10.6.11

MINISTERIAL CONFERENCE 2: MENDADAK JADI LO (liaison officer)

cihuy jadi LO
Mungkin inilah bagian yang paling kusuka dari pekerjaanku. Mengerjakan banyak hal fantastis tak terduga bahkan sedikit sporadis. Yaps, 11 Maret 2011 kemaren tiba-tiba aku ditunjuk untuk menjadi LO (liaison officer) pada acara  Ministerial Conference2 on Biodiversity, Food Security and Climate Change di Nusa Dua Bali tepatnya di Bali Convention Center, Westin Hotel.   Ministerial conference yang dilaksanakan  bersamaan dengan perhelatan akbar FAO- fourt session of Governing Body of International treaty on plan genetic Resources for Food and Agriculture merupakan ajang pertemuan menteri pertanian Se-dunia yang pada kesempatan ini membahas masalah biodiversity, Ketahanan pangan dan perubahan iklim.  Pada pertemuan kedua ini Kementrian Pertania indonesia, khususnya  Badan litbang pertanian di tunjuk sebagai penyelanggara.  Walau mengorbankan banyak hal, kesempatan ini akhirnya  tak kubiarkan begitu saja. karena aku memang selalu haus untuk mencoba pengalaman-pengalaman baru apa lagi ini acara besar berlevel international dan selevel menteri...maka jadilah punya first experience menjadi a Liaision Officer. Pengalaman pertama naik mobil Camry bareng menteri, pengalaman pertama berada berdampingan tanpa jarak dengan menteri. Sama menteri sendiri saja susahnya minta ampun. he..he...
Ministerial Conference and GB $
Banyak Persiapan yang dilakukan sebelum Hari H.  Persiapan pertama yang kami lakukan adalah memperlancar bahasa inggris kami sebagai bahasa utama yang akan digunakan dalam conference ini. Persiapan selanjutnya adalah pembekalan dari kementrian Luar Negeri Indonesia. Ternyata luar biasa ribet protokoler kenegaraan ini karena kami harus mendampingi tamu negara selevel menteri. Mulai dari sikap seorang LO, cara jalan, cara bertutur kata sudah di atur. Itu hanyalah secuil keribetan. yang lebih berat adalah proses penyambutan sang menteri di Bandara, mendampingi selama acara dan mengantarkannnya kembali berangkat menuju negara asalnya. Setelah beres dengan masalah ke protokoleran, kami pun di briefing masalah rangkaian acara karena kami adalah penghubung antara panitia dan sang menteri. jadi kami harus tahu detail acara dan dimana tempat pelaksanaannya. Tak cukup itu kami pun melaksanakan pembekalan berikutnya yaitu dari pihak hotel dalam hal ini westin hotel. Kami diberi tahu dimana menteri kami akan menginap dan kami pun harus hapal ruangan-ruangan hotel secara detail. kami pun mendapatkan pembekalan bagaimana proses penyambutan sang menteri di hotel dimana harus disambut oleh sang manajer hotel...ampun..ribet-ribet dan sangat ribet. Tapi wajarlah karena ini menteri bo..dan bagaimana pelayanan selama acara ini akan menjadi penilaian terhadap bangsa ini. oh ya satu lagi  kami harus hapal tempat-tempat utama di Bali. karena jika tiba-tiba sang menteri minta di antar jalan-jalan maka sang LO lah yang bertanggung jawab mendampinginya.
briefing di Ngurah Rai Airport
Kedatangan Para Menteri
    Sebelum kedatangan menteri, kami wajib mengetahui jadwal penerbangan menteri kami secara detail Jadwal kedatangan ini kami dapatkan dari panitia dan harus dikonfirmasi di kedutaan besar negara yang  bersangkutan yang ada di Indonesia. kami pun harus memastikan jumlah delegasi yang ikut bersama rombongan tersebut dan bersama kedutaan besar negara tersebut kami pun  harus  berdiskusi tentang proses penyambutan di Bandara karena ini berhubungan dengan hubungan diplomatik kedua negara. Setelah mendapatkan jadwal tersebut kami pun harus berhubungan dengan pihak bandara dan pihak airline untuk memastikan apakah pesat datang tepat waktu dan mencek manifes penumpang apakah benar sang menteri ada dalam maskapai tersebut  serta  berkorrdinasi  masalah pengambilan bagasi delegasi  supaya cepat demi kenyamanan mereka.  Setelah masalah itu beres pekerjaan selanjutnya adalah berkoordinasi dengan pihak angkasa pura untuk persiapan ruangan VIP  dan kendaran yang bisa digunakan untuk penyambutan  tamu langsung di  depan  maskapainya.  Tugas selanjutnya adalah berhubungan dengan pihak imigrasi untuk masalah pasport dan visa karena tidak mungkin sang menteri akan melewati prosedur seperti biasa. Dan terakhir adalah masalah keamanan yang langsung berkoordinasi dengan pihak Kapolda Balii yaitu masalah urutan mobil rombongan dan mobil pengamanan (forrider). selama acara ini satu orang LO akan dibekali oleh satu mobil Toyota Camry sebagai mobil utama sang menteri dan LO, Satu  Kijang untuk delegasi atau untuk bagasi jika sang menteri hanya datang dengan sedikit delagsi jadi kemanapun menteri pergi harus membawa forrider dan harus didampingi oleh LO. Tugas yang sangat berat ternyata. 
Kedatangan para menteri di Bandara akan disambut langsung oleh dua orang petugas dari kementrian Luar negeri langsung didepan maskapai dimana delegasi berada  menggunakan  mobil khusus yang disediakan oleh pihak angkasa pura.  Mobil tersebut akan  menuju ruanga VIP Ngurah Rai Airport. Di pintu masuk ruang VIP telah menanti pejabat eselon satu kementrian pertanian.  Pejabat ini harus berdiri berdampingan dengan  LO. Dua orang petugas dari kemenlu inilah yang akan memperkenalkan tamu pada pejabat essolon 1 dan selanjutnya pejabat esselon1 yang akan memperkenal LO pada menteri dan rombongannya. Setelah itu tamu, pejabat esselon 1 dan LO masuk ke ruangan VIP untuk beristirahat sejenak.  Setelah dirasa cukup maka perjalanan di lanjutkan menuju hotel dengan iringan mobil yang sudah di ataur oleh protokoler.  LO berada satu mobil dengan sang menteri yaitu duduk di samping sopir sedangkan menteri berada di belakang bersama pejabat esselon 1 kementan

