-Nya disebut menjelang detik terakhir sebuah kehidupan, semua yang mendengar pun pasti ikut merasakan sesuatu yang berkecamuk. Entah ngeri, takjub, merinding, dsb.


dekat...sungguh kematian itu begitu dekat. Pelajaran kehidupan pagi ini yang kembali menyadarkan ku akan hakikat kehidupan sesungguhnya. Tak percaya, kaget , syok dan sedih menyatu ketika sebuah kecelakaan tragis di depan balitklimat, kantorku, merenggut nyawa Ka TU balitklimat, Pak Bambang Kaslan. padahal beberapa menit sebelumnya aku pun masih bercerita dan senam pagi persis dibelakangnya dan sempat sedikit berdiskusi. Ya Allah hanya dalam hitungan menit semuanya berubah..

Selamat Jalan Pak Bambang, kau adalah bapak yang telah mengajarkan banyak hal padaku. Nasehat-nasehatmu kan terus kujadikan modal dalam hidupku. Semoga Semua Amal ibadahmu di terima disisi Allah dan Jannah adalah tempat abadimu. amin...


Akhir sebuah kehidupan yang mungkin bagi sebagian orang Menyeramkan, Tragis, namun tentu kita sebagai hamba-Nya tak mampu menggores episode kehidupan kita, apakah kita akan mengakhiri kisah perjalanan hidup di dalam Bus, Pesawat, Kereta Api, dalam keadan Sakit, kecelakaan, Sedang bertugas, ada yang mendapat serangan Jantung, sedang menuntut Ilmu, dalam sebuah Rapat sekali pun, kematian menghampiri kita dengan cara yang misterius. Semua adalah kehendak-Nya.
Namun satu yang akan selalu kita pinta, semoga, Bahwa kita mengakhiri ini semua dengan Indah, penuh ridho-Nya, ,membawa segudang prestasi yang terukir di langit. Dan amalan kita persembahkan untuk-Nya semata, bukan karena makhluk.

kematian telah membungkus kalimat kehidupan itu pergi, kematian datang tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, namun sungguh ia adalah keniscayaan.

Maka semoga Alah Swt memberikan kita semua ahkir kehidupan yang indah, menggenggam sebuah nafas melafadzkan asma-Nya, dalam langkah kebaikan, dan sebuah perjalanan cinta untuk mencari ridho-Nya. Semoga kepingan amal yang terkecil pun dapat dimaknai-Nya , agar bernilai pahala, sebagai bekal pulang kita kelak. Semoga.

Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku. Masuklah ke dalam surga-Ku”
(QS Al-Fajr [89]:27-30)

Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan"] (QS. al-Jumuah: 8).

3.3.10

KARAKATAU; MENYUSURI HIDDEN PARADISE UJUNG SELATAN SUMATERA




First, Thanks for all of blackpacker that joined in explore karakatoa trip in late february 2010. Quite wonderful trip. a nice journey to a nice destination. especially for mba yuni who coordinate this trip and mba ade who has given me place for stayed up coz we arrived jakarta in lateness night.

awalnya sempat ragu untuk join di trip ini, coz it was my first trip dimana tidak ada satupu n diantara kalian yang kukenal dan satu-satunya peserta dari bogor. keraguan semakin besar melihat kondisi cuaca yang terjadi sebelum keberangkatan. bahkan beberapa hari sebelumnya bmKG mengeluarkan prediksi akan ada cuaca ekstrim di sekitar lampung. tapi karena sudah sumpek dengan kehidupan di kota ini dan berbagai beban hidup yang berkecamuk, nothing to lose  aku berangkat. i need this trip to refresh my mind...he..

Trips ini kuawali dengan cerita kebodohan dan kedodolan...huh...malu untuk diceritain. bila mengingat kejadian ini aku hanya akan tersenyum. tapi sungguh ini menjadi cerita berharga sekaligus pembuktian dari apa yang sempat dikatakan mba triniti waktu promosi bukunya di UI. Nothing to lose adalah modal utama yang akhirnya mengantarkanku sampai di korindo, titik yang tyelah ditentukan.