Penyambutan di Hotel.
Karena tamu yang datang adalah menteri maka sejam sebelum kedatangan sang menteri , kami pun harus memberitahu pihak hotel untuk penyambutan di Hotel. Sesampai di Hotel sang menteri langsung di sambut oleh manajer hotel dengan kalungan bunga selanjutnya LO dengan persetujuan menteri mengantarkan sang menteri menuju  kamarnya dan sepanjang perjalanan menuju kamar sedikit memperkenalkan diri  serta menyerahkan kartu nama jika sewaktu-waktu sang menteri membutuhkan bantuan dan informasi.
para Menteri yang sedang makan pagi di westin Hotel
Selama Acara Conference.
Acara conference di mulai dengan welcome dinner  yang dilaksanakan di hotel westin. dalam acara ini sang LO harus tau dimana sang menterinya akan duduk  dan harus tau tipe dinnernya. Dalam welcome dinner kali ini sang menteri akan di servis langsung oleh para petugas hotel.  Wakil menteri pertanian hadir dalam acara ini untuk menyampaikan selamat datang dari pemerintahan Republik Indonesia. Berbagai tarian Bali pun ditampilkan  sebagai pembuktian kekayaan seni dan budaya Indonesia. 
welcome dinner
Para LO di welcome dinner
Hari H pelaksanaan konference para LO harus menyiapkan segala administari dan proses registrasi sang menterinya dan harus memastikan run down acara secara detail. Memastikan segala ruangan yang akan digunakan selama conference, memastikan tempat duduk sang menteri  dan terakhir memastikan posisi menteri masing-masing saat foto bersama. Dan yang tak kalah berat adalah jika sang menteri akan mengadakan pertemuan bilateral dengan negara lain. maka LO lah yang harus menghubungi negara yang diinginkan menterinya dan harus mencari ruangan untuk pertemuan bilateral tersebut.
Acara conference di buka oleh Menteri  Lingkungan Hidup
Menteri dan delegasi dari 50 negara
kementan indonesia Pak Saswono, DG FAO dan DG Litbang Kementan Indonesia memimping conference
Gala Dinner dan Penutupan
Acara ministerial conference kali ini ditutup dengan gala dinner dari  kementrian Kokesra yang dalam hal ini langsung di sambut oleh Agung  Laksono sebagai menterinya. acara ini dilaksanakan di Pelapa Pecatu Dreamland Bali. Ini adalah bagian penutup dari rangkaian acara ministerial conference.Dinner yang diadakan diruang terbuka di pinggir Laut ini pun menyajikan berbagai tarian Bali yang memang tak bosan-bosannya untuk dinikmatii.
Sambutan Agung Laksono dalam Gala Dinner
Tarian di Gala Dinner 
Dan besok harinya  para LO pun bertugas kembali untuk mengantarkan sang menteri ke airport menuju negara asalnya. Proses pengantaran ini lebih terasa mudah karena sebelumnya sudah punya pengalaman dalam proses penjemputan dan Pposesnya memang lebih sederhana dibandingkan proses penjemputan. Walau cuma tiga hari bersama sang menteri tapi ikatan batin  terasa sudah terjalin dengan mereka.  Dan betapa bangga nya ketika akan berangkat sang menteri pun mengucapakan terima kasih  yang ternyata memberikan kenang-kenangan bahkan uang yang jumlahnya tak terkira. Oh my God...subhanallah atas kesempatan ini 

Banyak cerita mengalir selama menjadi LO ini. Pengalaman luar biasa. acctually aku sangat menikmati pekerjaan yang satu ini walau capeknya luar biasa dah kayak setrikaan mondar-mandir. Beruntung dan bangga menjalankan tugas ini. Menjadi salah satu bagian bagi nasib pertanian dunia:p. Semoga suatu  saat nanti bisa kembali menikmati sensasi menjadi LO.

dinner ala LO setelah selesai melaksanakan tugas

9.6.11

Penaklukkan Pulau Samosir

kapal menuju Tomok Samosir
       Pulau Samosir adalah tujuan perjalananku selanjutnya. Dari Perapatan Merek perjalanan aku lanjutkan menuju Pematang Siantar. Yaps Sepadan yang ajib-ajib kembali menjadi armada yang kupilih. Merasakan sensasi luar biasa sopir batak di negerinya sendiri. Benar-benar lihai bo...Sayang pagi itu aku sedikit kurang beruntung, armadanya penuh,  dipenuhi oleh anak sekolah dan ibu-ibu yang akan berjualan di pasar. akhirnya Berdiri menjadi pilihan. Untunglahh kejadian itu tak berlangsung lama. Dari pematang siatar perjalanan kulanjutkan menuju Prapat. Pelabuhan tiga raja itulah nama pelabuhan yang kutuju untuk menuju samosir.
       Sedikit agak berlari aku menuju kapal yang akan membawaku. karena bunyi pluit telah didendangkan pertanda kapal akan berangkat. Dengan napas tersenggal akhirnya aku  duduk di sebuah bagian terbuka kapal itu. semilir angin danau toba cukup menyegarkan suasana yang memang cukup panas siang itu. Langit biru dengan hiasan awan cumulus menambah keindahan danau toba. Kira-kira 40 menit kapal yang kutumpangi pun merapat di Tomok yang merupakan pintu gerbang masuk ke Samosir.
       Ketika baru turun dari kapal seorang pemuda menawarkan jasanya padaku untuk mengantarkan ku kebeberapa tempat di samosir. Tawar menawar pun terjadi. akhirmnya kami dapatkan kesepakatan harga 20.000 per jam. Setelah mengumpulkan informasi akhirnya aku memutuskan untuk mengelilingi pulau Samosir. Lumayan lama 4 jam lebih waktu ku habiskan untuk menaklukkan pulau ini. tapi puas karena aku bisa memangdang danau Toba dari segala penjuru pulau ini. Bisa melihat pelosok dan sudut-sudut samosir yang memang masih jauh tertinggal. mudah-mudahan pemekaran kabupaten Samosir menjadi langkah baik bagi kemajuan pulau ini.

Bukit Panatapan
Inilah sebuah perbukitan sekitar 900 dari permukaan danau Toba.  Masyarakat setempat kebanyakan menyebutnya bukit panatapan karena keindahan danau toba tertanggkap sempurna jika di lihat dari bukit ini. Dari tomok tempat ini bisa dijankau kira-kira 40 menit dengan jalan banyak yang rusakUdara disini pun semakin dingin dibandingkan dengan tomok. Dalam perjalanan menuju bukit ini ternyata ada air terjun tapi ketika ku tanya namanya penduduk setempat puntak tau namanya apa.hm...di samping air terjun ini ada sumur kecil yang dianggap sedikit sakral oleh masyarakat setempat. "air untuk berdoa" mereka menyebutnya. 
danau toba dari panatapan
bergaye di  danau tobe..he..he..
Aik Tonanng
        ini tempat selanjutnya yang kusinggahi. yah ini adalah keajaiban bagi masyarakat Samosir. Ada danau di atas danau. Lumayan luas dengan airnya yang tenang makanya dinamakan aik tonang. Lama aku menikmati angin sepoi-sepoi di danau ini. Tempat ini ramai di kunjungi pada malam minggu. karena pada malam tersebut banyak acara digelar di tempat ini.
ain nak tonang...(air yang tenang)
Sisi lain masyarakat Samosir
Sepanjang perjalanan di daerah pedalaman hanya sisi-sisi ketertingalan yang kudapati.  rumah-rumah se adanya dengan ukuran kecil menjadi pemandangan di daerah yang tak ku tau namanya apa. di warung pun banyak kutemukan laki-laki yang sedang minum tuak dan mabok-mabok. Dari mas ojek yang membawaku kudapatkan banyak cerita tentang kebiasaan mabuk-mabuk sebagian besar laki-laki di daerah itu. Udara dingin menjadi alasan mereka. karena dengan mengkonsumsi tuak akan menghangatkan tubuh mereka. Dan yang membuatku sedikit terkaget adaalah jumlah keturunan penduduk setempat yang jumlahnya aduhai. Dan untuk membuktikan keterkagetan ku sang tukang ojek  mengajakku mampir di salah satu rumah penduduk yang jumlah anaknya 17 orang. ow..ow...ow...banyak pertanyaan berkecamuk difikiranku tentang anak 17 itu tapi ya sudahlah...terlalu panjang waktu untuk membahasnya...


Tomok dan sekitarnya 

Di Tomok tempat pertama yang ku kunjungi adalah museum. Museum ini berbentuk sebuah rumah adat dan didalamnya di pamerkan segala macam bentuk peninggalan suku batak mulai dari pakaian, peralatan rumah tangga, peralatan perang dan mata uang. tidak terlalu lama aku di sini karena tempatnya kecil. Sempat berfoto-foto menggunakan pakaian daerah setempat.  
           Pertunjukkan sigale-gale menjadi tujuan berikutnya. Beruntunglah hari itu ada rombongan SMP yang menyewa si gale-gale. jadi aku tidak perlu mengeluarkan kocek untuk menikmati salah saru kesenia batak ini dan sempat juga ikut menari bersama pengunjung lainnya. 
satu padu dalam pertunjukan sigale-gale



Stone Chair/ Ambarita
       Spot selanjutnya yang kukunjungi adalah Stone Chair/Ambarita setengah jam dari Tomok, masuk kearea kompleks, langsung melihat jejeran rumah panggung khas batak, diantara rumah itu ada yg satu dijadikan rumah contoh yang bisa dimasuki, sisanya masih berpenghuni, didalamnya ada alat kebutuhan hidup sehari2-hari  seperti kompor dari pasir, alat tenun, kain ulos juga ada alat musik semacam gamelan tersaji, kain2 ulos ini juga ternyata juga dijual. Dipekarangan ada meja perundingan lengkap dengan bangku dari batu yang berindangkan pohon besar, dibelakangnya ada contoh patung manusia dari kayu terpasung letaknya ada dibawah pendopo rumah panggung, sedang didepannya tepat diatas bukit tersedia rumah besar seperti pendopo untuk pertemuan-pertemuan. Didalam kompleks ini juga ada meja perundingan namun kalau diteliti lagi disini juga terdapat eksekusi pemenggalan kepala diatas mejanya lengkap golok untuk memenggal, seorang guide sempat menawarkan jasa contoh pengeksekusian.

jejeran rumah panggung adat batak
stone chair...
stone chair dan tempat pemenggalan kepala

      Sayang perjalanan saya kesini menjadi kurang nyaman oleh ulang pedangan yang memaksa untuk membeli produknya. Demi rasa kasihan dan karena terpaksa agara bisa ke luar dari area itu akhirnya aku membeli sebuah baju. Seperti dugaanku baju itu hanya bertahan dua kali pakai. setelah itu yah sobek-sobek. sedikit ketidaknyamananku. tapi ini penting untuk kita perhatikan demi kemajuan wisata indonesia ini. But whatever inilah seni dalam perjalanan.