Keberangkatan menuju Karakatau
Tepat pukul 12 malam kami berangkat, eh pake salah masuk tol pula. he..jadi rame deh...mutar -mutar dulu di malam hari. menyebrangi selat sunda dengan ferry yang lumayan nyaman dibanding perjalanan pulang. sampai dibekauheni perjalanan dilanjutkan ke dermaga canti. istirahat sebentar sambil menikmati sarapan pagi sebelum menuju sebesi island


menuju sibesi
dengan kapal motor kami membelah lautan dan memecah setiap gelombang yang datang. sesekalii mata tertuju pada pulau-pulau kecil yang kami lewati lalu moment itu pu tidak kami lewatkan begitu saja, kamera pun langsung berbidik menyaksikan keindahn alam itu. Pun angin membelai rambut dan wajah dengan mesranya ho...ho... eh mentaripu n tak ketinggalan menjilati kulit yang sudah gosong jadilah tambah gosong.


menuju sibesi island
sibesi dari kejauhan
Sibesi island
Ini lah pulau pertama yang kami kunjungi untuk bersitirahat sebentar dan
sholat jumat unbuk laki-lakinya. Eh malah pulang dari mesjid sibapak2 ini membawa kantong makannan, rupanya mereka pun ikit serta dalam peringatan maulid nabi..yaps Merasakan sedikit getar-getar kehidupan disana Sungguh aku sangat tertarik dengan cerita seorang ibu yang rumahnya sempat kami tumpangi untuk sekedar meluruskan punggung. Malam kedua kami pun ngecamp di pulau ini, dipinggir laut dibelakang rumah pak RT. Sorry ya pak udah direpotkan dengan urusan kamar mandi dan urusan cash mencash he…malam itu, ada peserta tambahan, si doggy. Anjing kecil yang menemani kami sampai pagi. sama kang gani dikasih nama carlito he…


Pulau anak karakatau
Yaps ini lah pulau dimana anak gunung karakatau berdiri tegap..pantainya terkesan hitam karena pasirnya berwarma hitam mungkin karena ada hubungnnya dengan keberadaan gunung itu. Tapi sungguh airnya bening sekali. Ngecamp di depan pintu masuk karakatau dan malam disemarakkan dengan api unggun. Sore itu ada beberapa orang yang menyempatkan diri naik ke puncak tapi aku smemilih untuk mengeliling pulau ini.

Setelah subuh kamipun naik menuju puncak karakatau..susah payah, jalan menanjak huh…tapi semuanya terbayarkan ketika menyaksikan maha indahnya alam pagi hari dari ketinggi ini, dari sini ku menyaskikan hamparan pulau dan lautan. It is my first time climb the mount. Dan keindahan bertambah ketika matahari muncul perlahan dan malu-malu di balik awan. Tak mau melewatkan moment, tiba-tiba semuanya membidikkan kamera kearahnya. Huh…I like this moment…..pendaran emas nan maha indah……setalah bernarsis ria kamipun melanjutkan perjalanan berikutnya






Legok cabe, pulau umang-umang dan pulau sebuku
legok cabe

Yaps legok cabe adalah tempat pertama anak-anak bersnorkling ria. Karena aku tak ikit mencebur jadi nga tau keindahan bawah laut sana. Pulau umang-umang, pulu kecil yang bisa dikelilingi kurang dari 15 menit…karang-karang dan batuannya luar biasa. He..serasa pantai pribadi karena memang tak ada lagi orang selain kami. Pun dengan pulau sebuku, pulau dengan pantai bergaradasi luar biasa. Hah…keindahan yang tak mampu kuceritakan. Yang akan selalu kurindukan…..



umang-umang shore
sebuku island

Oralit he…oralit…
Perjalanan ini semakin marak dengan kebodoran dan kekonyolan kakang-kakang dari Bandung. akhirnya gw kena itulah kata yang keluar yang terlontar ketika aku meminum oralit bikinan kang dadang. setelah puas berenang dan berendam di lautan itu, aku naik kekapal. langsung mengambil minuman disebelah galon dan tanpa basa-basi langsung meminumnya. sensor di mulutku merasakan keanehan , ternyata itu adalah air laut yang sengaja ditaruh kang dadang...huh...lalu mereka tertawa lepas stelah menyaksikan kejadian itu, dan ketawa itu semakin mantap ketika korban berjatuhan semakin banyak. belum lagi minuman nutrisari yang dicampur dengan air laut itu..huaha..hah..hah ekspresi para korban itu.....
ikan gabus
stetelah tiga hari mancing ikan nga dapat-dapat, kakang dari bandung ini membuat sendiri ikan dari sendal jepit dan memasangnya sendiri di pancingannya..bolehlah buat pelipur hati yang lara..ho..ho...
kakan...kakang...
mancing kagak dapat ikan...dapatnya ikan gabus dari sendal he..
landy
yaps perjalann dengan landy yang tak terlupakan. dah kayak ikan peda katanya, ditambah dengan barang-barang yang seabrek...tapi tetap senang...eh setiap melewati jalanan si landy ternyata mampu menarik perhatian setiap orang yang menyaksikannya...seru abiz...mantap...
barang-barang itu
nice landy

perjalanan yang kembali memberikan semangat baru untuk menjalani rutinitas yang kadang membosankan. semoga inspirasi dan semangat ini menjadi modal besar bagiku untuk mengambil keputusan terbesar dalam hidupku...di bulan Maret ini