24.5.11

SOLO JOURNEY: MENGHIRUP RUPA-RUPA KEHIDUPAN DI TANAH BATAK I


Inilah perjalanan solo backpacker pertama saya di luar tanah Jawa. Yaps  Tanah Batak (sumatera utara-red) menjadi  tempat pertama yang saya arungi dan selami seorang diri. Kehidupan salah satu suku di sumatera ini memang cukup menggelitik hati  untuk saya ketahui dan lihat secara langsung. Disamping memang keelokan alam  dan panoramanya yang indah tak diragukan lagi  bahkan terkenal seantero dunia. Danau toba dengan pulau Samosir  adalah magnet kuat yang serasa selalu memanggil saya untuk mengunjunginya.
Minibus yang mpet-mpetan...
Perjalan ini lebih saya anggap sebagai sosial and culture trip.  Saya benar-benar sedang ingin menikmati  denyut-denyut nafas kehidupan di tanah Batak, menghirup rupa-rupa tatanan kehidupannya dan menikmati sensasi persentuhan dengan budaya setempat. segala informasi tentu telah saya kumpulkan, menjadi bekal   dalam perjalanan lebih kurang satu minggu.




mengenakan Ulos

 Saya benar-benar menikmati perjalanan dibandingkan destinasi .Menikmati proses dibandingkan tujuan.segala akomodasi saya pilih yang paling ekonomis dan murah. Memang sangat jauh dari kata nyaman. Tapi disinilah saya bisa menikmati interaksi saya dengan penduduk lokal setempat. Berbagai aroma tubuh manusia  harus saya santap walau kadang sangat sulit bagi saya, tapi yah saya nikmati. Akhirnya saya sadar bahwa kebahagiaan sesungguhnya ada di hati kita. jadi jika kondisi  di luar hati cukup jauh dari kata membahagiakan  maka pandai-pandailah berdamai dengan hati (pelajaran moral 1:p).



menikmati hari-hari dengan mereka
Kadang masalah bahasa menjadi kendala, ketika saya bertanya mereka mengerti pertanyaan saya tapi mereka merespon dengan bahasa batak yang saya tidak mengerti sama sekali. Belum lagi gaya saya ala orang kere dengan tampang lusuh serta ransel kumal kadang dipandang dengan pandangan yang aneh. tapi saya benar-benar tak menghiraukannya. Nothing to lose.....not more.. 

Disepanjang perjalanan saya usahakan untuk selalu berdialog dan berinteraksi dengan  orang-orang sekitar saya. banyak mereka yang hanya terheran-heran dan terkaget-kaget ketika tau  saya berjalan seorang diri dan tanpa ada sanak saudara yang  dituju. Beruntung menemukan orang-orang yang baik hati yang memberikan banyak informasi  yang menurut saya sangat penting.  Dan sampailah saya  pada perkenalan dengan seorang bapak bermarga Simanjuntak, yang dari dialog panjang saya dengannya, saya ketahui ia adalah seorang kopasus yang bertugas di Solo Jawa Tengah. saya berdialog  cukup panjang dengan  sibapak. Dan sampai akhirnya dia bertanya:

"apa yang kamu cari dengan perjalanan sendiri seperti ini?. Saya  yakin pasti ada alasan yang melatar belakangi setiap perjalanan yang kamu lalui ", tambah bapak itu lagi.

Pertanyaan yang berat menurut saya. tapi ini adalah point penting yang harus saya sampaikan agar semua orang paham bahwa ini bukan perjalanan gila. tapi inilah cara saya memahami dan mendalami makna dari kehidupan yang sesungguhnya. lalu saya jawab:

" perjalanan adalah sumber kebahagiaan bagi saya karena dengan berjalan saya bisa melihat banyak hal, Saya menemukan hal yang tak saya temukan  pada habitat asli saya. Saya bisa melihat kehidupan dari dimensi orang lain, dimensi yang berbeda. sehingga dari situ saya paham bagaimana menghormati dan menghargai orang lain. meluluhkan keegoisan saya"

lalu sibapak bertanya lagi, " mengapa harus sendiri? tidak takutkah dengan banyak hal?"

 " ini adalah pengujian bagi diri saya. selama ini kita selalu terkukung dalam segala ketakutan dan kecemasan sehingga akhirnya kita tak bisa berbuat apa-apa dengan kukungan itu.  Kita terperangkap . Padahal kalo kita jalani, tidak separah apa yang kita pikirkan. walaupun segala kemungkinan itu ada. Waspada  itu pasti. Harus pintar-pintar bertanya dan melihat gelagat orang lain. Informasi sebanyak-banyaknya harus dikumpulkan. Pengujian seberapa berani saya, seberapa mandiri saya, seberapa cakap saya mengambil setiap keputusan. karena di jalanan semua berubah secera cepat."

Sibapak hanya manggut-mangut mendengarkan penjelasan . Terakhir pertanyaan yang harus saya jawab: apa hikmah terbesar yang kamu ambil dari perjalanan kamu?

"ada banyak hal pak , tapi yang terpenting adalah bagai mana saya bisa melihat kehidupan dari dimensi yang berbeda dan  saya sangat menyadari banyak pertolongan yang saya dapatkan di setiap perjalanan saya. saya yakin masih banyak orang baik. saya sadar saya bukan apa-apa tanpa pertolongan banyak orang"
>Tanpa terasa perjalanan panjang harus kami akhiri. Akhirnya si bapak cuma berpesan tetap waspada dan hati-hati. 
Yah itulah alasan dari setiap perjalanan saya...orang bisa berpendapat apa saja. tapi saya tetaplah saya dengan segala keyakinan saya. Saya akan terus menapaki bumi ini. Lalu bagaimana dengan anda??? he..he...
nantikan cerita berikutnya...he..he...

30.4.11

Taman Nasional Gunung Halimun

Taman Nasional Gunung Halimun Salak akhirnya kujajaki bersama teman-teman tim  Sergap Indonesia. Trip ini bertepatan dengan pergantian tahun 2010-2011, jadilah kami menikmati malam pergantian tahun di Halimun ini. Yah seperti namanya taman nasional ini penuh dengan halimun (kabut-red), udaranya  yah pastilah dingin...tapi hati kami tetap hangat sehangat kebersamaan yang tercipta diantara kami.



Perjalanan menuju taman nasional ini kami tempuh melalui jalur Parung Kuda Sukabumi. sedangkan perjalanan pulang kami tempuh melalui Lewiliang Bogor.  Perjalanan Parung Kuda lumayang berat..jalanan kecil dan hujan pun turun. Mobil yang kami sewa sempat  masuk lubang dan butuh waktu yang lama untuk mengangkatnya. malah terpaksa melibatkan masyarakat kampung sekitar. Perjalanan pulang lumayan lebih lancar dari perjalanan pergi. tapi capeknya nga ketulungan. maklum mpet-mpetan di dalam mobil pick up...*nasib anak gembel.
 nasib anak gembel...:p

Di Halimun kami memilih tinggal di rumah-rumah penduduk. yah ini adalah bagian yang paling menarik dari halimun. banyak tersdia rumah-rumah penduduk yang bisa disewa. di sebuah rumah yang sederhana, dipinggir sungai kami bercengkrama dan tertawa ditambah makan-makan sepuasnya. maklum kami punya koki mas ajie..yang masakan ajib, oke punya...

makan masakan koki ajie
Hari-hari di Halimun pun kami habiskan dengan menikmati keindahannya. dikawasan ini ada perkebunan teh Cintalahab, beberapa air terjun dan yang paling menarik adalah jamur yang bisa menyala di malam hari..gold in the dark.

Mandi di Curug Macan
>sebenarnya ada curug tiis paling bagus dan besar. Tapi karena lokasinya jauh, kami memutuskan menikmati bermain air di curug macan. Airnya sangat dingin..berasa air freezer. awalnya enggan untuk bermain air, tapi karena terlanjur diceburin ya sudah mandi sekalian. pokok e puas nyimprat-nyimpratin air, puas teriak sana sini dan terakhir  puas mengigil kedinginan...
 curug macan
Malam harinya kami pun menikmati suguhan indah....melihat gemerlap dan cahaya dari sejeni jamur. Jenis jamurnya sendiri saya pun tak ingat. tapi yang pasti jamur ini hanya hidup dikawasan ini. sayang kamera ku susah sekali menangkap cahaya jamur itu....

Menyusuri Perkebunan Teh
Pagi hari dihari terakhir  di halimun kami habiskan dengan menikmati segarnya udara pagidiperkebunan teh. melihat hamparan permadani hijau  yang berpadu dengan birunya langit...hai..hai..indah sekali. tak hanya itu kami pun sempat bermain dan bercengkrama dengan penduduk setempat. sempat main bola dan berbagi tawa dengan mereka....
 bersama anak-anak halimun
*************

Caption  album Halimun di akun Facebook saya (fotonya bisa dilihat disini)
di batas waktu, pada dinginnya dataran tinggi halimun saat itu, ku titipkan sejumput kenangan, yang mungkin akan ku jejaki lagi suatu saat nanti, kubentangkan harapan untuk ku perjuangkan di bilangan waktu yang telah berganti. Tak terasa satu dasawarsa, long way from home ku jelang.

----halimun nan dingin dan sepi-----

disini kembali bertemu mereka. Tertawa bersama, bersorak dan bersorai . Terima kasih untuk waktu yang pernah izinkan kita menuang setetes cinta pada cawan persahabatan. Nice to meet u all guys….Dari lawu sampai ke halimun, dari muncak malah mandi-mandi di macan, dari nge camp sampai tidur manis di homestay dengan sajian kuliner ala mr. Ajie nan Ajib. Dari mobil elf sampai mobil pick up nan membuat kepala dan seluruh tubuh mulai bergerak dari titik normalnya…pegal ei…bruakakakakak… one memory that closed 2010 and opened 2011.

----Tentang Halimun-------

Indonesia ternyata masih menyimpan beragam kekayaan flora dan fauna dalam satu Taman Nasionalnya yaitu Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), tercatat sebagai cagar alam terbesar di pulau Jawa. Perpaduan dan penyatuan keelokan hutan hujan tropika basah dan bentangan permadani hijau Nirmala tea field. Kehidupan liar, gemuruh air terjun, gemericik aliran sungai kecil yang jernih, glowing mushroom dan persentuhan dengan kehidupan social masyarakat setempat; adalah sekian hal dari banyak hal lain yang bisa dinikmati disini. Mengilhami, menginspirasi dan mengalirkan good energy, menjadi saksi persahabatan dan mimpi-mimpi kami

Halimun nan dingin dan sepi, kaulah satu puisi yang kuukir dalam satu resolusi, pertaruhan harmoni jiwa yang tertunda


25.4.11

The beuty of sunrise in sanur beach

Ceritanya mengumpulkan cerita yang terserak...Kelamaan  tidak menuliskan kisah, coba kembali kukumpulkan. yaps Kebetulan dalam kongress ISSAAS, November 2010  saya stay di Inna Grand Beach Hotel, Sanur. thanks to british council yang telah membiayai seluruh biaya perjalanan saya ke Bali kali ini. Sanur memang sangat terkenal dengan keindahan sunrisenya.  


Beruntunglah aku yang  tak perlu berburu karena dari kamarku keindahannya dapat kunikmati.... indah dan sungguh indah ketika pendaran jingga menyatu dengan garis laut lalu perlahan ia bergerak semakin lama semakin berpendar. Kehadirannya ketika perlahan berpisah dari  garis laut sungguh diburu dan dirindu..amazing...amazing... Tak hanya itu menurut cerita dari beberapa orang disana, pantai Sanur pun di anggap sebagai yang sangat sakral. maka jangan heran dipagi hari saat matahari terbit banyak masyarakat Bali melaksanakan ibadah di pinggir pantai dan  meletakka sesajen di pinggir pantai.

ini hanyalah sebagian rekam kamera pendaran jingga mentari di sanur....











21.4.11

Slamet: Menggapai Awan di Puncak Tertinggi Jawa Tengah

 
-->
 Gunung slamet dari Batu raden  Purwokerto
Keinginan untuk menuju puncak  Slamet bermula dari perjalanan menaklukkan puncak tertinggi di Jawa Barat (Gunung Ciremai-Red) , medio  2010 lalu. Tepatnya ketika aku dan beberapa rekan sampai di pos pengasingan. Gunung Slamet, gunung tertinggi di Jawa Tengah itu terlihat begitu menggoda…samar-samar ia terlihat di balik awan, seketika hati kecilku pun berguman sometime i'll  be there…hmm. Beberapa kali rencana batal berkenaan dengan status slamet yang ditutup untuk pendakian. Dan akhirnya Desember 2010 akupun menghirup butiran oksigen dan menapaki bongkahan batu cadas di puncak slamet itu.
  
Slamet dari Pos pengasingan Gunung Ciremai Juni 2010 
Gunung slamet penuntas pendakianku di tahun 2010. Semua rasa menyatu, mengharu biru antara percaya dan tak percaya berada di tanah tertinggi di Jawah tengah dan tanah tertinggi ke dua di pulau Jawa itu . Perasaan yang ingin selalu ku ulang dalam kehidupanku, disaat-saat jerih payah, kelelahan dan penat terbayarkan oleh sebuah rasa kemenangan.  Dua kali sempat terbesit keinginan untuk tidak melanjutkan perjalanan, karena kondisi yang rempong. Tapi motivasi dari kalian guys (Slamet tim-red)  mengalahkan kerempongan itu.  Pelajaran moral : bahwa dalam hidup kita butuh motivator, maka pandai-pandailah mencari motivator bagi diri kita.
Dari stasiun senen cerita bermula. Tell the truth ini adalah kunjungan pertama saya ke stasiun ini.  Kehidupan stasiun selalu tak saya suka, semraut, bising dan manusia kadang berulah sesuka perutnya. Kereta Progo…oh Progo..merasakan juga akhirnya, Benar-benar tidak lebih manusiawi dari KLR Bogor –Jakarta. Potret kemiskinan bangsa. Hm mengantarkan saya berada pada perbedaan dimensi waktu 10 tahun bahkan 15 tahun lalu dari trem-trem yang sempat saya jajaki in the other side. Oh Indonesia..ingin saja saiya keluar pergi jauh darinya…;P, tapi disini saiya dilahirkan. Maybe its my chance to be hero for my country..hua..ha….Garuda akan selalu di hatiku…
Kedatangan kami di stasiun Purwokerto disambut oleh mentari yang sudah menyingsing dan mas wondo dari Raden Pala yang langsung membawa kami ke basecamp raden Pala di Batu Raden . Mas Wondo and the gank yang akan memandu kami dalam perjalanan menuju puncak slamet . Setelah re-packing kami pun  di briefing dan sedikit diperkenalkan dengan medan yang akan kami tempuh.. Perjalanan dimulai dengan berdoa dan seperti biasa, foto bersama. 
Sebelum  berangkat (foto by niko)
Rute pertama yang kami tempuh adalah objek wisata Batu Raden. Terbayang, nanti setelah muncak, turun dan langsung mencebur di pemandian dan curug di batu raden ini..tapi semua ternyata tinggal bayangan…:p.  Setelah  melewati kawasan wisata batu raden , kami melewati hutan pinus dengan jalur yang jelas seperti anak tangga yang berbatu. Lumayan licin juga… melewati hutan semak dan belukar . Tak banyak rute yang terekam oleh kepalaku. Maklum sudah benar-benar rempong. Yang ku ingat hanyalah banyakknya pacet yang menghisap buliran darah-darah segarku.  Perjalanan  terasa lebih berat karena jalur yang kami lewati adalah jalur yang jarang dilewati  pendaki. kebanyakan pendaki lebih memilih jalur bambangan. Pemilihan jalur Batu Raden ini kami lakukan karena  jalur batu raden adalah  satu-satunya jalur yang dibuka pada saat itu . Yaps Slamet saat itu masih dalam kondisi  Siaga. tapi karena penasaran, status itu tidak kami hiraukan.
Wisata batu raden 
Menjelang sore, hujanpun turun. Perjalanan ini terasa semakin dan semakin berat.  kondisi fisikku benar-benar  down. rasanya pengen pulang dan turun saja....tapi teman-teman yang lain terus menyemangatiku. Suasana Heavy rain and paceto-paceto serta bentangan hutan tropis slamet benar-benar mengingatkan ku akan suasana gunung raja basa yang sempat kami daki di pertengahan tahun 2010. Seteleah bercengkarama dengan cipratan hujan serta menikmati aliran udara dingin ditubuh masing-masing kami pun memutuskan untuk bersitirahat di pos tentara dan akhirnya pun memutuskan untuk ngecamp disana. 
 
 tiga dara berbaju merah di hutan belantara:p (foto by firman)
Tak banyak yang kami  lakukan malam itu, hanya memasak, makan dan langsung beristirahat, karena dini hari akan melanjutkan perjalanan summit attach.  Sayang sekali malam itu tak dapat kunikmati dengan tidur indah, batuk dan kerongkongan gatal menyerangku. Hmm. Dan malam itu sempat terbesit besok pagi saiya tak akan melanjutkan perjalanan menuju puncak..hanya akan berdiam di camp.
Menuju Puncak.
Niat yang semula tidak akan muncak berubah begitu saja ketika  pukul 02.00 WIB saiya dibangunkan. karena kondisi yang lebih  baik, Perjalanan  menuju summit saiya lakukan.   Jalurnya benar-benar susah, bahkan ada yang sudah tertutup karena sudah lama tak didaki. tak hanya itu pohon-pohon tumbang  semakin memberatkan perjalanan ini. kira-kira pukul 07.00 wib kami sampailah di pos terakhir, pos plawangan. yah ini  adalah pos yang masih ada pepohonannnya, sebelum memasuki alam terbuka dengan tanjakan batu cadas. disinilah kami beristirahat sejenak untuk sarapan pagi. Menurut info di pos ini tersedia sumber air...tapi setelah kami cari-cari yang  ada  hanya sumur kecil itupun kondisinya tidak layak...di dalamnya ada kaos kaki. Karena  kamisangat butuh air, akhirnya air itulah yang kami masak. he..he.. sekali-kali menikmati kopi kaous kaki. 


 akhirnya kami menikmatinya


 bersulang air kaos kaki (foto by firman)
Perjalanan beratpun dimulai. Mendaki batu Cadas. awalnya medannya tidak terlalu sulit,  batuannya masih utuh sehingga kuat untuk dipegang dan diinjak. tapi semakin  bertambah ketinggian, kemiringannya semakin ekstrim, batuannya  semakin rapuh dan angin pun bertiup sangat kencang. harus extra hati-hati, kesalahan kecil akan fatal akibatnya. kiri kanan jurang dengan batuan yang sangat tajam.


 batuan cadas menuju puncak dengan awannya yang indah (foto by niko)
Pukul 10.00 wib saiya pun menghirup udara puncak Gunung Slamet. Sujud syukur pasti... Bau Balerannya sangat pekat sekali. Kami tak punya banyak waktu di puncak ini. Pukuul  11 siang kami sudah tidak diperkenankan berada di puncak. karena pukul 11 keatas udara di puncak ini membentuk siklon dan tidak bergerak. itu menyebabkan konsentrasi balerang  yang cukup tinggi dan dapat menyebabkan kematian.
Seperti biasa kami melakukan ritual berviktory drink dan foto-foto. Yaps  kali ini kami sepakat muncak  dengan memakai batik. 

di puncak slamet berbatik ria
 sesaat di puncak

 firman dan bibir kawah puncak slamet (foto by niko)
keindahan puncak Slamet (foto by niko)

Perjalanan terberat yang pernah kurasakan...terima kasih buat slamet tim, terutam  untuk firman yang telah menjadi motivator  bagi perjalananku  kali ini....

20.4.11

Galunggung, Icon Kebanggaan Tasikmalaya

Gunung Galunggung sempat mengegerkan dunia. Letusan terakhir terjadi pada tahun 1982 disertai suara dentuman, pijaran api, dan kilatan halilintar. Kegiatan letusan berlangsung selama 9 bulan dan berakhir pada awal tahun 1983. Letusan ini telah menyebabkan kerugian harta dan nyawa manusia. tak hanya itu letusan gunung ini pun nyebabkan berubahnya peta wilayah pada radius sekitar 20 km dari kawah Galunggung. 
Kabut galungung nan indah

Namun kini gunung yang berjarak 17 Km dari kota Tasikmalaya ini menjadi salah satu kekayana wisata  Tasikmalaya. Setiap akhir pekan gunung ini banyak dikunjungi oleh masyarakat sekitar dan masyarakat ibu kota.Akomodasi menuju gunung ini tidaklah susah. Transportasi umum pun tersedia dengan jumlah yang lumayan banyak. 

Udara dingin langsung terasa ketika pertama kali menginjakkan kaki di gerbang taman wisata ini. untuk menuju Kawah Gunung Galunggung dari gerbang ini kita harus menanjak lagi. tapi tenang ojek pun tersedia cukup banyak untuk mengantarkan pengunjung sampai  ke tangga menuju kawah galunggung.  Yaps untuk mencapai puncak galunggung kita harus menapaki 620 anak tangga. eits hati-hati dengan lutut anda..jika tidak siap jangan lanjutkan...he..he..
620 anak tangga .....

Perjuangan melewati  620 anak tangga akan terbayarkan dengan hijaunya tebing dan hijaunya danau galunggung. sampai di puncak udara pun semakin mencekam. Ketenangan dan kedamaian amat terasa disini.  hembusan napas panjang mungkin mampu melepaskan stress dan kepenatan dari ruitinitas . Kebanyakan yang berkunjung ke gunung galunggung ini memilih untuk menikmati malam dengan bertenda di pinggir danau. dan untuk menuju danau kita pun harus turun kira-kira 30 menit perjalanan. 
Danau Gunung Galunggung
 
 Hijaunya seperti agar-agar

Danau galunggung ini konon katanya sedikit agak misterius. karena tidak ada yang tau  berapa kedalamannya. setiap ada yang coba berenang di danau  ini konon katanya hanya  tinggal nama.  Keindahan riak danau yang airnya hijau ini sungguh mempesona. ASpalagi jika rintikan hujan turun. riaknya semakin indah dengan gradasi yang luar biasa. Kebersamaan di pinggir danau ini pun semakin terasa dengan menikmati  sejumput pisang goreng dan kopi hangat...he..
 sunrisenya pun indah

 di sinilah kebersamaan kami

Lagi terucap terima kasih buat teman perjalanan, Share Traveler. bersamamu duni ini terasa indah guys..

Semangat selalu Berinvensi dari Pelatihan Paten dan Drafting Paten

Lagi satu kesempatan belajar yang kudapatkan. senang sekali bisa belajar banyak hal. Yaps Learning is never ending processs. Inilah hal yang paling ku sukai dari pekerjaan sebagai peneliti. Alhamdulilah....begitu banyak kesempatan belajar. dan memang harus belajar. Alhamdulilah mendapatkan pekerjaan yang sangat dinamis walau kadang sedikit sporadis. Really, saya sangat menikmatinya.

Desember  2010 yang lalu saya berkesempatan mengikuti training tentang paten dan drafting paten. Bergerak dalam dunia penelitian tentu akan berhubungan dengan invensi dan penemuan. nah bagaimana melindungi invensi dan penemuan dari peneliti itu di bahasa dalam training ini. pembahasan dimulai dari mengapa invensi atau lebih populer hak kekayaan intelektualitas (HKI) perlu dilidungi, kapan sebuah hki bisa dilindungi, perlidungan apa yang paling cocok sampai pada bagaimana mengajukan sebuah perlindungan.

Paten ternyata  hanyalah salah satu bentuk dari perlindungan dari HKI. karena dalam dunia penelitian bentuk perlindungan yang paling banyak dan menguntunkan adalah paten maka dalam  training ini yang dibahas hanya paten. Training yang diadakan oleh lembaga kewirausahaan ITB ini bekerja sama dengan Balai Alih Teknologi Litbang Deptan,  dilaksanakan di  Hotel Topas Bandung.

Inilah training yang  telah membuka mataku lebar-lebar tentang peran besar Paten bagi kemajuan suatu bangsa. bangsa-bangsa besar dan maju seperti jepang dan Amerika Serikat adalah negara dengan jumlah paten terbesar di dunia ini.  kuantitas dari paten menggambarkan bagaimana tingkat kompotitif  penelitian suatu negara. Tak hanya itu paten pun menggambarkan banyaknya teknologi dari penelitian yang siap dirilis ke dunia industri. 

Selama ini dalam paradigma saya paten adalah perlindungan untuk penemuan-penemuan yang luar biasa. ternyata itu adalah paradigma yang salah. Hal-hal kecilpun bisa dipatenkan seperti bentuk peniti, bentuk sabun dll.  Dan saiya juga baru tau ternyata  BlacBerry yang saya pakai  terdiri dari 20 ribu paten. itulah kenapa harga  BlacBerry itu mahal karena iya harus membayar royalti pada 20 ribu pemegan paten..mencengankan bukan?. Dalam dunia paten berlaku aturan siapa yang mendaftar  duluan dialah yang akan memiliki patennnya. itulah mengapa banyak hasil karya kita malah dipatenkan oleh orang luar. karena kita tidak menyadari pentingta perlindungan HKI dan hanya membiarkan begitu saja.  Kita baru kebakaran jenggot ketika patennya sudah keluart. sekarang berapa banyak seni budaya kita dipatenkan oleh bangsa lain? ..miris sekali memang....
Negara-negara besar seperti  Jepang  dan negara maju lainnya adalah negara yang sangat menghargai hak kekayaan intelektual.ini terbukti mereka akan melakukan tindakan keras dan tegas kepada orang-orang yang melakukan pembajakan atau plagiat terhadapa satu karya.lalu bagaimana dengan indonesia? he...bahkan saiya pribadi  jujur pun sering membeli barang bajakan terutama vcd dan dvd film.he....konon katanya selama suatu negara tidak menghargai hak kekayaan intelektualitas  maka negara itu tak akan pernah maju...nah lo?...

so...,mulai sekarang hargailah kak  kekayaan intelektualitas anda dan orang lain...

18.2.11

LONG TIME NO BLOG UPDATE; Salam dari Belitung Timur

HUh..akhirnya hari ini bisa sedikit bernafas lega.... long time no blog update.. hampir tiga bulan ternyata  blog ini tidak disentuh oleh sang mpunya. Maklum kesibukan luar biasa akhir-akhir ini membuat saiya benar-benar tidak bisa meluangkan waktu untuk menulis diblog ini. Merasakan sekali ternyata waktu yang kita punya jauh lebih sedkit dari kewajiban yang harus kita lakukan. Perjalanan 3 bulan belakangan ini mengajarkan saya tentang manajemen dan skala prioritas....dan tulisan ini saiya tulis dari negeri laskar pelangi..yaps dari manggar Belitung timur. negeri yang entah mengapa menyemangati saiya kembali untuk bergulat bersama mimpi-mimpi saiya

Rindu sekali membagi semua cerita saiya disini. 3 bulan berlalu tentu  melahirkan banyak cerita. Oh ya ini adalah tulisan pertama saiya ditahun 2011 ini. Happy new year all, telat bangat ya.he... Semoga tahun 2011 semua mimpi-mimpi kita terwujud. seperti mimpi-mimpi besar saiya yang alhamdulilah menjadi nyata. dua tahun saiya berjuang mendapatakannya. dan hari ini semua saiya buktikan bahwa kita akan mendapatkan apa yang akan kita usahakan. Dan tak tanggung-tanggung alhamdulilah saiya mendapatkannya jauh dari yang saiya bayangkan. sekarang malah saiya bingung sendiri mana yang harus saiya pilih,...menikmati kebingungan memilih..he.. tapi bukan kah bisa memilih itu adalah anugrah??? he..


Alhamdulilah, awal 2011 saiya awali dengan sesuatu yang baik. diterimanya sebuah paper saiya disebuah international seminar yang diselenggarakan oleh Gent University Belgium, adalah sukses luar biasa bagi saiya. its my  time to enter international comunity. great dream  came true. Pertemuan saiya dengan seorang profsesor kelahiran indonesia yang pernah menjadi peneliti terbaik dunia adalah hal lain yang membuat hidup saiya semakin berwarna. banyak cerita iya alirkan pada dada dan jiwa saya.Disertasinya di sebuah universitas di Denmark mampu menjawab permasalahan yang berpuluh-puluh tahun tak mampu dipecahkan oleh manusia.. Dan sebuah kata yang saiya garis bawahi dari perkataanya adalah," semua ini saiya dapatkan setelah tak ada lagi air mata yang bisa saiya keluarkan", merinding dengarnya.. tapi yah itulah perjuanga. so if you want to be like me, you will do that. oh my god..siap nga ya?

Ok guys.
semoga hari-hari kedepan adalah hari terbaik kita
selamt berjuang dengan mimpi-mimpi kita.
Manggar, Belitung Timur..
Medio Februari 2011